“Mengajari mereka cara menyiapkan sayuran adalah pengetahuan yang sangat berguna,” ujar Gaby Dalkin, chef dan pengembang resep di balik blog populer What's Gaby Cooking, dikutip dari TODAY.
8 Ide Seru Mengajak Balita Beraktivitas di Dapur, Gak Cuma Masak!

Dapur gak harus selalu menjadi area yang hanya boleh dimasuki orang dewasa. Sesekali, kamu bisa mengajak balita melakukan aktivitas sederhana di dapur untuk bermain sekaligus belajar hal baru. Meski mungkin bakal sedikit berantakan, pengalaman ini justru bisa menjadi momen seru untuk melatih berbagai kemampuan anak.
Kegiatan seperti menuang, mengaduk, atau menaburkan bahan juga bisa melatih koordinasi dan kemandirian anak. Supaya tetap aman, pilih aktivitas sesuai usia dan selalu dampingi anak di dapur. Yuk, simak beberapa ide seru mengajak balita beraktivitas di dapur.
1. Ajak anak mencuci buah dan sayuran

ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah (pexels.com/pavel-danilyuk) Mencuci buah dan sayuran bisa menjadi aktivitas sederhana yang cukup menarik bagi balita. Kamu bisa memberikan beberapa bahan seperti apel, tomat, mentimun, atau buah beri untuk mereka bilas menggunakan air. Sambil mencuci, ajak anak memperhatikan warna, bentuk, ukuran, dan tekstur bahan yang ada di hadapannya.
Aktivitas ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan kebiasaan menjaga kebersihan makanan sebelum dikonsumsi. Biarkan anak menggunakan wadah atau saringan yang ringan agar lebih mudah dipegang. Pastikan kamu tetap mendampingi agar anak tidak memainkan air terlalu banyak atau memasukkan bahan yang belum dicuci ke mulut.
2. Biarkan anak menghaluskan makanan

ilustrasi ibu dan anak-anak sedang memasak bersama (pexels.com/elly-fairytale) Balita biasanya senang melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan menekan atau menghancurkan sesuatu. Kamu bisa memberikan makanan yang teksturnya lembut seperti kentang matang, alpukat, pisang, atau ubi untuk dihaluskan. Gunakan garpu plastik atau alat yang aman dan mudah digenggam anak.
Gak masalah kalau hasilnya belum benar-benar halus karena tujuan aktivitas ini bukan menghasilkan makanan yang sempurna. Anak justru bisa belajar mengontrol gerakan tangan sambil merasakan perubahan tekstur makanan. Kamu juga bisa membiarkan mereka mencoba sendiri setelah menunjukkan cara menggunakannya dengan aman.
3. Latih anak menuangkan cairan

ilustrasi anak sedang bereksperimen (pexels.com/gabbyk) Menuangkan air atau bahan cair bisa menjadi permainan sederhana yang membantu melatih koordinasi tangan dan mata. Gunakan wadah kecil yang ringan dan isi secukupnya agar anak tidak kesulitan mengangkatnya. Setelah itu, biarkan mereka menuangkan air ke mangkuk atau wadah lain dengan perlahan.
Pada awalnya, kamu mungkin perlu membantu memegang wadah agar cairan tidak tumpah ke mana-mana. Setelah anak mulai terbiasa, berikan kesempatan untuk mencoba sendiri sambil tetap berada di dekatnya. Tumpahan kecil gak perlu langsung dianggap sebagai masalah karena anak memang sedang belajar mengendalikan gerakannya.
4. Ajak anak menyusun peralatan makan

ilustrasi toddler (pexels.com/kampus) Daripada melarang anak menyentuh peralatan makan, kamu bisa memberinya tugas sederhana seperti menyusun atau mengelompokkan sendok, garpu, dan piring plastik berdasarkan jenis atau ukurannya. Pilih peralatan yang ringan dan tidak mudah pecah agar tetap aman untuk balita.
Setelah selesai, ajak anak mengembalikan peralatan ke tempatnya. Selain mengenalkan konsep mengelompokkan benda, kegiatan ini juga melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab anak.
“Menurut saya, melibatkan anak dalam menyiapkan makan adalah cara terbaik untuk memulai hari dengan langkah yang tepat,” ujar Gaby Dalkin.
5. Ajak anak mengaduk bahan

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/karola-g) Mengaduk bisa menjadi aktivitas sederhana yang menyenangkan untuk balita. Siapkan mangkuk dan sendok kayu berisi bahan yang tidak panas, lalu tunjukkan cara mengaduk sebelum membiarkan anak mencobanya.
Kalau bahan sedikit tumpah, gak perlu langsung dimarahi karena anak sedang belajar mengontrol gerakan tangannya. Berikan pujian saat mereka berhasil agar anak merasa percaya diri dan senang mencoba lagi.
6. Bermain dengan cetakan makanan

ilustrasi toddler bermain di dapur (pexels.com/fotiosphotos) Cetakan makanan bisa menjadi aktivitas seru untuk balita. Gunakan bahan yang mudah dibentuk seperti roti, telur dadar, buah, atau sayuran, lalu biarkan anak membuat bentuk bintang, hati, atau lingkaran sesuai pilihannya.
Selain membuat makanan lebih menarik, kegiatan ini juga bisa mengenalkan berbagai bentuk kepada anak. Biarkan mereka mencoba menekan cetakan dengan bantuan seperlunya dan gak perlu menuntut hasil yang sempurna.
7. Biarkan anak menaburkan topping

ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale) Menaburkan bahan menjadi pilihan aktivitas lain yang mudah dilakukan tanpa melibatkan benda tajam atau panas. Kamu bisa meminta anak menambahkan bahan seperti keju parut, potongan buah, biji-bijian, atau sayuran yang sudah dipersiapkan ke atas makanan. Biarkan mereka menentukan sendiri bagian mana yang ingin diberi topping.
Aktivitas ini dapat membantu anak berlatih menggunakan jari dan mengontrol gerakan tangannya. Kamu juga bisa menjadikannya sebagai permainan dengan meminta anak menaburkan bahan secara perlahan atau membuat pola sederhana. Setelah selesai, anak biasanya akan merasa senang karena ikut memberikan sentuhan pada makanan yang akan disajikan.
8. Ajak anak menguleni dan menggiling adonan

ilustrasi memasak ibu dan anak (pexels.com/rdne) Adonan bisa menjadi media bermain yang seru karena anak dapat meremas, menekan, dan menggulungnya. Berikan sedikit adonan yang aman, lalu tunjukkan cara menguleni sebelum membiarkan anak mencobanya sendiri.
Anak juga bisa menggunakan rolling pin kecil yang aman untuk menggiling adonan, kemudian mencetaknya dengan cetakan makanan. Aktivitas ini membantu melatih kekuatan dan koordinasi tangan sekaligus memberi pengalaman sensorik yang menyenangkan.
Gak harus selalu ikut memasak, balita juga bisa belajar banyak hal dari aktivitas sederhana di dapur. Selama kegiatannya aman dan dilakukan bersama, momen berantakan sedikit justru bisa menjadi pengalaman yang seru bagi anak.





















