Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kasur Bisa Kempis dan Tidak Lagi Senyaman Dulu?

Kenapa Kasur Bisa Kempis dan Tidak Lagi Senyaman Dulu?
ilustrasi kasur (pexels.com/Naim Benjelloun)
Intinya Sih
  • Kasur kempis terjadi karena tekanan berulang pada area seperti pinggul dan bahu, membuat busa kehilangan kemampuan kembali ke bentuk semula.
  • Usia material, beban tubuh, durasi pemakaian, serta penggunaan oleh dua orang dapat menurunkan elastisitas busa dan daya dorong pegas.
  • Cek rangka penyangga kasur; memutar kasur sesuai petunjuk produsen dan memilih material berkualitas dapat membantu mempertahankan kenyamanan lebih lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa kasur yang dulu terasa empuk dan nyaman sekarang malah terasa semakin rendah di bagian tertentu? Biasanya, bagian tengah kasur menjadi lebih cekung dibandingkan dengan sisi-sisinya. Kondisi ini sering disebut sebagai kasur kempis atau amblas.

Banyak orang mengira kasur kempis hanya terjadi karena kualitas kasur yang buruk. Padahal, pemakaian sehari-hari juga berpengaruh besar. Setiap malam, kasur harus menahan berat tubuh selama berjam-jam. Jika berlangsung terus-menerus selama bertahun-tahun, material di dalamnya perlahan mengalami perubahan.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat kasur bisa kempis seiring pemakaian? Ini dia jawabannya!

1. Busa terus-menerus mendapat tekanan

ilustrasi anak-anak sedang bermain di atas kasur
ilustrasi anak-anak sedang bermain di atas kasur (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu penyebab utama kasur kempis adalah tekanan yang berulang pada area yang sama. Saat tidur, tubuh biasanya memiliki posisi favorit. Ada orang yang lebih sering tidur telentang, menyamping, atau tengkurap. Posisi ini membuat bagian tertentu pada kasur menerima tekanan lebih besar dibandingkan dengan area lainnya. Misalnya, bagian sekitar pinggul dan bahu biasanya menjadi titik yang paling banyak menekan permukaan kasur.

Pada kasur berbahan busa, tekanan terus-menerus dapat membuat struktur sel di dalamnya perlahan kehilangan kemampuan untuk kembali ke bentuk semula. Awalnya mungkin tidak terlalu terlihat. Namun, setelah digunakan selama bertahun-tahun, bagian yang sering menerima tekanan bisa menjadi lebih rendah. Inilah alasan mengapa kasur yang sering digunakan di satu sisi biasanya lebih cepat mengalami cekungan.

2. Material kasur mengalami kelelahan

ilustrasi kasur
ilustrasi kasur (unsplash.com/Clay Banks)

Kasur sebenarnya memiliki batas daya tahan. Material di dalamnya, baik busa, pegas, maupun bahan lainnya, terus bekerja setiap kali seseorang berbaring di atasnya. Bayangkan sebuah spons yang ditekan berulang kali. Jika hanya sesekali, spons biasanya bisa kembali ke bentuk semula. Namun, jika terus ditekan pada bagian yang sama dalam waktu lama, kemampuannya untuk mengembang kembali dapat berkurang.

Prinsip yang hampir sama juga dapat terjadi pada material kasur. Busa dapat kehilangan elastisitas, sedangkan pegas dapat mengalami penurunan daya dorong. Akibatnya, kasur tidak lagi mampu menopang tubuh seperti saat masih baru.

3. Berat tubuh memberi pengaruh

ilustrasi bermain HP di atas kasur
ilustrasi bermain HP di atas kasur (pexels.com/Matilda Wormwood)

Semakin besar beban yang harus ditahan kasur setiap hari, semakin besar pula tekanan yang diterima materialnya. Namun, bukan berarti orang dengan berat badan tertentu pasti akan membuat kasur cepat rusak.

Faktor yang lebih penting adalah kombinasi antara beban, durasi pemakaian, dan kualitas material kasur. Kasur yang digunakan oleh dua orang tentu menerima tekanan lebih besar dibandingkan kasur yang hanya digunakan satu orang. Ditambah lagi, jika seseorang tidur di posisi yang sama setiap malam. Tekanan yang terus berulang di area tertentu bisa mempercepat munculnya cekungan.

4. Rangka tempat tidur juga bisa menjadi penyebab

ilustrasi rangka kasur
ilustrasi rangka kasur (freepik.com/wirestock)

Kasur yang terlihat kempis belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh material di dalamnya. Struktur tempat tidur di bawah kasur juga perlu diperiksa. Jika rangka tempat tidur memiliki bilah penyangga yang terlalu renggang, patah, atau tidak cukup kuat, kasur bisa kehilangan dukungan dari bawah. Akibatnya, bagian tertentu terlihat turun atau melengkung. Karena itu, saat kasur mulai terasa tidak rata, bagian bawahnya juga sebaiknya ikut diperiksa.

5. Kasur tidak pernah diputar atau dibalik

ilustrasi memeriksa kondisi kasur
ilustrasi memeriksa kondisi kasur (freepik.com/freepik)

Jika kasur selalu berada dalam posisi yang sama selama bertahun-tahun, area tertentu akan terus menerima beban yang sama. Memutar kasur secara berkala dapat membantu mengurangi tekanan berulang pada satu titik.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua kasur boleh dibalik. Sebaiknya cek petunjuk dari produsennya terlebih dahulu, terutama untuk kasur yang memiliki lapisan khusus di bagian atas.

6. Kualitas kasur ikut menentukan umur pemakaian

ilustrasi menjemur kasur
ilustrasi menjemur kasur (freepik.com/victor217)

Kasur dengan material berkualitas baik biasanya memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mempertahankan bentuknya. Sementara itu, material dengan kepadatan atau daya tahan lebih rendah cenderung lebih cepat kehilangan elastisitas.

Meski demikian, harga mahal juga tidak otomatis menjamin kasur tidak akan pernah kempis. Semua kasur pada akhirnya tetap mengalami perubahan setelah digunakan dalam waktu lama. Perbedaannya terletak pada seberapa cepat perubahan tersebut terjadi. Kasur yang dirawat dan digunakan dengan baik biasanya bisa mempertahankan bentuk serta kenyamanannya lebih lama.

Jadi, kasur yang kempis seiring pemakaian sebenarnya merupakan hasil dari kombinasi tekanan berulang, usia material, kualitas bahan, dan kondisi penyangga di bawahnya. Semakin sering bagian yang sama menerima beban, semakin besar kemungkinan area tersebut kehilangan kemampuan untuk kembali ke bentuk semula.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More