Profil Eton College, Sekolah Pangeran George (instagram.com/eton.college)
Eton College didirikan pada 1440 oleh Raja Henry VI dengan nama awal 'Kynge's College of Our Ladye of Eton besyde Windesore'. Henry VI ingin rakyatnya juga bisa mendapatkan kesempatan menuntut ilmu seperti yang pernah ia rasakan sehingga ia menyediakan pendidikan gratis beserta tempat tinggal bagi 70 anak laki-laki dari keluarga kurang mampu yang kemudian dikenal sebagai King's Scholars.
Selain mereka, ada juga murid-murid lain yang bisa ikut belajar secara gratis. Namun, mereka harus membayar biaya akomodasi sendiri, yang kemudian disebut sebagai Oppidans. Untuk mendanai operasionalnya, Henry VI menyumbangkan sejumlah besar lahan, hak, dan berbagai keuntungan lain, termasuk hak atas angsa-angsa di Sungai Thames.
Pada awal berdirinya, kurikulum Eton College cuma berfokus pada pelajaran bahasa Latin, sebelum akhirnya bahasa Yunani ditambahkan pada awal abad ke-17. Sekolah ini pun cuma punya dua masa libur dalam setahun, yaitu saat Natal dan musim panas, meski anak-anak gak pulang ke rumah saat libur Natal. Pembagian tahun ajaran inilah yang jadi asal-usul istilah 'term' yang masih dipakai Eton hingga sekarang, meski saat ini sudah terbagi jadi tiga term dalam setahun.