Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pasangan yang Lebih Tua Belum Tentu Sabar saat Kamu Ngambek?

Kenapa Pasangan yang Lebih Tua Belum Tentu Sabar saat Kamu Ngambek?
ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber)
  • Pasangan lebih tua bisa kurang sabar menghadapi ngambek karena kesibukan, tanggung jawab kerja, serta kebutuhan menghemat waktu dan energi.
  • Respons pasangan bergantung pada masalah dan karakter pribadinya; persoalan yang dianggap sepele atau kebiasaan tidak menyukai ngambek dapat memicu sikap lebih keras.
  • Perbedaan usia dan lingkungan yang lebih matang membuat ngambek terlihat kekanak-kanakan; pasangan cenderung menginginkan komunikasi terbuka serta pencarian solusi bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apa yang diharapkan olehmu dari hubungan beda usia antara dirimu dengan pasangan? Kalau kamu yang lebih muda dan sengaja memilih pasangan berumur beberapa tahun di atasmu, barangkali dirimu punya ekspektasi tertentu. Kamu berharap dia lebih sabar menghadapimu.

Mungkin sebelumnya dirimu punya pengalaman kurang menyenangkan saat berpacaran dengan orang yang sepantar atau lebih muda. Emosi kalian sama-sama tinggi. Ketika kamu kesal dan ngambek karena sesuatu, bukannya pasangan sebaya menenangkanmu, justru ikut-ikutan marah.

Kalian menjadi sering sekali ribut lalu putus nyambung. Namun, apakah berpasangan dengan orang yang lebih berumur pasti enak? Perlu dipahami bahwa pasangan yang lebih tua belum tentu sabar saat kamu ngambek. Malah reaksinya bisa cukup keras. Berikut alasannya.

  1. 1. Dia makin sibuk, to the point menghemat waktu dan energi

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Dio Helmy Ardham)

    Misalnya, kamu berumur 25 tahun dan pasanganmu berumur 35 tahun. Pada umur segitu, dirimu baru 1 atau 2 tahun bekerja. Kamu masih di entry level dan fokusmu hanya pada tugas-tugas inti. Sementara di kantor pasangan, dia sudah termasuk cukup senior.

    Tanggung jawabnya dalam pekerjaan lebih besar. Bahkan di usia 30 tahun lebih, orang sedang bekerja keras untuk membuat kehidupannya mapan. Dunianya didominasi oleh urusan pekerjaan.

    Mungkin pasanganmu juga melakoni lebih dari satu pekerjaan agar punya lebih banyak uang untuk mengejar berbagai tujuan finansial. Semua itu sudah melelahkan baginya. Bila masih ditambah sikapmu yang sedikit-sedikit ngambek, rasanya tak tertahankan. Diammu cuma membuang-buang waktu serta energinya yang begitu berharga buat membujukmu untuk mau bicara.

  2. 2. Tergantung persoalannya, cukup besar atau terlalu sepele

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Imron Khan)

    Apa yang membuatmu ngambek? Itu memengaruhi sikap pasangan. Dia bisa lebih pengertian kalau persoalan yang melatarbelakanginya memang cukup besar. Ia akan menganggap wajar saja jika dirimu kesal.

    Namun, jika menurutnya masalahnya sepele, bukannya dia merasa bersalah dan peduli, malah lebih jengkel daripada kamu. Seperti cuma persoalan telat menjemput beberapa menit. Padahal, dirimu juga tahu situasi lalu lintas di luar kendalinya.

    Apalagi di jam-jam sibuk seperti pulang kerja. Kalau kamu ngambek hanya karena masalah seperti itu, bisa-bisa dia menyuruhmu next time pulang atau pergi sendiri saja. Buat orang yang lebih berumur, persoalan kecil tak perlu dibesar-besarkan.

  3. 3. Sejak ia muda gak suka dengan aksi ngambek

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Arjun Adinata)

    Kamu belum pernah menjadi seumur dirinya. Namun, pasanganmu jelas pernah lebih muda dari sekarang. Saat itu kalian belum saling mengenal. Namun, bila sejak ia muda kurang bisa bertoleransi terhadap aksi ngambek siapa pun, maka terhadap pasangan juga cenderung sama.

    Contohnya, dia punya adik. Walau selisih usia mereka banyak, kalau adik mulai ngambek, ia ogah membujuk seperti orangtua mereka. Begitu pula saat dia punya pacar semasa SMA atau kuliah.

    Mau pacarnya ngambek seminggu penuh pun, ia tak mau ambil pusing. Tambah lama kekasihnya mengambek, tambah cuek pula dirinya. Kamu gak bisa berharap pasangan yang sejak dulu tidak sabaran dengan aksi ngambek menjadi lebih lunak ketika berhadapan denganmu.

  4. 4. Makin jauh usia kalian, ngambekmu makin terlihat childish

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/IN STORY)

    Berapa selisih umurmu dengan pasangan? Kalau masih di rentang 3 sampai 5 tahun, mungkin ketika kamu ngambek malah terlihat lucu baginya. Sebab ia sendiri belum terlalu lama meninggalkan usia segitu.

    Dia masih ingat ketika gampang ngambek juga sepertimu sekarang. Justru aksi ngambekmu mendorongnya untuk lebih menunjukkan sikap mengayomi. Agar dirimu lebih nyaman bersamanya.

    Beda jika usia pasangan lebih dari 10 tahun di atasmu. Tambah banyak selisih umur kalian, tambah ia merasa gak lagi relate dengan perasaanmu. Dia bahkan sudah lupa pernah mengambek seperti itu atau tidak. Di matanya, dirimu menjadi terlihat kekanak-kanakan sekali.

  5. 5. Dia biasa dikelilingi oleh orang-orang yang mature

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Ihza Akbar)

    Sikap seseorang turut terbentuk oleh lingkungannya. Ketika dirimu berumur 20-an tahun, teman-temanmu juga suka ngambek. Bukan cuma pasangan kekasih yang sering mengambek. Antarkawan pun kerap begitu.

    Sementara pasanganmu yang lebih tua dikelilingi oleh orang-orang yang sematang dirinya. Mereka tak pernah lagi ngambek. Sadar atau tidak, pasangan berharap kamu juga sedewasa teman-temannya.

    Ia menunjukkan reaksi kaget hingga gak sabaran ketika ternyata dirimu masih suka mendiamkannya karena kesal akan sesuatu. Kamu menjadi terlihat sangat sulit dimengerti. Tidak seperti teman-temannya di kantor yang lebih mudah dipahami karena sikap mereka cenderung sama.

  6. 6. Ia butuh teman diskusi, sementara ngambekmu memaksanya agar menurut

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Ferdy Jayadi)

    Orang dewasa kalau ada masalah lebih suka membicarakannya secara terbuka. Apa yang mengganjal di benak masing-masing dikomunikasikan. Biar satu sama lain lebih bisa saling memahami. Kemudian mereka bergerak mencari solusi.

    Itulah bagian yang paling penting. Gak ada gunanya fokus ke persoalan terus yang cuma bikin suasana hati masing-masing makin tidak menyenangkan. Sementara itu, kesukaanmu mengambek sama dengan menutup ruang diskusi di antara kalian.

    Dirimu berharap dimengerti tanpa perlu mengucapkan apa pun. Ini gak masuk akal buat pasanganmu. Jangan sampai sikap bungkammu malah membuat kesalahpahaman di antara kalian tambah rumit.

    Pun orang yang mengambek biasanya baru pulih kalau orang lain mau mengalah untuknya. Pasangan yang lebih tua belum tentu sabar saat kamu ngambek dan ia tidak bisa terus mengalah atas sikapmu. Dia merasa lebih berpengalaman dalam hidup untuk disetir olehmu sekalipun dalam diam.

    Hubungan asmara perlu dijaga oleh kedua belah pihak. Untuk pasangan dengan perbedaan usia yang cukup jauh, effort jangan cuma dari salah seorang. Dia bakal capek kalau kudu terus momong kamu yang gampang ngambek. Kamu pun mesti ada usaha untuk mendewasakan diri agar ia nyaman di sisimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More