"Kamu bisa mulai merasa tidak nyaman pada kelembapan 55 persen. Kelembapan tinggi di rumah juga dapat membuat kamu merasa gerah, merusak rumah, dan berdampak pada kesehatan," jelasnya.
Indoor Humidity, Mengapa Kelembapan Ruangan Penting untuk Kulit?

- Kelembapan ruangan memengaruhi hidrasi dan fungsi pelindung kulit; udara rendah, terutama di ruang ber-AC, dapat memicu kulit kering, kasar, pecah-pecah, iritasi, serta memperparah eksim dan dermatitis atopik.
- Kelembapan berlebih di atas 60 persen dapat menimbulkan rasa gerah, kulit lengket dan berminyak, serta pori-pori tersumbat oleh campuran sebum dan sel kulit mati yang memicu jerawat.
- EPA merekomendasikan kelembapan ruangan 30–50 persen; humidifier membantu udara terlalu kering, dehumidifier untuk kondisi lembap, sementara skincare disesuaikan dengan kondisi udara.
Indoor humidity atau kelembapan ruangan merupakan salah satu aspek penting yang bisa berpengaruh langsung terhadap kesehatan, salah satunya kesehatan kulit. Kelembapan udara di suatu tempat menentukan seberapa cepat air di dalam kulit menguap ke lingkungan.
Ketika ruangan terasa terlalu kering atau terlalu lembap, fungsi pertahanan alami kulit akan terganggu. Berikut ada beberapa alasan kenapa indoor humadity penting dan bisa berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
1. Hubungan antara kulit dan kelembapan udara

Kelembapan udara memainkan kunci penting terhadap hidrasi kulit. Kelembapan membantu mempertahankan kadar air kulit, mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit ke lingkungan, serta menjaga keseimbangan dan fungsi pelindung kulit. Kulit yang cukup lembap juga biasanya terasa lebih nyaman, lembut, dan tidak mudah kering.
Nadine Walder, penulis konten edukasi seputar kualitas udara, dikutip dari Stadler Form, menyampaikan isi penelitian pada tahun 2016 yang menunjukkan bahwa kelembapan udara yang rendah dapat meningkatkan risiko masalah kulit, seperti eksim dan dermatitis atopik. Kondisi kulit kering juga lebih sering terjadi di ruangan ber-AC dengan tingkat kelembapan rendah.
2. Kelembapan yang rendah: kulit jadi kering

Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh yang berfungsi sebagai pelindung dari lingkungan luar. Namun, udara di dalam ruangan yang terlalu kering dapat mengganggu fungsi pelindung kulit. Ketika kelembapan udara rendah, kulit lebih mudah menjadi kering, kasar, bahkan pecah-pecah.
Walder menjelaskan, kelembapan rendah yang dikombinasikan dengan suhu rendah, akan menyebabkan penurunan fungsi penghalang kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah mengalami iritasi, sensitif terhadap gesekan, dan dermatitis bisa menjadi semakin parah.
3. Kelembapan yang terlalu tinggi: tubuh terasa gerah, kulit jadi berjerawat dan berminyak

Bukan hanya kelembapan udara rendah, kelembapan udara yang terlalu tinggi pun bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan kulit. Dikutip dari Trane, Anne Fonda, penulis profesional, mengungkapkan hasil penelitian American Society of Heating, Refrigeration, Heating, and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) yang menyebut bahwa, kelembapan dalam ruangan di atas 60 persen dianggap sebagai kelembapan dalam ruangan yang tinggi.
Ketika udara dalam suatu ruangan terlalu lembap, maka akan terasa sensasi kulit yang lengket, berminyak, atau berjerawat. Kelembapan berlebih bercampur dengan sebum dan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori. Iritasi kulit dan reaksi alergi jadi efek lebih lanjut dari kelembapan berlebih. Sensitivitas, kemerahan, dan gatal juga dapat berkembang atau meningkat, terutama pada orang dengan kulit sensitif.
3. Tingkat kelembapan yang baik untuk kulit

Tingkat kelembapan untuk tiap orang mungkin berbeda-beda sesuai dengan kenyamanannya masing-masing. Namun, Environmental Protection Agency (EPA) menyebut, tingkat kelembapan udara yang ideal dan direkomendasikan di dalam ruangan yakni berkisar antara 30 dan 50 persen. Tingkatan kelembapan ini cocok untuk anggota keluarga, termasuk bayi.
Mengingat cuaca di satu wilayah mungkin berubah-ubah, maka dari itu penting juga penggunaan skincare untuk membantu menjaga kelembapan kulit tetap stabil. Saat udara kering, kamu bisa gunakan produk yang kaya akan bahan pelembap seperti gliserin, ceramide, dan asam hialuronat. Sementara saat udara terasa lembap, penggunaan skincare dengan formula ringan dan non-komedogenik cukup dianjurkan.
4. Penggunaan humidifier dapat membantu melembapkan kulit

Selain penggunaan skincare sesuai kebutuhan, kamu juga bisa mengatasi masalah udara dengan penggunaan humidifier atau dehumidifier. Walder mengungkapkan, saat kelembapan udara di dalam ruangan terasa kering, penggunaan humidifier dapat membantu mencapai dan mempertahankan tingkat kelembapan ideal. Humidifier biasanya direkomendasikan untuk ruangan ber-AC yang membuat udara terlalu kering.
Sementara itu, untuk ruangan yang terlalu lembap, bisa gunakan alat pengering udara (dehumidifier) yang dapat bermanfaat untuk mendukung kesehatan kulit. Alat ini mengurangi kelembapan di ruangan dan membantu menciptakan iklim yang sehat untuk kulit.
Menjaga kelembapan udara dan kulit menjadi langkah penting untuk mencegah kulit kering, gatal, dan mudah iritasi. Dengan memastikan udara tidak terlalu kering serta rutin menggunakan pelembap, kulit dapat tetap terasa nyaman, lembut, dan terlindungi.






















