Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Pencuri Kebahagiaan yang Kudu Dilawan dengan Sikap Praktis, Stres?

8 Pencuri Kebahagiaan yang Kudu Dilawan dengan Sikap Praktis, Stres?
ilustrasi duduk sendirian (pexels.com/Padli Pradana)

Kamu susah payah berusaha membangun kebahagiaan dalam hidupmu. Namun, apakah dirimu merasa kebahagiaan itu sering runtuh dalam sekejap? Seperti pagi setelah bangun tidur, kamu masih merasa happy dan siap menjalani hari.

Akan tetapi, 1 atau 2 jam kemudian mendadak hatimu mendung. Perubahan suasana hati begini sampai dirimu lebih sering merasa tidak bahagia bukan tanpa penyebab. Memang terdapat beberapa hal yang bisa dengan sangat cepat mencuri kebahagiaanmu.

Bahkan pencuri kebahagiaan itu bekerja sebelum kamu sempat menyadarinya. Tahu-tahu perasaanmu telah berubah negatif. Rasa bahagia dan hati yang damai dapat seketika menguap oleh delapan hal berikut. Mana yang paling sering terjadi padamu?

1. Perbandingan yang bukannya memotivasi malah bikin insecure doang

bersedih
ilustrasi bersedih (pexels.com/Rizky Sabriansyah)

Perbandingan tidak selalu buruk. Sebab perbandingan juga bisa membuatmu lebih termotivasi untuk maju. Namun, ada pula perbandingan yang hanya membuatmu insecure.

Baik karena cara pandang ke diri yang memang cenderung rendah. Kondisi subjek yang dibandingkan denganmu terlalu berbeda sehingga sulit sekali disamai. Atau, cara orang lain dalam membandingkanmu yang terlalu menyakitkan hati.

2. Terus memikirkan hal-hal di luar kuasamu

merenung
ilustrasi merenung (pexels.com/Kaique Jorge)

Kamu bisa melakukan banyak hal. Namun, ini tidak sama dengan dirimu dapat melakukan segalanya. Semua makhluk hidup memiliki kererbatasan kemampuan. Terlalu memikirkan hal-hal yang berada di luar kendalimu hanya akan membuatmu stres. Cukup pikirkan hal-hal yang dapat dikontrol olehmu.

3. Membiarkan diri overthinking oleh ucapan orang

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Eden FC)

Perkataan orang memang bisa bikin gelisah. Kamu tidak dapat memastikan semua orang hanya mengatakan hal-hal yang menyenangkan bagimu. Mau telingamu sampai merah pun, kadang orang gak berhenti melontarkan kalimat yang tidak mengenakkan hati.

Pikirkan sebentar saja sebab mustahil pula buatmu sama sekali tak kepikiran. Namun, batasi agar jangan sampai kamu overthinking karenanya. Terlalu banyak energi akan habis bila dirimu berlebihan dalam memikirkannya.

4. Terlalu ingin selalu ada untuk orang lain

memikirkan sesuatu
ilustrasi memikirkan sesuatu (pexels.com/www.kaboompics.com)

Tentu maksudnya bukan sekadar kamu bersama orang-orang. Namun, juga keinginan membantu mereka apa pun yang terjadi atau mendengarkan semua ceritanya. Niat yang positif, tapi jadi negatif apabila sudah berlebihan.

Kamu begitu peduli pada orang lain sampai lupa memedulikan diri sendiri. Pun belum tentu orang yang dipedulikan juga memedulikanmu. Bahkan ketika dirimu amat membutuhkan kepedulian mereka. Ketika itu terjadi, kamu akan merasa dicurangi.

5. Perlu banyak syarat hanya untuk bahagia

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Andy Lee)

Syarat kebahagiaan kudu sesederhana mungkin supaya siapa pun mudah mencapainya. Jangan sampai demi bahagia saja, kamu malah menderita berkepanjangan. Coret satu per satu syarat kebahagiaan yang selama ini sukar terpenuhi. Semua itu hambatan buat kebahagiaanmu.

6. Kebencian dan amarah berkepanjangan

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Nguyễn Bảo Trung)

Kamu tak bisa bahagia dengan cara membenci atau marah terus pada siapa pun. Bahkan sekalipun dirimu memiliki alasan untuk itu. Seperti karena dia jahat padamu.

Perilaku jahatnya jangan dibiarkan merenggut kesempatanmu hidup bahagia. Katakan sudah cukup untuk kedua perasaan negatif tersebut dan lanjutkan hidup dengan tenang. Semudah itu kok, buat bahagia.

7. Berharap terlalu banyak pada orang lain

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Yasser Mutwakil ياسر متوكل)

Orang tidak sengaja hendak mengecewakanmu pun, kamu bakal kecewa sendiri. Besarnya harapanmu pada mereka sama dengan menyiapkan perangkap untuk diri sendiri. Orang lain sama sepertimu yang memiliki banyak keterbatasan sekaligus urusan pribadi. Tidak seorang pun berkewajiban mengabulkan keinginanmu.

8. Bertahan dalam hubungan yang tidak sehat

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Min An)

Hubungan yang gak sehat punya banyak tanda yang tidak bisa diabaikan. Akan tetapi, kamu kadang berlagak sok kuat menghadapi orang yang tak pernah mau berubah sedikit pun. Dirimu juga mengembangkan ekspektasi yang berulang kali tak terwujud. Yaitu, ia menyadari kesalahan-kesalahannya lalu menjadi pribadi yang lebih baik.

Kebahagiaanmu barangkali kerap sirna karena beberapa hal di atas sekaligus. Hari-hari menjadi terasa suram. Pikiran bahkan sulit untuk berkonsentrasi pada hal-hal penting. Singkirkan dulu pencuri kebahagiaan tersebut agar hidupmu lebih memuaskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us