Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[MADING] Literasi Keuangan sebagai Fondasi Masa Depan
IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Halo! Kami Tim WIDYALOKA dari SMA Negeri 2 Amlapura! Lewat mading digital yang berjudul "Literasi Keuangan Sebagai Fondasi Masa Depan", kami ingin mengajak generasi muda membongkar jebakan tren masa kini. Banyak yang mengira FOMO, YOLO, dan self reward adalah jalan keluar untuk mencapai kebahagiaan, padahal tanpa disadari, itu semua hanya jebakan gaya yang membuat dompet merana.

Tim redaksi kami terdiri dari:

  • Guru pendamping: Ida Ayu Sintya Ratna Dewi S.Pd.

  • Penulis: I Gusti Ayu Gita Dewi, Ni Ketut Naomi Anggarini

  • Desain Visual: Kadek Mutya Prajwalita

  • Videografer: I Ketut Arya Wijaya

Karya ini dibuat untuk keperluan kompetisi mading digital IDN Times Xplore 2026. Mading ini ditampilkan apa adanya tanpa proses penyuntingan dari redaksi IDN Times.

Esai: Latar Belakang

IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Pernahkah kamu berpikir ingin menjadi kaya, tetapi bingung harus mulai dari mana? Sudah mencoba menabung, tetapi sulit untuk konsisten? Kondisi ini semakin diperparah oleh perkembangan teknologi digital yang memberikan kemudahan akses terhadap berbagai layanan. Hanya dengan satu kali klik, barang datang dan uang berkurang tanpa terasa.

Di sisi lain, muncul pula tren fear of missing out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal karena tidak mengikuti tren yang sedang berkembang. Remaja sering kali merasa perlu mengikuti gaya hidup tertentu agar tidak dianggap ketinggalan zaman, seperti nongkrong di kafe, membeli pakaian baru, atau ikut menonton konser. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh pola pikir bahwa kita hanya hidup sekali atau you only live once (YOLO). Tidak berhenti sampai di situ, banyak remaja juga berlindung di balik istilah self reward. Pada dasarnya, self reward merupakan bentuk penghargaan sederhana kepada diri sendiri setelah berhasil mencapai sesuatu atau melalui masa yang sulit. Namun, istilah ini sering disalahartikan sebagai alasan untuk membeli barang mahal setiap kali merasa lelah, stres, atau mengalami masalah. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat mendorong perilaku konsumtif.

Menurut Darmawan (2026), berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat literasi keuangan generasi Z masih tergolong rendah. Pada tahun 2022, tingkat literasi keuangan nasional baru mencapai sekitar 49,68%. Akan tetapi, seiring semakin luasnya akses terhadap layanan keuangan, pemahaman masyarakat juga terus terdorong. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sukses meningkat hingga 69,57%. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan nyata, yang berarti remaja Indonesia masih memiliki peluang besar untuk terus memperkuat literasi keuangannya.

Melek finansial bukan hanya tentang kemampuan mengatur uang, tetapi juga tentang memahami cara membuat keputusan keuangan yang bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempersiapkan kondisi finansial untuk masa depan. Kemampuan ini penting dimiliki remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh tren dan mampu mengendalikan pengeluaran sesuai kemampuan. Dengan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan, remaja dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat serta lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa mendatang.

Lalu, harus mulai dari mana? Guna memutus rantai perilaku konsumtif, remaja harus mulai membatasi diri dalam memberikan self reward. Mulailah belajar menyisihkan uang, bukan menabung dari sisa uang yang ada. Dengan menyisihkan uang secara rutin sejak awal bulan, kita dapat membangun kebiasaan menabung sekaligus belajar mengendalikan pengeluaran.

Selain itu, ketika muncul keinginan membeli sesuatu akibat FOMO, cobalah menerapkan aturan 24 jam, yaitu menunda keputusan pembelian selama satu hari. Jika setelah 24 jam barang tersebut masih dirasa penting dan benar-benar dibutuhkan, barulah pertimbangkan untuk membelinya. Jika tidak, cukup lihat dan lupakan. Remaja harus berani mengubah pola pikir dari FOMO menjadi JOMO (Joy of Missing Out). JOMO adalah rasa senang, puas, dan bangga ketika kita memilih untuk absen dari tren yang tidak kita butuhkan. Remaja yang menerapkan JOMO akan merasa tenang karena menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh apa yang mereka pamerkan. JOMO adalah self love yang sesungguhnya karena bisa melindungi mental dan dompet kita dari tekanan media sosial.

Ingat, menolak ikut-ikutan tren bukanlah tanda bahwa kita ketinggalan zaman, melainkan bukti nyata dari kematangan emosional dan kemandirian dalam memegang kendali finansial.

Pada akhirnya, melek finansial bukan sekadar teori di atas kertas survei, melainkan keberanian mengambil kendali atas masa depan kita sendiri. Membangun kesadaran finansial sejak dini adalah modal utama agar generasi muda tidak mudah terombang-ambing oleh gengsi. Mari berhenti menjadikan self reward sebagai tameng pemborosan, dan mulailah bangga merayakan indahnya hidup dalam prinsip JOMO.

Esai: Kesimpulan

IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Dengan demikian, kemudahan transaksi digital yang berpadu dengan tren FOMO, YOLO, dan kekeliruan konsep self reward kian menjerumuskan remaja Indonesia ke dalam perilaku konsumtif. Di tengah kenaikan indeks literasi keuangan nasional hingga 69,57% berdasarkan SNLIK OJK 2026, tantangan terbesar kini bukan lagi soal akses informasi, melainkan kedisiplinan untuk menyisihkan uang, menunda pembelian barang yang tidak terlalu penting selama 24 jam, dan berani menerapkan prinsip JOMO.

Oleh karena itu, literasi finansial harus dibangun sejak dini sebagai investasi karakter. Kebiasaan bijak yang ditanam sejak remaja akan menjadi bekal untuk membedakan kebutuhan dan keinginan serta membangun kemandirian finansial di masa depan. Menolak boros bukanlah tanda ketinggalan zaman, melainkan bukti kedewasaan.

Ruang Kreasi - Infografik

IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Ruang Kreasi - Game

IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Rubrik Diskusi 1 - Infografik Bio Farma

IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Rubrik Diskusi 2 - Poster Bukit Asam

IDN Time Xplore (Tim Widyaloka_SMAN 2 Amlapura)

Tim Widyaloka berharap karya mading digital ini dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda. Semoga karya ini mampu menginspirasi kita semua untuk lebih peduli, berperan aktif, dan bersama-sama mengikuti tren yang dapat menciptakan perubahan positif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article