Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠Kenapa Grandma Hobbies Kembali Digemari? dari Merajut hingga Baking

⁠Kenapa Grandma Hobbies Kembali Digemari? dari Merajut hingga Baking
Ilustrasi grandma hobbies (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Share Article

Jika dahulu merajut, menyulam, atau needlepoint identik dengan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh nenek di rumah, sekarang kegiatan ini justru menarik berbagai kalangan usia. Hobi yang identik dengan generasi yang lebih tua ini justru makin sering muncul di media sosial dan kembali dilirik oleh anak muda. 

Tren ini bahkan punya istilah tersendiri, yaitu grandma hobbies. Aktivitasnya yang cenderung lebih lambat dan sedikit ketinggalan zaman justru terasa menyegarkan di tengah kehidupan yang dipenuhi layar, notifikasi, scrolling, dan hasrat untuk terus mengikuti tren. Lantas, apa yang membuat kegiatan yang identik dengan hobi seorang nenek ini terlihat menarik lagi?

  1. 1. Mencari hobi yang nggak bisa diselesaikan dalam sekali duduk

    ilustrasi crochet (pexels.com/Miriam Alonso)
    ilustrasi crochet (pexels.com/Miriam Alonso)

    Salah satu ciri khas dari grandma hobbies adalah proses kegiatannya yang panjang. Saat merajut sweater, membuat needlepoint, atau menyulam bisa memerlukan waktu berminggu-minggu atau bahkan beberapa bulan. Di tengah kebiasaan menonton video beberapa detik dan berbagai kegiatan yang dapat dihasilkan secara cepat, mempunyai aktivitas yang membutuhkan kesabaran menjadi pengalaman yang cukup berbeda. 

    “Dengan hobi ini, kamu jelas sedang mempelajari keterampilan baru, di saat yang bersamaan kamu juga berkomitmen untuk menghabiskan waktu untuk diri sendiri atau sekadar mengembangkan keahlian baru,” ujar Kenzie Elizabeth, kreator konten lifestyle, dikutip dari Bustle.

    Jadi, daya tariknya justru ada pada prosesnya. Ada rasa puas ketika bisa melihat sesuatu berkembang sedikit demi sedikit sampai akhirnya selesai. Ini juga yang membuat grandma hobbies berbeda dari sekadar mencari aktivitas untuk mengisi waktu luang. Mereka memang menikmati proses slow progressnya.


  2. 2. Memberi jalan keluar dari kebiasaan mengikuti tren

    Ilustrasi Menyulam (instagram.com/AlexGreen)
    Ilustrasi Menyulam (instagram.com/AlexGreen)

    Sekarang ini, kebiasaan scrolling media sosial sering membuat kita terpapar tren yang sedang berkembang. Hal ini terkadang memunculkan dorongan untuk mengikuti hal yang sama. Ketika melakukan grandma hobbies, seperti merajut atau merakit puzzle, perhatian kita tidak lagi tertuju pada apa yang sedang ramai di internet. 

    Menurut Kenzie Elizabeth, kreator konten lifestyle, “Aku memang masih scrolling di TikTok dan media sosial, tentu saja, tetapi sekarang sebagian besar feed-ku dipenuhi resep sourdough atau kanvas needlepoint,” ujarnya. “Aku sudah tidak terlalu berusaha mengikuti kehidupan orang lain lagi. Rasanya menyenangkan bisa disconnect. Aku jelas merasa lebih sedikit cemas, dan menurutku hal itu berkaitan dengan melakukan kerajinan yang prosesnya lambat dan menenangkan,” dikutip dari Bustle.

    Aktivitas ini menjadi ruang kecil untuk mengambil kembali perhatian kita yang biasanya terfokuskan pada apa yang terjadi di luar sendiri. Punya satu kegiatan yang tidak perlu diikuti siapa-siapa justru bisa terasa fresh.


  3. 3. Ada kepuasan saat skill kelihatan berkembang

    Ilustrasi baking (Pexels.com/cottonbro studio)
    Ilustrasi baking (Pexels.com/cottonbro studio)

    Ada rasa puas yang berbeda ketika kita merasakan sesuatu yang awalnya cuma berupa benang, kain, atau kanvas berubah menjadi benda yang benar-benar bisa digunakan. Apalagi, prosesnya membutuhkan keterampilan yang tidak langsung dikuasai dalam sekali coba. Setiap kesalahan, percobaan ulang, dan pola yang akhirnya berhasil membuat hasil akhirnya terasa lebih personal karena ada proses belajar yang ikut tersimpan di dalamnya.

    Hal ini juga membuat grandma hobbies terasa cocok untuk punya aktivitas yang menghasilkan sesuatu tanpa harus selalu berorientasi pada produktivitas. Selesai membuat sweater atau satu panel needlepoint memang bukan pencapaian besar dalam ukuran dunia kerja, tetapi ada bukti fisik bahwa waktu yang kita habiskan menghasilkan sesuatu. Rasanya berbeda dengan menghabiskan satu jam scrolling yang setelah selesai tidak meninggalkan apa-apa selain video yang sudah lupa kita tonton.

    Mungkin itu kenapa hobi seperti merajut, crochet, dan needlepoint kembali mempunyai tempat di kalangan anak muda. Di tengah tren yang terus berganti, justru hobi-hobi lama ini yang terasa paling relevan. Kamu nggak harus jago merajut atau langsung bikin needlepoint yang rumit untuk ikut mencobanya. Mulai saja dari hobi yang paling bikin penasaran dan nikmati prosesnya pelan-pelan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More