5 Rekomendasi Buku tentang Hidup dan Tinggal di Luar Negeri

- American Dirt karya Jeanine Cummins: Mengisahkan perjalanan seorang ibu dan anak yang harus meninggalkan negara asalnya dan menempuh perjalanan berbahaya menuju tempat baru.
- The Namesake karya Jhumpa Lahiri: Bercerita tentang keluarga imigran India yang menetap di Amerika Serikat dan perjuangan mereka membangun hidup baru.
- Exit West karya Mohsin Hamid: Mengisahkan sepasang kekasih yang meninggalkan negaranya yang dilanda konflik dan berpindah-pindah ke berbagai negara melalui elemen magis.
Tinggal di luar negeri bukan cuma soal pindah tempat, tapi juga soal beradaptasi dengan bahasa baru, kebiasaan baru, dan cara hidup yang sering kali terasa asing di awal. Pengalaman ini sering jadi bahan cerita yang menarik, reflektif, sekaligus relevan buat banyak orang yang pernah atau sedang merantau.
Kalau kamu tertarik membaca kisah-kisah tentang hidup di negeri orang, entah fiksi maupun nonfiksi, ini lima buku yang bisa jadi teman baca yang pas.
1. American Dirt karya Jeanine Cummins

Buku ini mengisahkan perjalanan seorang ibu dan anak yang harus meninggalkan negara asalnya dan menempuh perjalanan berbahaya menuju tempat baru. Ceritanya fokus pada pengalaman menjadi orang asing, hidup dalam ketidakpastian, dan terus bergerak tanpa tahu apakah akan benar-benar sampai.
Pembaca diajak memahami tekanan psikologis menjadi imigran dari sudut pandang personal. Meski penuh ketegangan, novel ini tetap manusiawi dan intim. Buku ini sering dibaca sebagai potret kerasnya realitas migrasi modern.
2. The Namesake karya Jhumpa Lahiri

Novel ini bercerita tentang keluarga imigran India yang menetap di Amerika Serikat dan perjuangan mereka membangun hidup baru. Cerita berfokus pada generasi kedua yang tumbuh di antara dua budaya yang berbeda. Konflik utamanya bukan soal ekonomi, melainkan soal identitas dan rasa memiliki. Jhumpa Lahiri menulisnya dengan tenang, observatif, dan penuh detail kehidupan sehari-hari. Buku ini cocok untuk memahami sisi emosional hidup di antara dua dunia.
3. Exit West karya Mohsin Hamid

Buku ini mengisahkan sepasang kekasih yang meninggalkan negaranya yang dilanda konflik dan berpindah-pindah ke berbagai negara melalui elemen magis. Meski ada unsur fantasi, inti ceritanya sangat realistis tentang perpindahan, kehilangan rumah, dan membangun hidup baru.
Novel ini menyoroti bagaimana migrasi memengaruhi hubungan, identitas, dan cara seseorang melihat dunia. Gaya bahasanya ringkas, puitis, tapi tetap mudah diikuti. Ceritanya relevan dengan isu global tentang migrasi dan perpindahan manusia.
4. A Moveable Feast karya Ernest Hemingway

Buku ini adalah memoar tentang kehidupan Ernest Hemingway saat tinggal di Paris sebagai penulis muda. Isinya penuh cerita tentang hidup sederhana, pertemanan dengan seniman lain, dan proses menemukan suara kreatif di negeri orang.
Paris digambarkan bukan sebagai kota romantis, tapi sebagai ruang belajar dan bertumbuh. Buku ini memperlihatkan sisi tenang dan kontemplatif dari hidup di luar negeri. Cocok buat kamu yang tertarik pada sisi kreatif dan personal dari pengalaman merantau.
5. The Year of Living Danishly karya Helen Russell

Buku ini adalah memoar ringan tentang pengalaman penulis asal Inggris yang pindah ke Denmark. Isinya membahas perbedaan budaya, sistem sosial, kebiasaan sehari-hari, hingga konsep kebahagiaan versi Denmark. Ditulis dengan gaya humoris dan observatif, buku ini mudah dibaca dan menghibur. Di balik ringan dan lucunya, buku ini juga memberi gambaran realistis soal adaptasi budaya. Cocok buat pembaca yang ingin bacaan nonfiksi yang santai tapi informatif.
Tinggal di luar negeri selalu membawa cerita tentang perubahan, pencarian, dan penyesuaian diri. Lewat buku-buku ini, kamu bisa melihat bagaimana pengalaman tersebut dijalani dari berbagai sudut pandang, ada yang penuh tantangan, ada yang reflektif, ada juga yang ringan dan hangat. Membacanya bisa jadi cara menyadari bahwa pengalaman merantau selalu unik, tapi jarang benar-benar sendirian.



















