Rivalitas dalam pertemanan itu nyata adanya. Ini berkaitan erat dengan emosi alamiah manusia yang bisa merasa rendah diri dan iri ketika melihat prestasi atau kebahagiaan orang lain. Bedanya terletak kepada cara seseorang mengontrol perasaan-perasaan negatif itu. Ada yang bisa melewatinya setelah melakukan refleksi dan menjaga jarak, tetapi ada yang termanifestasi sebagai rivalitas yang tidak sehat dan lain sebagainya.
Tak dimungkiri, dalam hubungan yang sudah rekat, seperti persahabatan sekalipun, perasaan iri bisa datang dari berbagai faktor. Baik eksternal seperti kehadiran orang baru, maupun internal, yakni keresahan dan trauma dari diri sendiri. Mau tahu sekompleks apa rivalitas dalam konteks pertemanan? Silakan baca enam novel fiksi berikut.
