Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Janteloven, Filosofi Hidup Norwegia yang Utamakan Kebersamaan

5 Fakta Janteloven, Filosofi Hidup Norwegia yang Utamakan Kebersamaan
ilustrasi persaudaraan (magnific.com/persaudaraan)

Janteloven adalah sebuah filosofi hidup yang berasal dari negara-negara Skandinavia, khususnya Norwegia. Filosofi ini menekankan nilai kesetaraan dan kerendahan hati dalam kehidupan bermasyarakat. Istilah ini pertama kali diperkenalkan melalui karya sastra, namun seiring waktu berkembang menjadi semacam norma budaya yang tidak tertulis.

Filosofi ini sangat memengaruhi cara masyarakat Norwegia berinteraksi, baik dalam lingkungan sosial maupun profesional. Nilai-nilai yang terkandung dalam Janteloven sering menjadi landasan dalam membangun solidaritas dan rasa kebersamaan. Nah, berikut ini lima fakta Janteloven, filosofi hidup masyarakat Norwegia yang perlu kamu tahu. Keep scrolling!

1. Menekankan pada nilai kesetaraan

Empat tangan dengan warna kulit berbeda saling berpegangan membentuk lingkaran di latar belakang hijau muda, melambangkan persatuan dan keberagaman.
ilustrasi keberagaman (freepik.com/rawpixel)

Salah satu inti utama Janteloven adalah pemikiran bahwa semua orang memiliki nilai yang sama dalam masyarakat. Tidak ada tempat untuk sikap merasa lebih hebat atau lebih penting dibandingkan orang lain. Hal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara orang Norwegia berbicara dan bersikap.

Budaya ini membuat kesenjangan sosial terasa lebih kecil dibandingkan di banyak negara lain. Orang-orang cenderung menghargai kontribusi satu sama lain tanpa memandang status atau kekayaan. Dengan begitu, tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan harmonis bagi semua lapisan masyarakat.

2. Tidak pamer kesuksesan dan mencari validasi publik

Perempuan muda mengenakan kemeja putih dan kardigan biru tersenyum sambil merapatkan tangan di dada dengan latar belakang biru.
ilustrasi orang yang rendah hati (freepik.com/wayhomestudio)

Dalam Janteloven, menunjukkan kesuksesan secara berlebihan dianggap tidak sopan. Masyarakat diajarkan untuk tetap rendah hati meskipun telah mencapai prestasi tertentu. Prinsip ini membuat orang Norwegia lebih fokus pada kerja keras daripada pengakuan publik.

Akibatnya, banyak orang Norwegia yang memilih untuk menjaga kesederhanaan dalam gaya hidup mereka. Mereka tidak merasa perlu membuktikan sesuatu kepada orang lain melalui materi atau pencapaian. Hal ini juga berkontribusi pada tingkat tekanan sosial yang relatif lebih rendah.

3. Mengutamakan kebersamaan daripada individualisme

Beberapa relawan bekerja sama mengemas makanan dan minuman ke dalam kotak bantuan di luar ruangan pada hari cerah.
ilustrasi saling membantu (freepik.com/freepik)

Janteloven mendorong masyarakat untuk lebih mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi. Nilai ini memperkuat rasa solidaritas dan saling mendukung antarindividu. Dalam kehidupan sehari-hari, kerja sama lebih dihargai daripada kompetisi yang berlebihan.

Budaya kebersamaan ini juga terlihat dalam sistem sosial dan kebijakan publik di Norwegia. Banyak program dirancang untuk memastikan kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan individu tertentu. Dengan demikian, masyarakat dapat berkembang secara kole

4. Membentuk sikap rendah hati sejak dini

Seorang anak perempuan duduk di antara dua orang dewasa yang tampak menenangkannya di ruang tamu dengan suasana hangat dan lembut.
ilustrasi keluarga (freepik.com/freepik)

Nilai-nilai Janteloven biasanya diajarkan sejak usia muda melalui keluarga dan pendidikan. Anak-anak dibimbing untuk tidak membanggakan diri secara berlebihan dan belajar menghargai orang lain. Proses ini membantu membentuk karakter yang lebih empatik dan bersahaja.

Seiring bertambahnya usia, sikap ini menjadi bagian alami dari kepribadian mereka. Orang dewasa di Norwegia umumnya dikenal tidak suka mencari perhatian atau pujian. Hal ini menciptakan interaksi sosial yang lebih tulus dan tidak penuh kepura-puraan.

5. Menuai kritik di era modern

Sekelompok anak muda berdiri bersama di luar ruangan sambil menumpuk tangan di tengah sebagai simbol kerja sama dan saling membantu.
ilustrasi saling membantu (freepik.com/freepik)

Meskipun memiliki banyak nilai positif, rupanya Janteloven juga tidak lepas dari kritik. Beberapa orang berpendapat bahwa filosofi ini dapat menghambat ambisi dan kreativitas individu. Ada kekhawatiran bahwa terlalu menekan keunikan bisa membuat seseorang takut untuk berkembang.

Di sisi lain, banyak pula yang melihat Janteloven sebagai penyeimbang dalam dunia yang semakin kompetitif. Nilai-nilainya dianggap mampu menjaga keseimbangan antara kesuksesan pribadi dan tanggung jawab sosial. Perdebatan ini menunjukkan bahwa Janteloven terus berevolusi mengikuti zaman.

Intinya Janteloven mengajarkan kita untuk tidak egois dalam menjalani hidup. Bahwa keseimbangan itu penting, dan kebersamaan lebih baik daripada seorang diri. Meski tidak sempurna, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai pengingat untuk tidak kehilangan empati di tengah pencapaian pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

See More

Jalur Mandiri Prestasi Unesa 2026, Bisa Bebas UKT hingga Uang Pangkal

13 Mei 2026, 19:55 WIBLife