Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Rekomendasi Buku untuk Menghadapi Dunia Kerja 2026

orang membaca buku di meja kerja
ilustrasi orang membaca buku di meja kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya sih...
  • Co-Intelligence: Living and Working with AI (Ethan Mollick)
  • The Squiggly Career (Helen Tupper & Sarah Ellis)
  • Remote Work Revolution: Succeeding from Anywhere (Tsedal Neeley)
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu merasa cemas memikirkan persaingan dunia kerja di tahun 2026 mendatang? Perasaan tersebut sebenarnya wajar karena perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang bergerak sangat cepat dan mengubah cara kita bekerja. Banyak perusahaan kini beralih ke sistem kerja hybrid atau remote, yang menuntut setiap karyawan untuk lebih mandiri dan adaptif terhadap alat-alat digital baru.

Daripada terus-menerus merasa khawatir atau takut posisi kita tergantikan oleh robot, lebih baik kita mempersiapkan diri dengan ilmu yang tepat mulai sekarang. Membaca buku pengembangan diri yang relevan dengan tren masa depan adalah salah satu investasi terbaik untuk meningkatkan skill dan pola pikir. Berikut adalah enam rekomendasi buku yang bisa membantumu menjadi talenta yang dicari perusahaan pada tahun 2026.

1. Co-Intelligence: Living and Working with AI (Ethan Mollick)

sampul buku Co-Intelligence karya Ethan Mollick
Co-Intelligence: The Definitive, Bestselling Guide to Living and Working with AI oleh Ethan Mollick (goodreads.com/Ethan Mollick)

Buku pertama yang harus masuk dalam daftar bacaanmu adalah karya Ethan Mollick yang terbit pada tahun 2024. Buku ini tidak menyuruhmu untuk melawan teknologi, melainkan mengajarkan bagaimana menjadikan AI sebagai rekan kerja atau mitra yang cerdas. Mollick menekankan empat aturan dasar, salah satunya adalah menganggap AI sebagai "rekan jenius" yang bisa meningkatkan kreativitas dan membantu pengambilan keputusan.

Bagi kamu yang mengincar posisi entry-level, pemahaman tentang kolaborasi manusia dan AI akan menjadi nilai jual yang sangat mahal di tahun 2026. Kamu akan belajar cara mengintegrasikan alat-alat generative AI ke dalam alur kerja harian tanpa kehilangan sentuhan manusiamu. Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan AI untuk melakukan riset awal atau membuat kerangka ide, lalu menyempurnakannya dengan analisis kritis dan empati yang hanya dimiliki manusia.

2. The Squiggly Career (Helen Tupper & Sarah Ellis)

sampul buku The Squiggly Career: Ditch the Ladder, Discover Opportunity, Design Your Career karya Helen Tupper
The Squiggly Career: Ditch the Ladder, Discover Opportunity, Design Your Career oleh Helen Tupper (goodreads.com/Helen Tupper)

Konsep meniti karier seperti menaiki anak tangga yang lurus dan kaku sudah tidak lagi relevan untuk diterapkan di masa depan. Buku ini memperkenalkan konsep "karier berkelok" atau squiggly career, di mana jalur kesuksesan bisa berubah arah sesuai dengan minat dan kebutuhan pasar yang dinamis. Penulis mengajak pembaca untuk tidak terpaku pada satu jabatan, melainkan fokus pada pengembangan transferable skills yang bisa dipakai di berbagai industri.

Dalam buku ini, kamu akan menemukan berbagai latihan praktis untuk memetakan kekuatan super dan nilai-nilai pribadi yang kamu miliki. Hal ini sangat berguna bagi lulusan baru yang mungkin merasa bingung atau takut salah mengambil jurusan pekerjaan. Misalnya saja, seorang lulusan biologi tidak harus selalu bekerja di laboratorium tetapi bisa banting setir menjadi penulis konten kesehatan atau konsultan lingkungan dengan memanfaatkan kemampuan analisis data yang dimilikinya.

3. Remote Work Revolution: Succeeding from Anywhere (Tsedal Neeley)

sampul buku Remote Work Revolution: Succeeding from Anywhere karya Tsedal Neeley
Remote Work Revolution: Succeeding from Anywhere oleh Tsedal Neeley (goodreads.com/Tsedal Neeley)

Bekerja dari mana saja atau remote work diprediksi akan menjadi standar baru bagi banyak perusahaan global pasca tahun 2025. Buku karya profesor Harvard ini memberikan panduan lengkap tentang bagaimana membangun kepercayaan dan produktivitas dalam tim yang tidak bertatap muka secara fisik. Tsedal Neeley membahas pentingnya komunikasi asinkron dan cara mengatasi rasa terisolasi yang sering dialami oleh pekerja jarak jauh.

Buku ini sangat cocok untuk kamu yang ingin melamar kerja di perusahaan multinasional atau startup yang menerapkan sistem work from anywhere. Kamu akan diajarkan cara menggunakan alat digital seperti Slack atau Zoom bukan hanya untuk rapat tetapi juga untuk membangun hubungan profesional. Contoh sederhananya adalah bagaimana cara menciptakan ritual "kopi virtual" dengan rekan kerja untuk menjaga keakraban meski terpisah jarak ribuan kilometer.

4. The Art of Being Indispensable at Work (Bruce Tulgan)

sampul buku The Art of Being Indispensable at Work: Win Influence, Beat Overcommitment, and Get the Right Things Done karya Bruce Tulgan
The Art of Being Indispensable at Work: Win Influence, Beat Overcommitment, and Get the Right Things Done oleh Bruce Tulgan (goodreads.com/Bruce Tulgan)

Menjadi karyawan yang sekadar hadir dan mengerjakan tugas saja tidak akan cukup untuk bertahan di tengah persaingan kerja yang ketat. Bruce Tulgan dalam bukunya memberikan strategi jitu untuk menjadi orang yang "tidak tergantikan" atau go-to person di kantor. Fokus utamanya adalah bagaimana kamu bisa memberikan nilai tambah yang nyata dan membangun pengaruh positif melalui konsep servant leadership.

Bagi para pemula, buku ini mengajarkan seni menolak tugas dengan sopan agar tidak burnout atau kelelahan berlebihan, namun tetap terlihat profesional. Kamu akan belajar cara memprioritaskan pekerjaan yang memberikan dampak terbesar bagi tim dan perusahaan. Misalnya, daripada mengiyakan semua permintaan atasan tetapi hasilnya setengah-setengah, lebih baik kamu belajar untuk negosiasi tenggat waktu demi hasil kerja yang jauh lebih berkualitas dan memuaskan.

5. Remote: Office Not Required (David Heinemeier Hansson & Jason Fried)

sampul buku Remote: Office Not Required karya David Heinemeier Hansson dan Jason Fried
Remote: Office Not Required oleh David Heinemeier Hansson dan Jason Fried (goodreads.com/David Heinemeier Hansson, Jason Fried)

Meskipun buku ini pertama kali terbit sudah cukup lama tetapi isinya kembali menjadi sangat relevan dan dicari seiring dengan bangkitnya budaya kerja yang fleksibel. Penulisnya, yang merupakan pendiri Basecamp, membuktikan bahwa pekerjaan hebat tidak harus dilakukan di dalam gedung kantor yang kaku. Mereka mengupas tuntas pro dan kontra bekerja dari rumah, termasuk tantangan distraksi dan cara mengatasinya.

Buku ini memberikan wawasan penting tentang budaya kerja berbasis kepercayaan atau trust-first yang wajib dipahami oleh pencari kerja masa kini. Kamu akan mengerti bahwa produktivitas tidak diukur dari berapa jam kamu duduk di depan layar, melainkan dari hasil akhir yang kamu berikan. Contoh nyata yang dibahas adalah bagaimana perusahaan bisa menghemat biaya operasional dan karyawan bisa lebih bahagia karena tidak perlu tua di jalan akibat macet setiap hari.

6. Leading From Anywhere (David Burkus)

sampul buku Leading From Anywhere: The Essential Guide to Managing Remote Teams karya David Burkus
Leading From Anywhere: The Essential Guide to Managing Remote Teams oleh David Burkus (goodreads.com/David Burkus)

Rekomendasi terakhir adalah buku panduan manajemen yang sangat berguna meski kamu belum menjadi seorang manajer atau pemimpin tim. David Burkus memberikan perspektif tentang bagaimana sebuah tim yang terdistribusi secara global bisa tetap solid dan berkinerja tinggi. Buku ini membahas strategi untuk mencegah burnout digital dan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Membaca buku ini akan melatihmu untuk memiliki pola pikir kepemimpinan atau leadership mindset sejak hari pertama bekerja. Kamu akan lebih peka terhadap dinamika tim dan tahu cara berkolaborasi secara efektif dalam lingkungan hybrid. Sebagai contoh, kamu bisa berinisiatif mengusulkan penggunaan tools manajemen proyek yang transparan agar semua anggota tim tahu progres pekerjaan tanpa perlu rapat yang berkepanjangan dan melelahkan.

Nah, sebenarnya persiapan menghadapi dunia kerja di tahun 2026 tidak harus menjadi momok yang menakutkan jika kamu punya bekal pengetahuan yang cukup. Keenam buku di atas menawarkan panduan praktis untuk mengasah hard skill maupun soft skill yang sangat dibutuhkan di era digital nanti. Coba mulailah dengan membaca satu buku yang paling menarik minatmu, lalu terapkan ilmunya sedikit demi sedikit dalam keseharianmu. Ingat, masa depan adalah milik mereka yang mau terus belajar dan beradaptasi, jadi jangan sampai kamu tertinggal, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Ramalan Shio 17 Februari 2026, Shio Anjing Hubungi Teman Lamamu!

16 Feb 2026, 22:00 WIBLife