Dalam debat, Universitas Padjadjaran sebagai tim pro menilai jaminan sosial lebih dibutuhkan affiliator saat ini. Mereka mengibaratkan affiliator seperti pemain akrobat yang sudah memiliki kemampuan, tetapi tetap membutuhkan jaring pengaman ketika mengalami risiko saat bekerja.
Affiliator Gen Z Butuh Jaminan Sosial atau Skill? Ini Adu Argumen Unpad vs Unej

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 mempertemukan Unpad dan Unej untuk membahas prioritas jaminan sosial atau pelatihan kapasitas bagi affiliator Gen Z.
Unpad menilai affiliator rentan terhadap pendapatan tak pasti dan risiko kerja, sehingga negara serta platform perlu memperluas perlindungan sosial yang terjangkau, termasuk skema PBI.
Unej menekankan upskilling digital sebagai solusi akar masalah pendapatan di tengah algoritma dan persaingan; pendekatan ini mengantarkan mereka memenangkan debat.
Perkembangan dunia digital membuat Gen Z punya semakin banyak pilihan untuk mencari penghasilan. Salah satunya menjadi affiliator yang bisa bekerja secara fleksibel dengan mengandalkan konten dan performa di platform digital. Namun, di balik peluang tersebut, ada risiko yang ikut muncul, mulai dari pendapatan yang tidak pasti hingga perlindungan sebagai pekerja informal.
Hal itu menjadi perdebatan antara Universitas Padjadjaran dan Universitas Jember dalam Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 dengan tema “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z” yang digelar di IDN HQ, Rabu (19/8), dan didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan, Agrinas Pangan Nusantara, dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, kedua tim membahas mosi “Perlindungan Jaminan Sosial atau Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas yang Lebih Dibutuhkan Affiliator Zaman Now?”
Dalam pertandingan kali ini, Universitas Jember diwakili Algi Febriano, Baiq Silvia Ariani Putri, dan Mustofa, sementara Universitas Padjadjaran diwakili Ayub Amir Muslim, Chelsia Arvianda Putri, dan Muhammad Naufal Suryaatmaja.
1: Unpad: Affiliator butuh jaminan sosial sebagai pengaman

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 (dok. IDN Times) Keahliannya boleh terus ditambahkan dan diasah, tetapi kita juga harus mengerti bahwa affiliator rentan menghadapi risiko kerja ekstrem, seperti gangguan kesehatan berat akibat kelelahan berlebih (overwork),” ujar Tim Unpad dalam pemaparannya.
Menurut tim Unpad, persoalan utama bukan hanya bagaimana meningkatkan kemampuan affiliator, tetapi memastikan mereka tetap terlindungi ketika risiko pekerjaan terjadi. Mereka juga menyoroti masih banyaknya pekerja informal yang belum mendapatkan perlindungan secara optimal.
Salah satu argumen yang disampaikan tim adalah skema perlindungan bagi pekerja bukan penerima upah sebenarnya sudah tersedia, tetapi partisipasinya masih terbatas.
Tim Unpad juga menilai persoalan tersebut menunjukkan perlunya keberpihakan negara untuk memperluas perlindungan bagi pekerja dengan pola kerja yang semakin fleksibel.
2. Unej: Skill jadi bekal agar affiliator bisa bertahan

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 (dok. IDN Times) Sementara itu, Universitas Jember melihat persoalan dari sisi berbeda. Menurut tim kontra, tantangan terbesar affiliator justru datang dari kebutuhan pasar yang terus berubah.
Perubahan algoritma, persaingan global, perkembangan teknologi, hingga munculnya tools berbasis AI membuat affiliator harus terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal.
Tim Unej kemudian menyoroti pentingnya skill seperti produksi konten, literasi data dan performa, adaptasi teknologi, hingga pemasaran digital.
Mereka juga mengutip data yang disebut berasal dari Bank Dunia, yang mencatat 53 persen masyarakat Indonesia memiliki keterampilan digital dasar dan hanya 4 persen yang berada di tingkat lanjut. Menurut mereka, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan pekerjaan digital dan kompetensi yang tersedia.
Bahkan, tim Unej menilai peningkatan kapasitas dapat memberikan dampak langsung terhadap kemampuan affiliator dalam mendapatkan penghasilan.
3. Juri tantang kedua tim: Haruskah PBI jadi prioritas negara?

Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 (dok. IDN Times) Perdebatan semakin menarik ketika memasuki sesi pertanyaan panelis. Salah satu pertanyaan datang dari Agung Putu Iskandar, yang menyoroti kondisi pekerja informal di Indonesia.
Ia mempertanyakan bagaimana negara harus merespons jumlah pekerja informal yang terus bertambah, sementara kemampuan mereka untuk membayar perlindungan sosial secara mandiri masih terbatas.
“Sejauh apa negara harus memprioritaskan untuk meng-cover itu dengan skema PBI? Apakah PBI ini harus jadi prioritas negara, atau masing-masing tim punya pendekatan yang berbeda?”
Pertanyaan tersebut kemudian menjadi tantangan bagi kedua tim untuk menjelaskan apakah Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan perlu ditempatkan sebagai prioritas.
Bagi tim Unpad yang mendukung perlindungan sosial, PBI dinilai dapat menjadi salah satu cara negara hadir bagi pekerja yang belum memiliki kemampuan membayar iuran secara mandiri. Tim Unpad menilai jaminan sosial lebih dibutuhkan affiliator karena mereka berada dalam posisi rentan tanpa perlindungan otomatis, sehingga negara dan platform perlu ikut memastikan perlindungan tersebut tetap terjangkau, termasuk melalui skema iuran yang disesuaikan dengan penghasilan
Sementara itu, tim Unej menawarkan pendekatan yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas. Tim kontra berargumen bahwa pemerintah harus memprioritaskan peningkatan keterampilan (upskilling/reskilling) dan pengembangan kapabilitas affiliator pemula ketimbang pemberian bantuan iuran jaminan sosial (PBI/BPJS). Menurut mereka, masalah utama affiliator pemula adalah rendahnya pendapatan akibat keterbatasan keterampilan di tengah ketatnya persaingan pasar digital.
Pemberian jaminan sosial dinilai kurang efektif jika tidak menyelesaikan akar masalah pendapatan. Tim Unej menilai risiko fisik pekerjaan affiliator yang berbasis work-from-home relatif rendah. Dengan memprioritaskan pengembangan keterampilan, kapasitas pendapatan dan mobilitas sosial affiliator akan meningkat. Setelah pendapatan mereka stabil, mereka dapat mengakses dan membayar jaminan sosial secara mandiri.
Adu argumen dalam Final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 akhirnya dimenangkan oleh Universitas Jember. Kompetisi ini menunjukkan beragam perspektif mahasiswa dalam melihat peluang dan tantangan Gen Z di tengah perkembangan ekonomi kreatif. (WEB)





















