Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Eksperimen Sains Seru untuk Anak Prasekolah, Bisa Dilakukan di Rumah

7 Eksperimen Sains Seru untuk Anak Prasekolah, Bisa Dilakukan di Rumah
ilustrasi eksperimen (pexels.com/chavdarlungov)
Share Article

Anak prasekolah memang paling jago bikin orangtua kewalahan dengan pertanyaan “kenapa?” yang muncul hampir setiap saat. Daripada hanya menjawabnya, kamu bisa mengajak si kecil mencari tahu lewat eksperimen sains sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Gak perlu alat laboratorium atau bahan yang ribet, karena benda-benda sehari-hari pun bisa menjadi media belajar yang menyenangkan.

Lewat eksperimen sederhana, anak dapat belajar mengamati, membuat prediksi, mencoba, lalu melihat sendiri hasilnya. Aktivitas seperti ini juga membantu mengenalkan konsep sains dengan cara yang lebih konkret dan sesuai dengan rasa ingin tahu anak. Berikut eksperimen seru yang bisa kamu coba bersama anak prasekolah.

  1. 1. Lukisan warna-warni dari susu dan sabun

    ilustrasi anak-anak sedang menuangkan susu ke dalam mangkuk
    ilustrasi anak-anak sedang menuangkan susu ke dalam mangkuik (pexels.com/tima-miroshnichenko)

    Siapkan susu, pewarna makanan, piring datar, cotton bud, dan sabun cuci piring. Tuangkan susu ke piring, teteskan beberapa warna pewarna makanan, lalu sentuhkan cotton bud yang sudah dicelupkan ke sabun. Warna-warna tersebut akan bergerak dan membentuk pola seperti lukisan abstrak.

    “Mereka mulai semakin mendekat satu sama lain, lalu sesuatu terjadi! Kemudian kamu bertanya-tanya, kenapa hal itu bisa terjadi? Setelah itu, kamu harus mencari tahu untuk menemukan jawabannya,” ujar Dr Karl Kruszelnicki, dokter dan komunikator sains, dikutip dari The Guardian.

    Eksperimen ini mengajak anak mengamati perubahan ketika sabun berinteraksi dengan susu. Kamu bisa meminta anak menebak apa yang terjadi sebelum cotton bud menyentuh susu. Pola warna yang terbentuk juga bisa dipindahkan ke kertas untuk dijadikan karya seni.

  2. 2. Melihat apa yang terjadi pada air dan minyak

    ilustrasi eksperimen (pexels.com/chavdarlungov)
    ilustrasi eksperimen (pexels.com/chavdarlungov)

    Siapkan segelas air, sedikit minyak sayur, dan pewarna makanan. Campurkan pewarna makanan ke dalam minyak, kemudian tuangkan ke gelas berisi air dan amati pergerakannya. Tetesan warna akan perlahan turun dari minyak menuju air dan menciptakan efek seperti kembang api mini.

    Percobaan ini mengenalkan konsep massa jenis sekaligus menunjukkan bahwa beberapa cairan gak mudah bercampur. Minyak memiliki massa jenis lebih rendah sehingga berada di atas air, sedangkan pewarna makanan berbasis air bergerak menuju air. Sebelum mencoba, ajak anak menebak hasilnya agar eksperimen terasa seperti permainan.

  3. 3. Cari tahu benda yang bisa mengapung dan tenggelam

    ilustrasi anak sedang bereksperimen
    ilustrasi anak sedang bereksperimen (pexels.com/gabbyk)

    Isi wadah besar dengan air, lalu siapkan benda-benda seperti batu, daun, koin, spons, gabus, karet gelang, dan mainan tahan air. Minta anak menebak benda mana yang akan mengapung atau tenggelam sebelum memasukkannya satu per satu. Setelah itu, bandingkan hasil percobaan dengan tebakan mereka.

    Kegiatan ini mengenalkan konsep daya apung dan massa jenis dengan cara yang sederhana. Anak juga belajar mengamati bahwa ukuran atau bentuk benda gak selalu menentukan hasilnya. Kamu bisa meminta anak mengelompokkan benda berdasarkan apakah benda tersebut mengapung atau tenggelam.

    “Sains adalah metode untuk mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja. Dalam bentuk paling sederhananya, kita mengajukan pertanyaan, membuat dugaan jawaban, lalu merancang dan melakukan eksperimen untuk melihat apakah jawaban tersebut benar,” ujar Jenny Rohn, seorang ilmuwan dan komunikator sains, dikutip dari The Guardian.

  4. 4. Membuat gunung meletus mini

    ilustrasi reaksi kimia
    ilustrasi reaksi kimia (pexels.com/ron-lach)

    Untuk eksperimen yang lebih seru, siapkan soda kue dan cuka dalam sebuah wadah. Masukkan soda kue, lalu tuangkan cuka dan biarkan anak mengamati busa yang muncul seperti letusan gunung. Reaksi tersebut menghasilkan gas karbon dioksida sehingga campuran tampak berbuih dan meluap.

    Dari percobaan ini, anak bisa mengenal reaksi kimia melalui perubahan yang terlihat secara langsung. Coba gunakan jumlah soda kue atau cuka yang berbeda dan bandingkan hasilnya. Karena menggunakan bahan yang tidak untuk dikonsumsi, eksperimen tetap perlu dilakukan dengan pendampingan orang dewasa.

  5. 5. Membuat koin kusam jadi lebih bersih

    ilustrasi koin
    ilustrasi koin (pexels.com/towfiqu-barbhuiya)

    Siapkan beberapa koin yang permukaannya terlihat kusam, cuka, dan sedikit garam. Masukkan koin ke dalam campuran cuka dan garam, diamkan atau aduk sebentar, kemudian bilas dan amati permukaannya. Anak dapat melihat perbedaan kondisi koin sebelum dan sesudah percobaan.

    Percobaan ini memperlihatkan bahwa bahan tertentu dapat menyebabkan perubahan pada permukaan benda melalui reaksi kimia. Cuka dan garam membantu menghilangkan lapisan tembaga oksida yang membuat koin tampak kusam. Agar lebih menarik, minta anak membandingkan beberapa koin dengan kondisi permukaan yang berbeda.

  6. 6. Membuat pesan rahasia dengan lemon

    ilustrasi anak-anak sedang bereksperimen
    ilustrasi anak-anak sedang bereksperimen (pexels.com/mart-production)

    Eksperimen ini bisa dibuat seperti permainan detektif menggunakan air perasan lemon dan sedikit air. Tulis pesan atau gambar di atas kertas menggunakan cotton bud atau kuas, biarkan mengering, lalu minta orang dewasa membantu memanaskannya agar tulisan perlahan terlihat. Bagian yang terkena air lemon akan berubah menjadi kecokelatan sehingga pesan rahasia muncul.

    Perubahan warna terjadi karena komponen dalam sari lemon mengalami oksidasi dan menjadi lebih gelap ketika terkena panas. Anak bisa membuat gambar atau kata sederhana untuk kemudian melihatnya muncul kembali. Karena membutuhkan panas, proses pemanasan sebaiknya dilakukan oleh orang dewasa dan anak cukup mengamati hasilnya.

  7. 7. Bermain musik dengan gelas berisi air

    ilustrasi anak-anak sedang bereksperimen
    ilustrasi anak-anak sedang melakukan eksperimen (pexels.com/mart-production)

    Siapkan beberapa gelas yang aman, lalu isi masing-masing dengan jumlah air yang berbeda. Ketuk gelas secara perlahan menggunakan sendok dan ajak anak mendengarkan perbedaan suara yang muncul. Gelas dengan jumlah air berbeda akan menghasilkan nada yang berbeda pula.

    Eksperimen ini mengenalkan konsep dasar suara melalui kegiatan yang terasa seperti bermain musik. Anak bisa menambah atau mengurangi air, lalu mendengarkan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi bunyi. Setelah mencoba beberapa gelas, kamu bisa mengajak anak membuat pola nada sederhana sendiri.

    Eksperimen sains gak harus ribet atau pakai alat mahal karena benda sederhana di rumah pun bisa jadi media belajar yang seru. Asalkan didampingi dan disesuaikan dengan usia anak, kegiatan ini bisa membuat belajar sains terasa lebih menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More