Setiap menjelang akhir Juli, perayaan Hari Anak Nasional kerap dipenuhi ucapan manis dan selebrasi seremonial. Namun bagi banyak orang dewasa berusia 20 hingga 30-an, momentum ini sering kali mendatangkan riak emosi yang rumit. Di balik tubuh dewasa dan tanggung jawab yang menumpuk, ada luka masa kecil yang tak pernah benar-benar sembuh; entah karena ekspektasi yang terlalu berat, pengabaian emosional, atau pola asuh yang penuh ego.
Menyembuhkan inner child bukan berarti kita meromantisasi masa lalu atau mendadak bersikap kekanak-kanakan. Ini adalah proses rasional untuk memahami dari mana datangnya kecemasan, kebiasaan people pleasing, hingga rasa takut akan kegagalan yang kita derita hari ini.
Jika kamu ingin berhenti mereplikasi trauma masa lalu dan berniat membangun batasan (boundaries) yang sehat dengan keluarga, berikut adalah 5 rekomendasi buku yang wajib masuk daftar bacaanmu.
