“Buttonscarves mengusung tema ‘Pleats Me’ di mana semuanya itu terinspirasi dari fossil dune yang ciri khasnya adalah garis dan yang kita interpretasikan menjadi sebuah pleats. Kali ini, koleksinya sangat spesial karena kita tidak pernah mengeluarkan koleksi full yang bertemakan pleats ini. Dari warna-warnanya sendiri, juga mengesankan warna-warna yang sangat elegan,” ungkap Miftah.
Buttonscarves Eksplorasi Pleats lewat Koleksi Terbaru di JFW 2027

- Buttonscarves memperkenalkan 26 tampilan koleksi Pleats Me di JFW 2027, menjadikan teknik pleats sebagai elemen utama dalam seluruh rancangan.
- Koleksi ini terinspirasi garis pada fossil dune, diterjemahkan menjadi lipatan kain dengan warna elegan; pengembangannya memerlukan trial and error serta persiapan panjang.
- Luna Maya tampil dalam busana merah dan hitam dengan sentuhan bulu, sementara warna merah dipilih Buttonscarves untuk melambangkan keberanian perempuan.
Jakarta, IDN Times - Lampu ruangan perlahan menyoroti lengangnya runway. Percakapan penonton yang semula memenuhi ruangan, mulai tergantikan oleh perhatian pada deretan model yang berjalan silih berganti. Satu tampilan selesai, disusul dengan tampilan berikutnya. Namun, ada satu detail yang terus memanggil perhatian. Lipatan-lipatan kain yang sering kali luput dari perhatian, kini mencuri perhatian dan bergerak mengikuti langkah para model.
Detail tersebut bukan sekadar pemanis. Dalam peragaan di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, yang bertempat di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Jumat (30/10/2026), Buttonscarves menjadikan pleats sebagai tokoh utama lewat koleksi bertajuk Pleats Me. Sebanyak 26 tampilan diperkenalkan dan membawa interpretasi baru terhadap teknik lipatan pada sebuah busana.
1. Garis-garis alam menjadi inspirasi di balik koleksi pleats me

Salah satu look koleksi Pleats Me yang terinspirasi dari fossil dune (IDN Times/Maura Thirza) Di lengangnya runway JFW 2027, satu per satu model berjalan silih berganti memperlihatkan tampilan dari koleksi Pleats Me. Lipatan semakin terlihat jelas dari sorot mata penonton, seolah menegaskan bahwa lipatan bukan sekadar detail tambahan dalam koleksi ini. Pleats justru menjadi elemen yang menyatukan setiap rancangan. Permainan garis dan tekstur pada kain seolah membawa satu gagasan yang sama, meskipun diterjemahkan ke dalam beragam look busana.
Inspirasi pleats ternyata datang dari sesuatu yang bahkan jauh dari sebuah panggung mode. Miftahul Jannah, Creative Director dari Buttonscarves, menceritakan tentang karakter garis pada fossil dune yang menjadi titik awal inspirasi terciptanya konsep Pleats Me. Garis-garis yang ditemukan pada bentang alam tersebut, kemudian diinterpretasikan menjadi sebuah lipatan kain. Koleksi ini terasa semakin istimewa karena untuk pertama kalinya, Buttonscarves menghadirkan rangkaian penuh yang mengangkat pleats sebagai tema utamanya.
Sebuah keputusan tersebut ternyata bukan hanya didorong oleh sebuah tren yang sedang berkembang. Miftah menceritakan bahwa ada kecintaan terhadap teknik pleats sendiri yang membuat Buttonscarves ingin mengeksplorasinya lebih jauh. Dari ketertarikan itulah, satu detail ini akhirnya dibawa menjadi identitas sebuah koleksi.
2. Di balik keindahan lipatan, ada proses yang tidak sederhana

Salah satu look dari koleksi Pleats Me Buttonscarves menampilkan busana dengan pleats bernuansa biru (IDN Times/Maura Thirza) Lipatan-lipatan yang tampak menyatu pada tampilan model yang silih berganti, ternyata tidak hadir begitu saja. Apa yang terlihat di runway menunjukkan hasil akhir dari perjalanan yang cukup panjang. Sebelum menjadi bagian dari koleksi, ada proses yang harus Buttonscarves lalui untuk menemukan bentuk dan hasil yang sesuai.
Miftah mengakui, bagi Buttonscarves, mengolah pleats memiliki tantangannya tersendiri. Teknik ini tidaklah mudah untuk dikerjakan, terlebih ketika pleats harus menjadi elemen utama dalam keseluruhan koleksi. Mereka membutuhkan waktu untuk mencoba berbagai kemungkinan hingga akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan. Sebagaimana yang Miftah sampaikan dalam wawancara,
“Tantangannya, karena pleats itu susah, jadi mungkin kita perlu waktu untuk trial and error dan preparation-nya cukup lama,” jelasnya.
Sebagai penonton, proses tersebut mungkin tidak terlihat ketika menyaksikan model berjalan di atas runway. Namun, justru melalui persiapan panjang itulah, gagasan Pleats Me akhirnya bisa diwujudkan menjadi 26 tampilan. Setiap lipatannya membawa jejak dari proses kreatif yang berlangsung jauh sebelum malam peragaan tiba.
3. Tampilan Luna Maya membawa pesan tentang keberanian perempuan

Aktris dan model, Luna Maya, menjadi salah satu muse koleksi Pleats Me dari Buttonscarves di JFW 2027 (IDN Times/Maura Thirza) Sampailah kepada satu tampilan terakhir. Di antara rangkaian busana yang diperkenalkan, terakhir, muncul penampilan Luna Maya menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan cerita tersendiri. Buttonscarves menyiapkan sebuah perpaduan warna merah dan hitam. Dengan pilihan ini, sebuah kesan elegan dan makna yang dalam terpancar ketika melihat tampilannya.
“Luna Maya ini kita sengaja memberikan warna merah dan hitam karena sangat elegan dan dipakai. Warna merahnya sendiri melambangkan warna berani dari sosok perempuan itu sendiri,” ungkap Miftah.
Ternyata, warna merah dipilih sebagai representasi dari keberanian seorang perempuan. Sentuhan bulu pada gaun juga menambah kesan manis dan lembut. Warna merah yang identik dengan kesan kuat itu, menjadi cara Buttonscarves untuk menyampaikan karakter perempuan lewat sebuah rancangan busana.
Ketika rangkaian peragaan berakhir, Pleats Me meninggalkan satu gagasan yang terasa konsisten sedari awal, yakni lipatan yang ternyata dapat menjadi lebih dari sekadar teknik membentuk kain. Lipatan juga bisa menjadi sumber inspirasi, identitas, sekaligus medium untuk menyampaikan pesan. Dari garis-garis fossil dune hingga gaun merah dan hitam yang dikenakan Luna Maya, Buttonscarves merangkai kecintaannya terhadap pleats menjadi sebuah cerita tentang keindahan yang tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang rumit.





![[QUIZ] Pilih Sebuah Tangga, Ini Standar yang Membuatmu Sulit Bahagia](https://image.idntimes.com/post/20261024/1000061148_11f58df6-1bc8-4941-8627-f812f123b344.jpg)





![[QUIZ] Pilih Gambar Hujan, Ini Kesedihan yang Sudah Kamu Anggap Biasa](https://image.idntimes.com/post/20261027/pexels-pavel-danilyuk-8057066_a5124916-182f-4c35-a5e5-b9033a38caa6.jpg)



![[QUIZ] Pilih Satu Kunci, Ini Alasanmu Sulit Membuka Diri](https://image.idntimes.com/post/20250711/pexels-shvets-production-7176127-1_63b34867-2583-4a18-a167-6cc91ec93e70.jpg)
![[QUIZ] Kamu Merasa Sudah Mengenal Diri Sendiri? Kuis Ini Mungkin Mengubah Pandanganmu](https://image.idntimes.com/post/20240823/other-41-e08f405bd35d96f5e998b250db9ca5e1-1ac5bd792de2c838e771249530dd366a.jpg)



