Mendiktisaintek Dorong Ekraf jadi Kurikulum Kampus di 2027

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menilai penguasaan sains-teknologi dan ekonomi kreatif sebagai dua penopang penting bagi lompatan ekonomi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.
Kampus didorong menyatukan kemampuan akademik, kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan mahasiswa; GEKRAFS Kampus telah hadir di lebih dari 20 perguruan tinggi.
Kemdiktisaintek merencanakan materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan lintas prodi serta kompetisi karya ekraf perguruan tinggi pada 2027.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPP GEKRAFS, Brian Yuliarto, mengatakan penguasaan sains dan teknologi serta ekonomi kreatif, merupakan dua elemen penting untuk menopang lompatan ekonomi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.
“Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif,” kata Brian dalam keterangan di puncak HEKRAFNAS 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
1. Perguruan tinggi punya peluang hasilkan peluang kewirausahaan

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam puncak HEKRAFNAS 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026). (dok GEKRAFS) Menurut Brian, pengembangan ekonomi kreatif perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempertemukan kemampuan akademik mahasiswa dengan kreativitas, inovasi, serta peluang kewirausahaan, agar mampu menghasilkan produk dan karya yang berdaya saing," ucapnya.
2. GEKRAFS Kampus yang telah hadir di lebih dari 20 perguruan tinggi

Penandatanganan kerja sama konsinyasi merchandise MotoGP ITDC dengan GEKRAFS NTB (Dok. IDN Times/Istimewa) Brian mengapresiasi perkembangan GEKRAFS Kampus yang telah hadir di lebih dari 20 perguruan tinggi. Keberadaan ekosistem tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas secara lebih terarah, sekaligus menghubungkannya dengan penguasaan sains dan teknologi.
“Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi,” ujar Brian.
3. Ekraf masuk dalam kurikulum 2027

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi merencanakan penguatan materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa lintas program studi, baik STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) maupun non-STEM.
Pada 2027, Kemendiktisaintek juga merencanakan kompetisi karya ekonomi kreatif dari perguruan tinggi, untuk memberikan ruang bagi mahasiswa menampilkan hasil inovasi mereka.
“Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita,” ucap Brian.
4. Mahasiswa memiliki potensi besar melahirkan ide dan inovasi

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) mendorong perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026. (dok GEKRAFS). Sementara, Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperkuat masa depan ekonomi kreatif Indonesia.
Melalui GEKRAFS Kampus, mahasiswa diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan, membangun jejaring, serta mengubah kreativitas menjadi karya yang berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi.
“Mahasiswa memiliki potensi besar untuk melahirkan ide dan inovasi, kami ingin GEKRAFS Kampus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, membangun kolaborasi, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Kawendra.
























