Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usia Ideal Anak Belajar Tidur di Kamar Sendiri, Pelan-pelan Dibiasakan

8 min read
Usia Ideal Anak Belajar Tidur di Kamar Sendiri, Pelan-pelan Dibiasakan
Ilustrasi anak tidur di kamar (pexels.com/cottonbro studio)
  • Tidak ada usia tunggal untuk tidur mandiri; prasekolah dinilai tepat memulai, sementara sebagian besar anak mampu tidur sendiri pada usia 5-7 tahun.
  • Orangtua disarankan melakukan transisi bertahap dengan kamar aman dan nyaman, rutinitas konsisten, afirmasi positif, serta penghargaan agar anak merasa mandiri.
  • Kesulitan tidur terpisah umumnya dipengaruhi usia terlalu muda, kelelahan, kecemasan perpisahan, atau rutinitas kurang teratur; kesiapan terlihat dari rasa aman dan keinginan tidur sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tak selamanya anak-anak bisa tidur bersama dengan orangtuanya dalam satu kamar. Cepat atau lambat, mereka juga harus dibiasakan untuk mandiri, termasuk tidur di kamarnya sendiri. Beberapa orang bahkan membiasakan anaknya tidur sendiri sejak bayi.

Lantas, pada usia berapakah idealnya anak belajar tidur di kamarnya sendiri? Apakah kebiasaan bobok sendiri tanpa orangtua sejak bayi aman bagi perkembangannya? Berikut ulasan singkatnya menurut pendapat ahli.

  1. 1. Kapan usia yang ideal untuk melatih anak tidur di kamarnya sendiri?

    pexels-rdne-10566190.jpg
    Ilustrasi anak tidur sendiri di kamar (pexels.com/RDNE Stock project)

    Dikutip dari laman Socal Child Pyschology, tidak ada satu usia pun yang tepat untuk setiap anak, tetapi sebagian besar anak mampu tertidur sendiri saat masuk taman kanak-kanak dan kemampuan tidur mandiri sudah cukup mapan bagi sebagian besar anak sekitar usia 6-7 tahun. Masing-masing anak pada kategori usia yang berbeda, memiliki perjuangannya sendiri saat menghadapi masa transisi dari tidur bareng orangtua ke tidur di kamarnya sendiri.

    Dalam kutipan di laman Socal Child Pyschology, dijabarkan bahwa tertidur sendirian adalah kemampuan yang dipelajari, bukan sesuatu yang dimiliki anak secara otomatis, dan setiap anak akan memerlukan waktu yang berbeda bersadarkan usianya. Berikut detailnya.

    • Balita (2-3 tahun)

    Membutuhkan orangtua di sampingnya saat tidur adalah hal yang wajar. Pemahaman tentang keberadaan objek dan rasa takut berpisah masih dalam tahap perkembangan pada usia ini.

    • Prasekolah (3-5 tahun)

    Masa yang tepat untuk membangun keterampilan tidur mandiri karena anak-anak di usia ini dapat mengikuti rutinitas sederhana dan sudah paham soal sebab akibat serta tetap berpegang pada rencana. Para ahli beranggapan bahwa ini adalah usia paling tepat untuk anak memulai tidur di kamarnya sendiri.

    • Anak usia sekolah dasar awal (5-7 tahun)

    Sebagian besar anak pada usia ini sudah bisa tidur sendiri di kamarnya. Meskipun sekali-kali mereka masih ingin ditemani, seperti pada kondisi tertentu, misalnya setelah pindah rumah atau sedang sedih karena hewan peliharaannya mati. Orangtua disarankan untuk menemui ahli jika ternyata anak yang lebih dewasa masih sulit untuk tidur terlepas dari orangtua.

    • Usia 8 tahun ke atas

    Kesulitan tidur sendiri pada usia ini harus diperhatikan dengan serius. Bukan karena ada sesuatu yang 'salah', tetapi biasanya itu merupakan tanda bahwa kekhawatiran mendasar belum ditangani dengan baik.

  2. 2. Pendekatan agar si kecil mau tidur di ranjangnya sendiri

    pexels-cottonbro-5801248.jpg
    Ilustrasi anak tidur di kamar (pexels.com/cottonbro studio)

    Sebelum mengajarkan anak untuk tidur di ranjang pribadinya, penting bagi orangtua untuk memastikan kamar si kecil aman dan nyaman. Meletakkan boneka kesayangan di samping bantal, menyalakan lampu tidur, dan menghidupkan pendingin ruangan adalah beberapa hal yang bisa mendukung suasana aman dan nyaman tersebut.

    Dr. Shaziya Allarakha, MD, lewat tulisannya di Medecine Net, memberikan beberapa tips yang bisa dicoba oleh orangtua di rumah. Menurut dokter asal India ini, kunci utama dalam mengajarkan anak tidur sendiri adalah kesabaran dan gak boleh terburu-buru. Berikut beberapa tips yang dimaksud.

    • Jangan buru- buru dalam prosesnya

    Adalah hal yang wajar ketika si kecil mengalami kecemasan saat harus tidur terpisah dari orangtuanya. Jangan harap malam pertama ia tidur sendiri, akan bebas dari drama. Allarakha menyarankan untuk melakukannya secara bertahap.

    "Awalnya, kamu bisa duduk di sisi tempat tidur hingga si kecil terlelap. Hari berikutnya, kamu bisa pindah kursi hingga ia tertidur. Kamu bahkan bisa memberikan mereka waktu sejenak di tempat tidurmu, misalnya saja 15-20 menit, kemudian suruh mereka kembali ke kamarnya," terang dia.

    • Jadikan transisi ini pengalaman yang menyenangkan

    Tidur di ranjang sendiri seharusnya bukanlah hukuman. Orangtua dapat memberikan afirmasi positif pada balita bahwa mendapatkan tempat tidur sendiri seperti papa dan mama adalah hal yang baik dan patut disyukuri.

    Menurut Allarakha, membiarkan anak turut serta dalam memilih dan menata dekorasi kamar baru mereka, bisa membantunya untuk lebih bersemangat tidur di ranjangnya sendiri.  Ini juga bisa mendorong rasa kepemilikan pada diri mereka.

    • Berikan penghargaan ketika mereka berhasil melakukannya

    Anak-anak menyukai reward. Pujian dan penghargaan dari orangtua akan sangat berarti bagi mereka. Mereka harus merasakan bahwa bisa tidur di tempat tidurnya sendiri adalah sebuah pencapaian yang patut dirayakan.

    "Entah itu stiker kecil, bintang, atau makanan favorit mereka, berikan hadiah pada balitamu ketika mereka tidur di tempat tidurnya sendiri," ucap Allarakha.

    • Tetap konsisten

    Meskipun prosesnya melelahkan, tapi jangan mudah menyerah. Terkadang, orangtua mengizinkan anak-anak kembali tidur di ranjang mereka hanya karena tidak mau terlibat dengan drama yang melelahkan. Ingatlah, bahwa rasa sakit dan frustasimu sekarang akan dibayar tuntas jangka panjang, termasuk melihat anak-anak yang mulai mandiri.

    Jika balitamu sedang sakit atau takut, kamu bisa menyiapkan kasur kecil di samping ranjang mereka. Ini bisa memperkuat image bahwa tempat tidur mereka adalah milik mereka sendiri.

    • Ajari mereka untuk kembali tidur sendiri

    Daripada melarang anak untuk tidak terbangun, lebih baik ajari mereka untuk kembali tidur di tempat tidurnya. Kamu bisa mengajarinya menghitung domba, menarik nafas dalam-dalam, dan lain sebagainya sebagai cara agar anak bisa terlelap lagi.

    • Dorong kemandirian mereka

    Baringkan si kecil ketika mereka mulai mengantuk, bukan ketika mereka sudah tertidur sebentar. Ini akan membantu anak untuk tidur sendiri. Jangan kehilangan kesabaran saat mencoba menidurkan si kecil, terutama ketika mereka keras kepala ingin tetap tidur bersamamu.

    Membiarkan anak memilih piyama, menata boneka di sisi kasur, membuat susu, dan lain sebagainya akan meningkatkan rasa kemandirian dalam diri anak. Rutinitas ini bakal membuat anak menanti-nanti saat masuk ke kamarnya sendiri.

    • Ikuti rutinitas tidur

    Biasakan anakmu untuk mengikuti beberapa aktivitas sebelum tidur, misalnya mandi air hangat, menggosok gigi, berganti pakaian, memakai losion, hingga membaca buku cerita. Kegiatan tersebut akan melatih pikiran mereka agar siap untuk tidur.

    • Tetapkan jadwal tidur yang teratur

    Memiliki jadwal tidur yang konsisten membantu memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup. Ini membantu pikiran anak untuk tidur sesuai jadwal.

    • Pastikan tempat tidur anak aman dan nyaman

    Pastikan kamar tidur mereka tenang dan memiliki suhu yang nyaman. Gunakan kasur yang kokoh dan latih anak untuk tidur terlentang, bukan tengkurap. Hindari penggunaan alat bantu tidur balita, meletakkan mainan atau selimut tambahan di tempat tidur mereka karena bisa berakibat fatal.

  3. 3. Hal umum yang membuat anak susah tidur terpisah dari orangtua

    pexels-cottonbro-5801242.jpg
    Ilustrasi anak tidur di kamar (pexels.com/cottonbro studio)

    Permasalahan utama yang biasa dihadapi orangtua saat mulai membiasakan anak untuk tidur sendirian adalah anak menjadi susah tidur kala harus terpisah dari ayah dan ibunya. Sebenarnya, hal ini bukan masalah besar dan sangat umum dialami, bahkan oleh hampir semua anak.

    Mengutip dari Medicine Net,  Dr. Shaziya Allarakha, MD, mengatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi anak untuk sulit terlelap saat tidur terpisah dari orangtua. Berikut beberapa sebab yang paling umum ditemukan pada anak menurut Dr. Allarakha.

    • Mereka terlalu muda

    Menurut Allarakha, hanya sedikit bayi yang tidur terlelap sepanjang malam, apalagi ketika mereka belum genap berusia 9 bulan. Selama dua bulan pertama, bayi baru lahir tidur sebentar-sebentar pada waktu yang acak selama 12 hingga 18 jam sehari.

    "Sebagian besar bayi akan tidur sepanjang malam ketika mereka berusia 9 bulan," kata dokter yang pernah bekerja sebagai ilmuan di salah satu lembaga penelitian terkemuka di India, yaitu ICMR.

    • Mereka terlalu lelah

    Balita dan anak prasekolah membutuhkan 11 hingga 14 jam tidur dalam sehari, termasuk tidur siang dan tidur malam. Rutinitas sangatlah penting, jadi tetapkan waktu tidur, bangun tidur, tidur siang, makan, mandi, dan bermain secara teratur. Ini bisa menghindari anak dari kelelahan atau sebaliknya, energi mereka tidak tersalurkan secara maksimal.

    • Kecemasan karena perpisahan

    Wajar bila anak mengalami fase ini. Cobalah untuk menenangkannya dengan mengajak anak mengobrol, bernyanyi, membaca cerita, atau memberi makanan ekstra. Sekitar usia 6 bulan, kamu bisa membantu bayi untuk kembali tidur sendiri. Selama mereka tidak tampak sakit, cobalah usap punggung saat anak mulai cemas atau memberinya hadiah dengan menggendong dan ditimang-timang. Lampu tidur bisa menenangkan anak yang takut gelap.

    • Tidak ada rutinitas sebelum tidur

    Melakukan hal yang sama setiap malam bisa membantu anak mengetahui bahwa sudah waktunya tidur. Buat rutinitas sebelum tidur itu bisa menenangkan diri dan membuat si kecil rileks. Misalnya saja, setiap malam anak harus mandi, memakai piyama, minum susu, dan mendengarkanmu membaca dongeng. Selalu akhiri rutinitas itu di kamar tidurnya. Sebaiknya, rutinitas ini dimulai sejak dini pada usia 4 bulan.

    • Menunda waktu tidur

    Beberapa anak suka menunda waktu tidur. Mereka pandai membuat alasan, seperti ingin pergi ke toilet, meminta dibacakan lebih banyak cerita, atau menambah porsi susu. Tetaplah berpegang pada rutinitas. Masuklah ke kamar anak untuk menanggapi permintaan mereka. Orangtua perlu bersikap tegas dan ingatkan anak bahwa ini sudah waktunya tidur.

    • Kurang waktu tidur siang

    Jika anak-anak kecil kurang tidur siang, maka mereka akan kesulitan tidur di malam hari. Kebanyakan bayi memerlukan dua atau tiga kali waktu tidur siang. Kebanyakan anak masih tidur siang setelah makan siang hingga usia 5 tahun. Jika anakmu rewel dan mengantuk, biarkan saja dia tidur asalkan tidak mendekati waktu tidur malam.

  4. 4. Tanda-tanda anak sudah siap tidur di kamarnya sendiri

    pexels-ketut-subiyanto-4815393.jpg
    Iustrasi anak tidur sendiri di kamar (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Sebenarnya anak-anak akan memberikan sinyal bahwa mereka sudah siap tidur mandiri tanpa orangtua di sampingnya lagi. Hanya saja, bagi anak yang usianya lebih kecil, mungkin belum bisa mengomunikasikan keinginannya dengan tepat. Maka dari itu, orangtua harus jeli melihat tanda-tanda tersebut.

    Mengutip Parenting Rise Up, meningkatnya kepercayaan diri merupakan tanda penting. Anak-anak yang menunjukkan kemauan untuk menjelajahi lingkungan mereka secara mandiri, sering kali menunjukkan rasa aman. Menunjukkan kenyamanan di siang hari, seperti bermain tanpa pengawasan orangtua, semakin menunjukkan kesiapan. Berikut beberapa tanda yang bisa dilihat oleh orangtua.

    • Anak mengungkapkan keinginannya untuk memiliki tempat tidur sendiri.
    • Kemampuan mengatasi tantangan kecil, seperti ketakutan akan gelap di malam hari juga merupakan pertanda baik
    • Anak menjalani rutinitas malam sebelum tidur dengan kesadarannya sendiri.
    • Mereka tampak nyaman dan aman saat berada di kamarnya.
    • Anak hampir tidak pernah terbangun di malam hari dan tidur mereka lebih nyenyak.
    • Anak menunjukkan keceriaan saat bangun di pagi hari.

    Tidak ada patokan yang pasti untuk usia ideal anak bisa tidur terpisah dari orangtuanya. Meski begitu, tak ada salahnya untuk membiasakan anak tidur sendiri sejak dini. Memberikan kamar yang aman dan nyaman, membangun rutinitas menjelang tidur, dan melihat tanda kesiapan anak adalah langkah-langkah bijak yang bisa dilakukan oleh orangtua.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More