ilustrasi minta kepastian (pexels.com/RDNE Stock project)
Selama ini orang narsis sering dibayangkan sebagai sosok yang percaya diri, suka membicarakan dirinya sendiri, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Gambaran tersebut memang bisa ditemukan pada grandiose narcissism, tetapi narsisme juga dapat muncul dalam bentuk yang lebih rentan atau vulnerable narcissism. Pada bentuk ini, seseorang justru dapat terlihat lebih pendiam, mudah malu, sensitif terhadap penolakan, dan sangat memikirkan penilaian orang lain.
Kebutuhan akan pengakuan pun tidak selalu muncul dalam bentuk meminta pujian secara terang-terangan. Mereka bisa terus mencari kepastian bahwa dirinya disukai, merasa penting bagi orang lain, atau tidak kalah dibandingkan orang di sekitarnya. Jadi, orang yang terus membanggakan dirinya dan orang yang terus-menerus membutuhkan kepastian dari orang lain bisa sama-sama memiliki kecenderungan narsistik, meskipun cara menunjukkannya sangat berbeda.
Keinginan untuk mendapat apresiasi sebenarnya merupakan hal yang wajar. Hampir semua orang senang ketika usaha dan pencapaiannya dihargai oleh orang lain. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketika penilaian tersebut mulai menentukan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri. Sebab pada kondisi itu pujian bukan lagi sekadar sesuatu yang menyenangkan, melainkan terasa seperti sesuatu yang harus terus didapatkan agar dirinya tetap merasa berharga.