Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Istilah Unik Ini Biasa Ditemui di Pedesaan Jawa, Ada Jimpitan!
ilustrasi orang panen (pexels.com/yeremia krisnamurti)
  • Jimpitan adalah tradisi tabungan gotong royong warga desa berupa beras atau uang, yang dikumpulkan untuk kas serta kebutuhan fasilitas umum.
  • Bawon merupakan imbalan bagi pekerja panen padi, berupa hasil panen atau uang, dengan jumlah yang mengikuti banyaknya padi yang diperoleh.
  • Dusun menjadi unit wilayah di bawah desa, sementara tebasan adalah pembelian hasil kebun sebelum panen dan sambatan merupakan bantuan gotong royong kepada tetangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia memang kaya akan beragam kebudayaannya, salah satunya budaya di Jawa Tengah. Ada banyak istilah dalam bahasa Jawa yang mungkin hanya bisa ditemui di pedesaan. Buat kamu yang dari kecil tinggal di kota besar, bisa jadi sangat asing dengan istilah-istilah tersebut.

Saat kamu bertandang ke desa, pasti akan menemui budaya lokal, termasuk beberapa kata khas daerah setempat yang tidak dipahami. Nah, untuk menambah wawasanmu tentang budaya Jawa, berikut beberapa istilah unik yang biasa ditemui di pedesaan Jawa. Kira-kira, apa arti bawon?

1. Jimpitan

ilustrasi beras (pexels.com/icon0 com)

Bagi kamu yang baru saja tinggal di Jawa, khususnya Jawa tengah di area pedesaan, mungkin akan mendengar istilah jimpitan. Tradisi ini tampak sederhana, tapi memiliki makna yang mendalam bagi warga desa dan sudah dilakukan turun-temurun. Hingga saat ini, di beberapa desa di Jawa Tengah masih meneruskan tradisi jimpitan ini.

Jimpitan sendiri merupakan tradisi menabung secara gotong-royong yang biasa dilakukan di desa atau kampung. Barang yang ditabung tersebut bisa berupa beras atau uang. Pengumpulan jimpitan berupa uang biasanya diadakan tiap kali ronda malam. Sementara untuk jimpitan berupa beras, akan ditaruh di wadah di depan masing-masing rumah. Beras-beras tersebut akan dikumpulkan oleh petugas ronda pada saat berkeliling.

Hasil uang yang terkumpul akan dimasukkan ke kas desa. Begitu pula dengan beras. Beras tersebut bakal dikumpulkan dan akhirnya dijual kembali pada warga dengan harga murah. Uang hasil penjualan tersebut bakal digunakan untuk kepentingan desa, misalnya renovasi fasilitas umum.

2. Bawon

ilustrasi panen padi (pexels.com/Ruyat Supriazi)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Bawon adalah pembagian upah menuai padi yang berdasarkan banyak dan sedikitnya padi yang dipotong. Di keseharian masyarakat desa di Jawa Tengah, istilah bawon memang sudah umum didengar. Bawon sendiri berkaitan erat dengan kehidupan pertanian.

Singkatnya, bawon adalah imbalan untuk orang-orang yang ikut membantu memanen padi, yang diberikan dalam bentuk hasil panen atau upah berupa uang. Besar kecilnya bawon yang diterima bisa tergantung dari banyaknya padi yang dipanen. Semakin banyak padi yang didapatkan, maka bawon untuk para pekerja juga semakin melimpah.

3. Dusun

ilustrasi suasana desa

Di kota, mungkin kamu tak akan mendengar istilah "dusun". Dusun merupakan bagian kawasan administratif yang berada di bawah desa atau kelurahan. Dusun terdiri dari beberapa rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) dengan wilayah yang lebih kecil ketimbang desa. Setiap dusun memiliki nama dan dipimpin oleh seorang Kepala Dusun atau biasa dikenal Kadus.

Dusun, khususnya di Jawa Tengah, merupakan tempat di mana orang berinteraksi dan biasanya saling mengenal dengan akrab satu sama lain. Warga dusun juga dikenal dengan sikap gotong-royongnya. Karena keterbatasan wilayah yang tak sebesar desa, biasanya rasa kekeluargaan dan sikap saling tolong-menolong di sana lebih terasa kental.

4. Tebasan

ilustrasi orang panen (pexels.com/yeremia krisnamurti)

Kamu yang biasa tinggal di kota mungkin bakal asing dengan istilah tebasan ini. Tebasan sendiri berasal dari kata "tebas" dalam bahasa Jawa yang artinya memotong atau menebas. Biasanya, tebasan ini terjadi saat musim panen buah, seperti alpukat, mangga, dan durian.

Sistemnya adalah seorang pemilik kebun, pohon, atau sawah menawarkan dagangannya tersebut pada tukang tebas. Jika harganya sudah cocok, pembeli akan melakuka proses tebasan, yaitu mengambil hasil ladang sebelum dipanen.

5. Sambatan

ilustrasi sambatan di desa (pexels.com/Dio Alif Utomo)

Istilah sambatan masih sangat populer di kalangan masyarakat desa. Sambatan adalah gotong-royong masyarakat Jawa dengan memberikan bantuan pada tetangga yang sedang kesulitan. Sambatan ini bisa berupa mengurus dapur pernikahan tetangga hingga merenovasi rumah.

Guyup dan rukunnya masyarakat desa akan sangat terlihat ketika ada sambatan di sana. Biasanya, sambatan dilakukan dengan suka cita dan tanpa paksaan. Upah untuk orang yang mengikuti sambatan bisa berupa makanan atau bahan pokok.

Meskipun tidak tinggal di desa, tapi gak ada salahnya untuk mengenal istilah-istilah unik yang hanya bisa kamu dapati di desa. Siapa tahu pengetahuan umum ini akan berguna suatu saat nanti ketika kamu berkunjung ke desa. Itung-itung biar gak shock culture.

Curated For You

Editorial Team

Related Article