Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penyebab Pengeluaran Lebih Deras yang Sering Gak Disadari

Penyebab Pengeluaran Lebih Deras yang Sering Gak Disadari
ilustrasi mencatat keuangan (pexels.com/olia danilevich)
  • Pengeluaran dapat membengkak bukan hanya karena kopi, tetapi juga kebiasaan titip makanan yang mendorong pilihan menu lebih mahal atau menambah biaya jasa pembelian.
  • Untuk keluarga, jajan anak tanpa stok di rumah dan belanja bahan segar setiap hari berpotensi menaikkan biaya; pembelian terencana serta pembatasan frekuensi belanja disarankan.
  • Tarif transportasi online saat jam sibuk lebih tinggi, sementara promo tanggal kembar dapat menghemat belanja rutin bila dipakai sesuai daftar kebutuhan dan tidak memicu belanja impulsif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sering beli kopi kekinian dituding menjadi penyebab pemborosan. Memang, frekuensi jajan kopi, apalagi harga per gelasnya memang lumayan mahal, akan sangat memengaruhi uang yang dibelanjakan per bulannya. Namun, bagaimana kalau kamu bahkan bukan peminum kopi?

Atau, dirimu sudah membawa kopi sendiri dari rumah, tetapi pengeluaran bulanan tetap mengkhawatirkan? Lantaran kopi cuma satu hal, boleh jadi penyebab pemborosannya memang bukan itu. Ada hal-hal lain yang bikin pengeluaranmu lebih gede daripada seharusnya.

Baik buat kamu yang lajang atau sudah berkeluarga, perlu mengecek kebiasaan-kebiasaan berikut. Makin cepat mengetahui penyebab pengeluaran lebih deras yang sering gak disadari, makin banyak uang yang bisa diselamatkan. Semoga akhir bulan ini gak setekor bulan-bulan sebelumnya.

  1. 1. Beli makan titip teman atau minta OB membelikannya

    makan bersama
    ilustrasi makan bersama (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Seberapa sering kamu titip beli makanan ke teman atau OB di kantor? Titip beli makanan sekalian sama orang lain sekilas memang terlihat lebih irit. Dirimu tidak perlu mengeluarkan bahan bakar untuk pergi ke rumah makan.

    Namun, kamu gak bisa leluasa memilih menu. Ada rasa tidak nyaman apabila dirimu gak menyesuaikan makanan dengan pilihan kawan. Misal, kalian sama-sama mau makan siang pakai nasi Padang.

    Teman pasti dua lauk, seperti rendang plus tunjang. Bukannya dirimu gak suka keduanya, tapi kocekmu sebenarnya lebih pas buat satu lauk saja, yaitu telur. Akan tetapi, demi kamu tidak dikasihani teman dan malu, akhirnya kamu memesan minimal satu lauk yang sama dengannya.

    Rendang atau tunjang saja yang tentu lebih mahal daripada telur. Sementara itu, minta tolong OB buat membelikan makanan membuatmu harus mengupahnya. Bukannya gak mau berbagi rezeki, tetapi jika begini tiap hari tentu sangat terasa.

  2. 2. Gak menstok jajanan anak di rumah

    jajan
    ilustrasi jajan (pexels.com/Firman Marek_Brew)

    Untukmu yang sudah punya anak doyan jajan, ini juga dapat menjadi penyebab pemborosan yang lumayan besar. Apalagi, dirimu gak kasih jatah uang jajan harian, mingguan, atau bulanan. Pokoknya, kapan pun anak ingin jajan, tinggal ke warung.

    Jika frekuensi anak jajan di warung ditotal, boleh jadi per harinya lebih dari dua kali. Sekali jajan 5 ribu rupiah saja berarti sudah melebihi 10 ribu rupiah. Mungkin biaya jajan anak per hari dapat mencapai 20 ribu rupiah.

    Biar lebih hemat, sebaiknya kamu menyimpan stok jajanan buat anak di rumah. Jajanan anak kalau dibeli satu atau beberapa pak sekalian akan lebih murah daripada eceran. Tinggal diatur per hari, anak boleh mengonsumsi jajanan yang mana saja.

  3. 3. Pesan ojek atau taksi online di jam sibuk

    pengguna ojol
    ilustrasi pengguna ojol (pexels.com/neilstha firman)

    Saat ini kebutuhan akan layanan ojek atau taksi online sangat tinggi. Kamu salah satu pengguna yang rutin memesan untuk pergi dan pulang kerja atau kuliah. Di jam berangkat serta pulang kantor pasti masuk waktu terpadat di jalan.

    Pemesanan ojol dan taksol juga melonjak. Bila dirimu langsung memesannya di jam sibuk, tentu tarifnya bisa jauh lebih tinggi. Apalagi, kamu bergerak dari pusat kota ke pinggiran.

    Selisihnya dari jam lain bisa sampai puluhan ribu rupiah. Jika kamu ingin lebih hemat, tunggu sebentar dan cek aplikasi beberapa kali. Saat tarif perjalanan sudah turun, baru dirimu memesannya. Uang yang dapat dihemat lumayan sekali.

  4. 4. Tidak memanfaatkan diskon angka kembar untuk belanja rutin

    memanfaatkan diskon
    ilustrasi memanfaatkan diskon (pexels.com/Max Fischer)

    Godaan promo belanja angka kembar bisa baik atau buruk untuk diikuti, tergantung pada pemahamanmu akan kebutuhanmu sendiri. Seandainya dirimu asal beli ini itu cuma gara-gara lagi 8.8, 9.9, dan sebagainya, tentu bikin boros. Namun, promo angka kembar yang dimanfaatkan secara bijak bakal sangat bermanfaat.

    Selalu miliki daftar belanja rutin yang dapat dibeli melalui marketplace. Misalnya, sabun mandi, sampo, parfum, skincare, dan sebagainya. Dirimu membutuhkannya setiap bulan.

    Jangan sampai kamu melewatkan promo menarik saat tanggal kembar. Akan tetapi, hindari menggunakan diskon gede tersebut untuk kalap memberi segala produk hanya karena lapar mata. Malah kebutuhan penting terlupakan dan baru diingat setelah masa promo berakhir.

  5. 5. Belanja bahan segar setiap hari

    belanja sayuran
    ilustrasi belanja sayuran (pexels.com/Sam Lion)

    Keinginan untuk selalu menghidangkan masakan yang fresh buat keluarga atau diri sendiri juga dapat berujung pada pengeluaran yang membengkak. Semestinya yang harus fresh, baru dimasak hari itu juga adalah menunya. Misalnya, sayur bayam dimasak hari Senin ya untuk hari itu saja.

    Bukan sayur dipanaskan lagi buat keesokannya. Sementara bahan-bahannya dapat disimpan di lemari es. Bahan tetap segar meski disimpan beberapa hari. Kamu tidak perlu belanja setiap hari.

    Jika dirimu ke pasar atau warung tiap hari, pasti ujung-ujungnya beli bahan masakan lebih banyak dari kebutuhan. Mending batasi frekuensi belanja setiap minggunya. Misalnya, cuma 2 atau 3 kali dalam sepekan. Pastikan semua bahan di kulkas habis dulu sebelum belanja lagi.

    Ketika penyebab pengeluaran lebih deras yang sering gak disadari sudah bikin keuangan tidak sehat, pelacakan arus uang memang harus segera dilakukan. Jangan berharap bulan depan pengeluaran berkurang dengan sendirinya apabila tidak ada usaha darimu untuk mengubah sejumlah kebiasaan. Pengeluaran yang terkontrol akan membuatmu lebih tenang dan percaya diri menjalani hari sampai gajian lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More