Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Opah sampai Tok Dalang: Karakter Upin & Ipin yang Ajarkan Arti Keluarga

Opah sampai Tok Dalang: Karakter Upin & Ipin yang Ajarkan Arti Keluarga
cuplikan episode Raja Buah di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
Share Article

Keluarga dalam serial Upin & Ipin bukan sekadar kumpulan orang yang tinggal serumah. Dari sosok Opah yang mengasuh cucu-cucunya, Kak Ros yang terlihat tegas, hingga Upin dan Ipin yang selalu bersama, serial ini memperlihatkan bahwa keluarga juga berarti tempat untuk belajar, merasa aman, berbagi, dan saling menjaga.

Bahkan, karakter di luar keluarga inti seperti Tok Dalang ikut menunjukkan bahwa rasa kekeluargaan bisa tumbuh melalui hubungan yang penuh perhatian. Berikut karakter serial Upin & Ipin yang mengajarkan arti keluarga.

  1. 1. Opah: Sosok pengasuh yang memberi rasa aman

    cuplikan episode Upin Ipin Terompah Opah (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan episode Upin Ipin Terompah Opah (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Opah menjadi salah satu pusat kehidupan keluarga Upin dan Ipin. Setelah orangtua si kembar dikisahkan meninggal ketika mereka masih bayi, Opah mengambil peran sebagai pengasuh bagi Kak Ros, Upin, dan Ipin. Sosoknya tidak selalu digambarkan dengan nasihat panjang, tetapi melalui rutinitas sederhana seperti menyiapkan makanan, mengingatkan cucu, menemani mereka, dan menjadi tempat pulang.

    Kehadiran Opah menunjukkan bahwa kasih sayang keluarga sering kali justru terlihat dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang kali. Gambaran ini sejalan dengan penjelasan Center on the Developing Child di Harvard University mengenai pentingnya hubungan responsif antara anak dan orang dewasa yang merawatnya.

    "Hubungan responsif dan pengalaman positif membangun struktur otak yang kuat. Tanpa interaksi responsif yang membangun koneksi saraf, struktur otak anak yang sedang berkembang dapat menjadi lemah, sehingga kemampuan belajar, perilaku, dan kesehatan di kemudian hari bisa terganggu. Baik anak usia dini maupun pengasuh mereka dapat memulai serta merespons dalam proses yang berkelanjutan ini," dikutip dalam laporan Applying the Science of Child Development in Child Welfare Systems Center on the Developing Child Harvard University.

    "Karena hubungan yang responsif merupakan hal yang diharapkan secara perkembangan dan penting secara biologis, ketiadaan hubungan semacam itu menandakan ancaman serius bagi kesejahteraan anak—terutama pada tahun-tahun awal—serta mengaktifkan sistem respons stres tubuh, yang dapat menimbulkan konsekuensi fisiologis seumur hidup," tambahnya.

    Artinya, sosok seperti Opah bukan hanya penting karena ia adalah nenek, tetapi karena ia menjadi figur dewasa yang konsisten dalam kehidupan Upin dan Ipin. Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan aman untuk berkembang.

  2. 2. Kak Ros: Ketegasan yang sebenarnya bentuk kepedulian

    Kak Ros memarahi adiknya (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Kak Ros memarahi adiknya (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Kak Ros mungkin menjadi karakter yang paling sering terlihat galak kepada Upin dan Ipin. Ia mudah kesal ketika kedua adiknya berbuat nakal, tetapi di balik sikap tegas tersebut, Kak Ros tetap menunjukkan kepedulian sebagai seorang kakak.

    Ia mengawasi adiknya, ikut memastikan mereka tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, dan sering terlibat dalam berbagai persoalan yang dihadapi keluarga. Karakter Kak Ros mengingatkan bahwa menyayangi anggota keluarga tidak selalu berarti selalu berkata lembut atau membiarkan semua keinginan mereka.

    Dalam hubungan keluarga, batasan dan aturan juga mempunyai fungsi penting. UNICEF dalam materi tentang hubungan keluarga menjelaskan bahwa anak membutuhkan dukungan, komunikasi terbuka, dan batasan yang membantu mereka memahami perilaku yang tepat.

    "Ciri-ciri hubungan keluarga yang sehat meliputi kasih sayang, kepercayaan, kejujuran, sikap saling menghargai, kesabaran, kepedulian, rasa hormat satu sama lain, ketangguhan, toleransi, perlindungan dan rasa aman, serta membantu orang lain merasa dihargai dan membangun harga diri," demikian laporannya.

    Kak Ros juga memperlihatkan bahwa anggota keluarga tidak harus memiliki cara yang sama dalam menunjukkan kasih sayang. Opah mungkin lebih lembut, sedangkan Kak Ros lebih ekspresif dan tegas. Perbedaan karakter itu justru membuat dinamika keluarga terasa realistis.

  3. 3. Upin dan Ipin: Saudara yang mengajarkan arti saling menemani

    cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Hubungan Upin dan Ipin menjadi contoh paling sederhana tentang arti memiliki saudara. Sebagai saudara kembar, mereka hampir selalu menjalani berbagai pengalaman bersama, mulai dari bermain, bersekolah, menghadapi masalah, sampai mencari jalan keluar dari kenakalan yang mereka lakukan sendiri.

    Perbedaan karakter di antara keduanya juga membuat hubungan tersebut menarik. Upin cenderung lebih banyak bicara dan mengambil inisiatif, sementara Ipin sering tampil lebih spontan dan menggemaskan. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa keluarga bukan hanya tempat mendapatkan bantuan ketika sedang mengalami kesulitan, tetapi juga tempat berbagi pengalaman sehari-hari.

  4. 4. Tok Dalang: Keluarga tidak selalu harus sedarah

    Upin, Ipin, dan Tok Dalang mencari siput (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Upin, Ipin, dan Tok Dalang mencari siput (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Tok Dalang adalah contoh menarik bahwa rasa kekeluargaan dapat muncul di luar hubungan darah. Ia bukan kakek kandung Upin dan Ipin, tetapi kedekatannya dengan keluarga Opah membuatnya seperti bagian dari keluarga.

    Tok Dalang dan Opah merupakan tetangga sekaligus sahabat lama, sementara Tok Dalang juga sering membantu keluarga Upin dan Ipin ketika mereka membutuhkan pertolongan. Kehadiran Tok Dalang juga memperlihatkan pentingnya kehidupan bertetangga.

    Ia tidak hanya muncul ketika ada masalah besar, tetapi ikut dalam aktivitas sehari-hari Upin dan Ipin. Dalam sejumlah cerita, Tok Dalang membantu keluarga Opah dan memperlakukan si kembar seperti cucunya sendiri.

    Dari sini, pesan yang bisa diambil adalah bahwa keluarga yang hangat tidak harus selalu terbentuk karena hubungan biologis. Kepedulian, kepercayaan, dan kesediaan hadir juga dapat membuat seseorang menjadi bagian penting dalam kehidupan kita.

  5. 5. Kampung Durian Runtuh: Keluarga juga bisa berarti komunitas

    Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production)
    Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production)

    Jika diperhatikan lebih luas, arti keluarga dalam Upin & Ipin sebenarnya tidak berhenti di rumah Opah. Kampung Durian Runtuh menghadirkan lingkungan sosial yang diisi tetangga, guru, teman, dan orang dewasa lain yang ikut memengaruhi kehidupan anak-anak.

    Upin dan Ipin memiliki teman seperti Mail, Ehsan, Fizi, Jarjit, Mei Mei, dan Susanti. Mereka juga berinteraksi dengan guru serta orang-orang dewasa di lingkungan sekitar. Karena itu, dunia mereka terasa seperti sebuah komunitas kecil tempat setiap orang saling mengenal dan membantu.

    "Ketika sebuah lingkungan atau komunitas mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak usia dini, hal itu tidak hanya meningkatkan pengalaman masa kanak-kanak tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental sepanjang hayat. Semua orangtua dan orang dewasa lainnya yang mengasuh anak-anak usia dini dapat mendorong perkembangan yang sehat melalui hubungan yang stabil, penuh kasih sayang, dan responsif," demikian laporan Finding the Balance: Transforming How We Think About the Body’s Response to Stress in Early Childhood Center on the Developing Child Harvard University.

    Itulah yang membuat Kampung Durian Runtuh terasa seperti lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak. Upin dan Ipin tidak hanya belajar dari Opah dan Kak Ros, tetapi juga dari teman, guru, serta tetangga yang mereka temui. Pesannya sederhana: membesarkan anak bukan hanya tugas satu orang. Lingkungan yang penuh perhatian dapat ikut membentuk rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, dan ketahanan anak ketika menghadapi masalah.

    Opah, Kak Ros, Upin, Ipin, dan Tok Dalang menghadirkan bentuk keluarga yang berbeda-beda, tetapi memiliki benang merah yang sama: hadir untuk satu sama lain. Pelajaran terbesar dari Kampung Durian Runtuh mungkin bukan tentang menjadi keluarga yang sempurna, melainkan tentang menjadi orang-orang yang mau hadir ketika satu sama lain membutuhkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More