Tim Unej menegaskan bahwa affiliator tidak bisa hanya mengandalkan followers. Mereka mengutip data Bank Dunia yang mencatat 53 persen masyarakat Indonesia baru memiliki keterampilan digital dasar, dan hanya 4 persen yang berada di tingkat lanjut.
Seru! Unpad dan Unej Berhadapan di Final Liga Debat IDN Times 2026

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 mempertemukan Universitas Padjadjaran dan Universitas Jember dengan mosi kebutuhan utama affiliator: jaminan sosial atau pelatihan kapasitas.
Unpad menekankan perlindungan sosial bagi affiliator informal yang rentan risiko kerja, sementara Unej menilai penguasaan konten, data, pemasaran digital, dan adaptasi teknologi lebih mendesak.
Universitas Jember memenangkan debat; diskusi menyoroti perubahan algoritma, AI, dan persaingan digital yang memengaruhi peluang serta penghasilan affiliator Gen Z.
Menjadi affiliator kini menjadi salah satu cara Gen Z mendapatkan penghasilan di era digital. Modalnya bukan hanya akun media sosial, tetapi juga kemampuan membuat konten, membaca tren, memahami audiens, dan mengikuti perkembangan teknologi.
Lantas, apa yang paling dibutuhkan affiliator zaman now: jaminan sosial atau pelatihan dan pengembangan kapasitas? Pertanyaan tersebut menjadi mosi dalam Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 bertema “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z”. Acara yang digelar di IDN HQ pada Rabu (19/8/2026) ini didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan, Agrinas Pangan Nusantara, dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta.
Dalam laga final ini, Universitas Jember (Unej) diwakili Algi Febriano, Baiq Silvia Ariani Putri, dan Mustofa. Sementara itu, Universitas Padjadjaran (Unpad) diwakili Ayub Amir Muslim, Chelsia Arvianda Putri, dan Muhammad Naufal Suryaatmaja.
1. Unpad dan Unej punya pandangan berbeda

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 (dok. IDN Times) Tim Universitas Padjadjaran menilai perlindungan sosial menjadi kebutuhan mendesak bagi affiliator. Mereka menggambarkan profesi ini seperti berjalan di atas tali: kemampuan tinggi tetap dibutuhkan, tetapi tanpa jaring pengaman, risiko ketika terjadi musibah sangatlah besar.
Menurut tim Unpad, persoalan utama bukan sekadar meningkatkan kemampuan affiliator, melainkan memastikan mereka terlindungi saat risiko kerja terjadi. Mereka menyoroti masih banyaknya pekerja informal yang belum mendapatkan perlindungan optimal, meskipun skema pekerja bukan penerima upah sebenarnya sudah tersedia.
Sementara itu, Universitas Jember melihat tantangan dari sisi kompetensi. Perubahan algoritma, persaingan global, hingga hadirnya tools berbasis AI menuntut affiliator untuk terus beradaptasi agar tidak tertinggal di pasar digital.
2. Peningkatan skill vs risiko overwork pada affiliator

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 (dok. IDN Times) Menurut Unej, peningkatan kapasitas produksi konten, literasi data, dan pemasaran digital berdampak langsung pada kenaikan penghasilan affiliator.
Di sisi lain, Tim Unpad menilai jaminan sosial lebih krusial sebagai jaring pengaman. Hal tersebut ditegaskan saat menyoroti tingginya beban kerja di industri kreatif yang berdampak pada fisik dan mental pekerja.
"Keahliannya boleh terus ditambahkan dan diasah, tetapi kita juga harus mengerti bahwa affiliator rentan menghadapi risiko kerja ekstrem, seperti gangguan kesehatan berat akibat kelelahan berlebih (overwork),” ujar perwakilan Tim Unpad.
3. Unej sabet juara di Final Liga Debat IDN Times 2026

Universitas Jember Sebagai Pemenang Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 (dok. IDN Times) Perdebatan kian sengit saat membahas adaptasi teknologi dan dinamika algoritma yang terus memengaruhi performa affiliator. Tim Unej menekankan bahwa lewat upskilling dan reskilling, affiliator dapat secara mandiri meningkatkan pendapatannya hingga akhirnya mampu membayar jaminan sosial secara mandiri.
Berkat keutuhan argumen dan solusi berbasis pengembangan kapasitas yang ditawarkan, Universitas Jember akhirnya keluar sebagai pemenang dalam Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026.
Kompetisi ini sukses memperlihatkan beragam sudut pandang kritis mahasiswa dalam mengawal peluang dan tantangan Gen Z di sektor ekonomi kreatif. (WEB)




















