Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah SMMPTN Barat 2026 Bisa Pilih Prodi Campuran? Ini Penjelasannya

Apakah SMMPTN Barat 2026 Bisa Pilih Prodi Campuran? Ini Penjelasannya
ilustrasi pelajar SMA (unsplash.com/Ed Us)

SMMPTN Barat 2026 mulai menjadi perhatian banyak calon mahasiswa yang ingin mencari jalur masuk PTN selain SNBT dan seleksi mandiri kampus. Salah satu topik yang paling sering dipertanyakan peserta adalah soal pilihan program studi campuran. Banyak siswa masih bingung apakah mereka bisa memilih jurusan lintas rumpun ilmu dalam satu kali pendaftaran. Pertanyaan ini muncul karena sistem seleksi perguruan tinggi sebelumnya identik dengan pembagian saintek, soshum, atau campuran.

Kondisi tersebut membuat sebagian peserta takut salah strategi ketika menentukan jurusan tujuan. Ada yang ingin memilih Teknik Informatika sebagai pilihan pertama lalu Ilmu Komunikasi sebagai pilihan kedua, tetapi khawatir aturan seleksi tidak memperbolehkannya. Sebagian calon mahasiswa juga masih mengira SMMPTN Barat memakai sistem kelompok ujian seperti UTBK lama. Padahal, aturan seleksi saat ini sudah lebih fleksibel dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Biar tidak penasaran, berikut penjelasan mengenai apakah SMMPTN Barat 2026 bisa pilih prodi campuran.

1. SMMPTN Barat 2026 tidak lagi gunakan kelompok ujian

ilustrasi suasana UTBK
ilustrasi suasana UTBK atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (commons.wikimedia.org/Amirfian1996)

Berdasarkan informasi resmi SMMPTN Barat, seleksi tahun 2026 tidak lagi memakai pembagian kelompok ujian saintek dan soshum. Peserta dapat memilih program studi lintas bidang tanpa harus menentukan kategori ujian tertentu. Aturan tersebut membuat siswa SMA maupun SMK punya kesempatan lebih luas saat menentukan jurusan tujuan. Informasi itu tercantum dalam penjelasan resmi pelaksanaan SMMPTN Barat.

Panitia juga menjelaskan bahwa peserta bisa memilih maksimal dua program studi pada satu PTN atau dua PTN berbeda. Urutan pilihan prodi tetap menjadi prioritas penting dalam proses seleksi. Karena itu, pilihan pertama biasanya ditempatkan pada jurusan yang paling diinginkan peserta. Sementara pilihan kedua sering dipakai sebagai alternatif cadangan jika persaingan di pilihan utama terlalu ketat.

2. Peserta bisa memilih program studi lintas bidang

ilustrasi ruang ujian UTBK
ilustrasi ruang ujian UTBK (unsplash.com/MChe Lee)

Aturan baru tersebut membuka peluang bagi peserta untuk memilih prodi campuran. Contohnya, peserta dapat mengambil Teknik Sipil pada pilihan pertama lalu memilih Psikologi atau Ilmu Komunikasi pada pilihan kedua. Sistem ini dianggap lebih fleksibel dibandingkan dengan pola seleksi lama yang mengharuskan peserta mengambil ujian campuran bila ingin memilih jurusan lintas rumpun ilmu. Kini peserta tidak lagi dibatasi pada kategori ujian tertentu saat menentukan prodi.

Panitia SMMPTN Barat juga menjelaskan bahwa peserta diperbolehkan mengambil prodi lintas jurusan selama program studi pada PTN tujuan memang membuka kesempatan lintas jurusan. Karena itu, peserta disarankan mengecek kembali syarat SLTA pada tiap program studi sebelum mendaftar. Informasi tersebut dapat dilihat melalui situs resmi SMMPTN Barat pada menu Daftar PTN, lalu memilih opsi “Lihat Prodi”. Selain itu, peserta dapat memilih maksimal dua program studi pada satu PTN atau dua PTN berbeda.

3. Lokasi ujian tidak harus sama dengan kampus tujuan

gedung UPN Veteran Jakarta
gedung UPN Veteran Jakarta (youtube.com/UPN Veteran Jakarta)

Hal lain yang cukup menarik perhatian peserta adalah soal lokasi ujian. Dalam SMMPTN Barat 2026, peserta tidak wajib mengikuti ujian di kampus tujuan. Panitia memberi kebebasan memilih lokasi UTBK pada salah satu PTN peserta konsorsium BKS-PTN Barat. Aturan ini membantu peserta yang ingin menghemat biaya perjalanan atau tinggal jauh dari kampus tujuan.

Program studi yang dipilih juga tidak harus berada di PTN tempat peserta mengikuti UTBK. Urutan pilihan jurusan nantinya menjadi prioritas utama dalam proses seleksi. Sementara itu, pelaksanaan UTBK SMMPTN Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–24 Juni 2026. Khusus hari Jumat, sesi siang akan disesuaikan dengan waktu salat Jumat di masing-masing lokasi PPUM (Panitia Penyelenggara Ujian Mandiri).

SMMPTN Barat 2026 memberi fleksibilitas lebih besar bagi calon mahasiswa saat menentukan pilihan jurusan. Peserta kini dapat menyusun kombinasi prodi sesuai minat, kemampuan, dan strategi seleksi masing-masing. Kebijakan ini juga dianggap membantu siswa yang memiliki ketertarikan pada dua bidang berbeda tanpa harus terikat pada kategori ujian tertentu. Karena itu, banyak peserta mulai memanfaatkan peluang prodi campuran untuk memperbesar kesempatan lolos PTN.

Meski SMMPTN Barat 2026 bisa pilih prodi campuran, calon mahasiswa tetap perlu memeriksa syarat khusus tiap program studi dan kampus tujuan. Beberapa jurusan tertentu masih memiliki ketentuan tambahan yang wajib dipenuhi peserta. Selain itu, pemilihan jurusan sebaiknya tidak hanya mengikuti tren atau saran orang lain. Memahami minat pribadi dan peluang karier tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan di SMMPTN Barat 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More

5 Tips Biar Kamu Gak Hidup buat Kerja Terus

14 Mei 2026, 17:11 WIBLife