Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Jurusan Kuliah Harus Sesuai Passion?
ilustrasi mahasiswa jurusan Tata Boga (vecteezy.com/Benis Arapovic)
  • Passion bisa berubah seiring waktu, jadi memilih jurusan tidak harus selalu berdasarkan minat yang sudah pasti sejak awal.
  • Mengandalkan passion saja tanpa mempertimbangkan kemampuan adaptasi dan realitas dunia kerja bisa membuat kuliah terasa berat.
  • Jurusan kuliah bukan penentu masa depan mutlak karena banyak orang sukses di bidang berbeda dari jurusannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak siswa SMA menghadapi dilema saat menentukan jurusan kuliah karena harus memilih antara mengikuti passion dan mengambil jurusan yang dirasa lebih aman dan realistis. Kamu mungkin sering mendengar nasihat bahwa kuliah harus sesuai minat supaya lebih mudah menjalaninya. Namun, di sisi lain, ada juga yang memilih jurusan karena peluang kerja, gaji, atau tuntutan keluarga.

Akhirnya banyak orang jadi makin galau. Takut salah jurusan, takut masa depan tidak jelas, tapi juga takut kehilangan passion sendiri. Jika sudah begini, apakah jurusan kuliah harus sesuai passion? Sebenarnya, yang terpenting adalah apakah kamu bisa berkembang dan bertahan di jurusan itu dalam jangka panjang. Kalau kamu masih bingung dengan hal tersebut, baca penjelasan di bawah ini untuk mencerahkan pikiranmu.

1. Passion itu bisa berubah

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Yusuf Çelik)

Banyak orang mengira passion adalah sesuatu yang langsung terasa sejak kecil. Padahal kenyataannya, minat seseorang bisa berubah seiring waktu. Ada mahasiswa yang awalnya 'asal pilih' jurusan kuliah, tapi lama-lama malah suka setelah menemukan mata kuliah yang cocok. Ada juga yang dulu sangat passionate di satu bidang, tapi setelah kuliah malah merasa capek dan kehilangan minat. Ini normal sekali.

Saat masih SMA, pengalaman kita biasanya masih terbatas. Jadi, wajar kalau belum benar-benar tahu bidang apa yang paling cocok untuk diri sendiri. Kadang seseorang baru menemukan ketertarikannya setelah ikut organisasi, magang, kerja part time, atau masuk dunia kerja. Maka dari itu, memilih jurusan tidak harus selalu berdasarkan passion yang super pasti.

2. Kalau hanya mengandalkan passion, bisa jadi berat juga

ilustrasi mahasiswa merasa lelah (pexels.com/Andy Barbour)

Passion memang penting karena bisa membuat seseorang lebih semangat belajar. Namun, kalau hanya mengandalkan passion tanpa mempertimbangkan hal lain, hasilnya juga bisa bikin stres. Misalnya, kamu suka menggambar dan memilih jurusan desain. Namun, ternyata kamu tidak nyaman dengan deadline, revisi terus-menerus, atau persaingan kerja di bidang kreatif. Akhirnya kuliah jadi terasa berat meskipun sesuai minat.

Sebaliknya, ada juga orang yang awalnya biasa aja dengan jurusannya, tapi tetap bisa sukses karena disiplin dan mau belajar. Karena di dunia nyata, passion bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Kemampuan adaptasi, konsistensi, dan cara menghadapi tekanan juga punya pengaruh besar.

3. Jurusan kuliah bukan penentu seluruh hidup

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/ Mikhail Nilov)

Ini yang sering dilupakan banyak orang. Memilih jurusan memang penting, tapi bukan berarti hidupmu langsung terkunci selamanya. Banyak orang akhirnya bekerja di bidang yang berbeda dengan jurusan kuliahnya.

Anak teknik bisa kerja di perbankan. Anak biologi bisa masuk dunia digital marketing. Bahkan ada lulusan hukum yang akhirnya jadi content creator atau entrepreneur.

Dunia kerja sekarang jauh lebih fleksibel dibanding dulu. Skill tambahan, pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, dan networking sering kali lebih dilihat daripada sekadar nama jurusan. Jadi, kalau sekarang kamu belum menemukan “passion sejati”, bukan berarti masa depanmu hancur.

4. Yang penting bukan sekadar suka, tapi juga kuat menjalaninya

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Kadang ada bidang yang kita suka, tapi ternyata tidak kuat menjalani prosesnya. Ada juga bidang yang awalnya terasa biasa saja, tapi ternyata cocok dengan ritme hidup dan kemampuan kita. Oleh sebab itu, saat memilih jurusan, coba tanyakan beberapa hal ini ke diri sendiri:

  • Apakah aku cukup tertarik untuk mempelajari bidang ini selama beberapa tahun?

  • Apakah aku sanggup menghadapi tugas dan tekanan di jurusan ini?

  • Apakah lingkungan kerjanya cocok dengan kepribadianku?

  • Apakah aku punya kemampuan dasar yang bisa dikembangkan di bidang ini?

Karena kuliah bukan hanya soal “suka”, tapi juga soal bertahan dan berkembang.

5. Tidak punya passion juga bukan berarti gagal

ilustrasi mahasiswa kedokteran hewan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Banyak calon mahasiswa sebenarnya belum benar-benar tahu passion mereka. Namun, media sosial sering membuat seolah-olah semua orang harus sudah menemukan tujuan hidup sejak umur 18 tahun. Padahal, tidak semua orang berjalan dengan timeline yang sama.

Ada yang baru menemukan passion setelah lulus kuliah. Ada yang baru sadar bidang yang disukai setelah bekerja beberapa tahun. Bahkan, ada yang menjadikan pekerjaan hanya sebagai sumber penghasilan, sementara passion dijalani di luar pekerjaan. Dan itu sah-sah saja. Kamu tidak harus punya hidup yang sama persis dengan orang lain.

Jadi, apakah jurusan kuliah harus sesuai passion? Idealnya iya, tapi tidak wajib 100 persen. Kalau bisa menemukan jurusan yang sesuai dengan minat sekaligus realistis untuk dijalani, tentu bagus. Meski begitu, kalau belum menemukan passion yang jelas, kamu tetap bisa memilih jurusan berdasarkan kemampuan, peluang kerja, atau hal yang lebih masuk akal untuk kondisi saat ini. Karena pada akhirnya, banyak orang sukses bukan karena sejak awal mereka menemukan passion, tapi karena mereka terus belajar, berkembang, dan serius menjalani apa yang ada di depan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article