Profil Eton College, Sekolah Pangeran George dan William

- Kensington Palace mengonfirmasi Pangeran George akan mulai bersekolah di Eton College pada September, mengikuti jejak Pangeran William dan Pangeran Harry.
- Eton College adalah sekolah asrama laki-laki dekat Windsor Castle, didirikan Raja Henry VI pada 1440 untuk memberi pendidikan dan tempat tinggal bagi anak kurang mampu.
- Sekolah menawarkan 28 mata pelajaran serta pendampingan belajar, dengan biaya sekitar £21.891 per semester dan bantuan beasiswa berbasis kemampuan ekonomi keluarga.
Nama Eton College belakangan makin ramai jadi perbincangan publik setelah Kensington Palace mengonfirmasi bahwa Pangeran George akan mulai bersekolah di Eton College mulai September ini. Tentunya, Eton bukan sekolah sembarangan.
Sekolah asrama khusus laki-laki ini terletak dekat Windsor Castle, kediaman kerajaan, dan berdiri sejak tahun 1440. Selain Pangeran George, ayahnya, Pangeran William, tercatat sebagai anggota keluarga kerajaan senior pertama yang bersekolah di sana pada 1995, disusul sang paman, Pangeran Harry pada 1998. Yuk, simak profil Eton College di bawah ini!
1. Sejarah panjang Eton College

Profil Eton College, Sekolah Pangeran George (instagram.com/eton.college) Eton College didirikan pada 1440 oleh Raja Henry VI dengan nama awal 'Kynge's College of Our Ladye of Eton besyde Windesore'. Henry VI ingin rakyatnya juga bisa mendapatkan kesempatan menuntut ilmu seperti yang pernah ia rasakan sehingga ia menyediakan pendidikan gratis beserta tempat tinggal bagi 70 anak laki-laki dari keluarga kurang mampu yang kemudian dikenal sebagai King's Scholars.
Selain mereka, ada juga murid-murid lain yang bisa ikut belajar secara gratis. Namun, mereka harus membayar biaya akomodasi sendiri, yang kemudian disebut sebagai Oppidans. Untuk mendanai operasionalnya, Henry VI menyumbangkan sejumlah besar lahan, hak, dan berbagai keuntungan lain, termasuk hak atas angsa-angsa di Sungai Thames.
Pada awal berdirinya, kurikulum Eton College cuma berfokus pada pelajaran bahasa Latin, sebelum akhirnya bahasa Yunani ditambahkan pada awal abad ke-17. Sekolah ini pun cuma punya dua masa libur dalam setahun, yaitu saat Natal dan musim panas, meski anak-anak gak pulang ke rumah saat libur Natal. Pembagian tahun ajaran inilah yang jadi asal-usul istilah 'term' yang masih dipakai Eton hingga sekarang, meski saat ini sudah terbagi jadi tiga term dalam setahun.
2. Kurikulum Eton College

Profil Eton College, Sekolah Pangeran George (instagram.com/eton.college) Eton College menawarkan kurikulum yang luas dengan 28 mata pelajaran. Termasuk sembilan bahasa modern dan klasik, sehingga tiap murid bisa menemukan minatnya masing-masing. Sekolah ini gak cuma mengejar nilai akademik, tapi juga menekankan pentingnya murid menikmati proses belajarnya. Hasilnya cukup mengesankan, 85 persen nilai GCSE tahun 2025 berada di level 8 atau 9. Lalu, hampir semua murid senior melanjutkan ke universitas ternama di Inggris, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Setiap murid didampingi House Master dan Tutor yang memantau perkembangan belajarnya, dengan tugas tambahan dikerjakan di Boarding House untuk melatih kemandirian. Eton juga punya Learning Support Centre bagi murid yang butuh bantuan belajar tambahan. Ada pula Tony Little Centre for Innovation and Research in Learning sebagai fasilitas riset untuk mengembangkan metode pengajaran dan eksplorasi minat murid.
3. Biaya studi Eton College

Profil Eton College, Sekolah Pangeran George (instagram.com/eton.college) Sebagai salah satu sekolah paling prestisius di dunia, biaya pendidikan di Eton College memang terbilang fantastis. Biaya sekolah rutin dipatok sekitar £21.891 atau setara Rp525 jutaan per semester. Ada tiga semester dalam satu tahun akademik yaitu Michaelmas, Lent, dan Summer sehingga total biaya per tahun bisa tembus lebih dari Rp1,5 miliar. Belum lagi ada biaya masuk sebesar £3.840 atau sekitar Rp92 jutaan bagi murid baru. Sebagian dari jumlah tersebut, yaitu £500 (sekitar Rp12 jutaan), akan dikembalikan saat murid lulus atau keluar dari sekolah.
Selain biaya utama, ada juga berbagai biaya tambahan lain, seperti biaya pendaftaran awal sebesar £480 (sekitar Rp11,5 jutaan) serta biaya tahunan £3.000 (sekitar Rp72 jutaan) khusus bagi murid yang membutuhkan sponsor visa pelajar. Meski begitu, Eton College juga menyediakan skema bantuan finansial berupa beasiswa bagi keluarga yang membutuhkan berdasarkan hasil uji kelayakan ekonomi.
Itu dia profil Eton College. Tak hanya biayanya yang fantastis, Eton College juga punya kurikulum yang komprehensif.





















