Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Reaktif? Rekam Jejak Child Trauma Lewat 5 Buku Ini
cover buku The Body Keeps The Score (www.amazon.com)
  • Artikel menyoroti bahwa reaksi emosional berlebihan atau menarik diri dapat berkaitan dengan pengalaman masa lalu dan luka inner child yang belum pulih.
  • Lima buku rekomendasi membahas pemrosesan trauma, pengenalan emosi, dampak pengasuhan tidak matang secara emosional, serta hubungan trauma dengan otak, tubuh, dan sistem saraf.
  • Bacaan tersebut menawarkan pemahaman tentang pemicu, pola respons, batasan diri, ketahanan emosional, dan kebiasaan sadar; namun pemulihan trauma tetap membutuhkan waktu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah kamu mendadak marah besar karena masalah yang dinilai sepele? Atau mungkin reflek menarik diri ketika sedang ada masalah dengan orang lain? Mungkin kamu menganggap sikap ini wajar sebagai bagian dari karakter manusia, padahal kalau digali lebih dalam, respons semacam ini bisa timbul karena pengalaman masa lalu. Mungkin saja, respons refleksmu selama ini adalah pertahanan diri dari sosok anak kecil yang ada dalam tubuhmu yang belum sepenuhnya sembuh, bukan sifat aslimu.

Supaya kamu lebih memahami dari mana asal reaksi emosional itu dan bagaimana cara memulihkannya, berikut 5 rekomendasi buku tentang child trauma dan inner child yang bisa jadi bacaanmu di minggu ini!

1. Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan Trauma Processing Therapy karya dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj

cover buku Pulih dari Trauma (www.gramedia.com)

Buku ini diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama tahun 2025 lalu dengan tebal 376 halaman. Dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj sendiri merupakan seorang psikiater yang aktif melakukan praktik di Siloam Hospitals Bogor. Pulih dari Trauma adalah buku terbarunya yang hadir setelah buku-buku populernya yang lain, seperti Merawat Luka Batin dan For You, Myself.

Sebagaimana judulnya, buku ini memperkenalkan kamu sebuah pendekatan penyembuhan trauma yang ilmiah sekaligus empatik, yaitu Trauma Processing Therapy (TPT). Melalui buku ini, kamu akan memperoleh jawaban bagaimana TPT bisa menjadi jalan untuk hidup yang lebih damai dan utuh.

2. Merawat Luka Batin karya dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj

cover buku Merawat Luka Batin (www.bintangmahayana.com)

Sebelum menerbitkan buku Pulih dari Trauma, dr. Jiemi telah lebih dulu merilis buku berjudul Merawat Luka Batin. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama tahun 2022 dengan tebal 330 halaman. Merawat Luka Batin berisi tentang proses berpikir, khususnya cara berpikir yang tepat, tapi gak melulu berpikir positif, ya.

Dr. Jiemi menjelaskan bahwa sifat reaktif yang kerap kali muncul dapat disebabkan oleh pola pikir yang keliru. Melalui buku ini, kamu diajak untuk gak langsung menekan emosi negatif. Kamu justru akan dibimbing untuk mengenali dan memproses emosi-emosi yang kamu punya dan merawatnya dengan lembut.

3. Adult Children of Emotionally Immature Parents karya Lindsay C. Gibson. PsyD

cover buku Adult Children of Emotionally Immature Parents karya Lindsay C. Gibson. PsyD (www.amazon.com)

Edisi terjemahan buku ini diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo di tahun 2024 lalu dengan tebal 264 halaman. Buku ini memberikan penjelasan kepadamu tentang cara memulihkan diri dari orang tua yang berjarak, menolak, atau egois. Menurut Lindsay, masa kecil yang kamu ingat adalah saat kebutuhan emosionalmu belum terpenuhi.

Dalam buku ini, Lindsay menguraikan dengan jelas bagaimana pola pengasuhan orang tua di masa lalu mampu membentuk respons atau cara kamu bereaksi di masa kini (saat dewasa). Misalnya, pengasuhan dari orang tua yang tidak matang secara emosi akan membuat anak merasa diabaikan dan kebingungan di kemudian hari.

Buku ini gak mengajak kamu untuk membenci orang tua atau menyalahkan mereka kok, melainkan untuk memahami keterbatasan mereka, pun membantumu memulihkan diri. Dengan buku ini, kamu akan dituntun untuk bisa healing dan menerapkan setting boundaries.

4. The Body Keeps The Score: Otak, Pikiran, dan Tubuh dalam Pemulihan Trauma karya Bessel van der Kolk, M.D

cover buku The Body Keeps The Score (www.amazon.com)

Buku ini terbilang populer lho karena berhasil menduduki peringkat pertama di daftar New York Times Best Seller kategori nonfiksi. Penulisnya adalah seorang profesor psikiatri di Boston University School of Medicine sekaligus pendiri dan direktur medis di Trauma Center di Brookline, Massachusetts. Meski begitu, bahasa yang disajikan dalam buku ini gak teoritis dan kaku kok, justru menggugah, penuh empati, dan diimbangi dengan ilmu pengetahuan serta studi kasus nyata (terdapat kisah-kisah manusia yang penuh juang dan haru).

Sebagaimana judulnya, buku ini berisi tentang bagaimana pengalaman traumatik memengaruhi tubuh, otak, serta sistem saraf manusia. Gak hanya itu, di buku ini, Bessel van der Kolk juga menjabarkan tentang penyembuhan trauma itu secara realistis.

5. How to do the Work karya Dr. Nicole Lepera

cover buku How to do the Work (www.amazon.com)

Terakhir adalah buku berjudul How to do the Work. Buku ini juga terbilang populer karena menempati peringkat pertama di daftar New York Times Best Seller. Buku ini membuat kamu mengenali pemicu emosimu, memahami patterns-mu, dan yang terpenting membimbingmu cara membebaskan diri dari luka masa lalu sekaligus menciptakan hidupmu sendiri.

Di buku ini, kamu akan menemukan jawaban atas pertanyaan bagaimana membangun ketahanan emosional dan kesadaran diri, serta bagaimana membangun kebiasaan sadar yang sejalan dengan dirimu sendiri. Dr. Nicole berhasil menguraikan konsep psikologis yang rumit menjadi langkah-langkah yang mudah dipahami dan diterapkan.

Proses pulih dan sembuh dari trauma memang memerlukan waktu yang gak sebentar. Selesai membaca buku-buku di atas gak lantas membuat traumamu hilang. Namun, membaca buku-buku itu bisa membantumu mengenali dan memahami dirimu sendiri, bahkan bisa jadi langkah pertama untuk sembuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article