ilustrasi belajar, kuliah, dosen (pexels.com/Yan Krukau)
Masalah literasi ternyata gak hanya berhubungan dengan nilai kuliah, lho. Brad East, profesor teologi di Abilene Christian University, melihat bahwa banyak mahasiswa sebenarnya memiliki masalah kepercayaan diri saat berhadapan dengan bacaan yang sulit. Ketika tekanan nilai dikurangi dan mereka didorong untuk mencoba membaca, sebagian besar mahasiswa mampu menunjukkan perkembangan yang positif.
Brooke Vuckovic, profesor dari Northwestern Kellogg School of Management, juga menemukan hal serupa. Dalam setiap periode perkuliahan, sekitar 40% hingga 50% mahasiswanya menganggap diri mereka sebagai pembaca pemula atau pembaca yang enggan. Namun setelah mereka mulai membiasakan diri membaca, perubahan kemampuan dapat terjadi dengan cukup cepat.
Lebih jauh lagi, Wilson menilai bahwa membaca membantu seseorang memahami sudut pandang orang lain. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan empati, memperkuat hubungan sosial, dan membangun rasa kebersamaan. Ketika budaya membaca melemah, risiko munculnya kesepian, kecemasan, hingga polarisasi sosial juga berpotensi meningkat.
Menariknya, kebiasaan membaca justru masih menjadi aktivitas yang banyak dilakukan kelompok orang sangat sukses. Survei J.P. Morgan terhadap lebih dari 100 miliarder pada 2025 menemukan bahwa membaca merupakan salah satu kebiasaan yang paling sering dimiliki para pencapai sukses tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca tetap menjadi aset penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Krisis literasi yang dialami sebagian Gen Z menjadi peringatan bahwa kemampuan membaca gak bisa dianggap sepele. Ketika kebiasaan membaca menurun, dampaknya bukan hanya terasa di ruang kelas, tapi juga pada kemampuan berpikir kritis, rasa percaya diri, hingga kualitas hubungan sosial.
Kampus memang bisa menyesuaikan metode pembelajaran, tapi kebiasaan membaca tetap harus dibangun dari diri sendiri. Semakin sering kamu melatih kemampuan membaca dan memahami teks yang lebih kompleks, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan sehari-hari.