Tidak semua tekanan dalam hidup datang dari pekerjaan, sekolah, atau masalah keluarga. Ada juga tekanan yang muncul karena seseorang berulang kali menghadapi prasangka, perlakuan tidak adil, atau merasa dirinya dipandang berbeda oleh lingkungan sekitar. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai minority stress, yaitu stres yang muncul akibat pengalaman sosial yang terus berulang karena seseorang berasal dari kelompok minoritas atau kelompok yang sering mengalami stigma.
Hal yang membuat minority stress berbeda adalah gejalanya tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Banyak orang tetap bekerja, belajar, bergaul, bahkan terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain. Karena berkembang secara perlahan dan berlangsung dalam waktu lama, tidak sedikit orang yang menganggap apa yang mereka rasakan sebagai sesuatu yang normal. Padahal, tanpa disadari tekanan tersebut sudah memengaruhi cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari.
