5 Taktik Grooming yang Gampang Dikenali, Waspada!

- Pujian terus-menerus sampai kamu terbuai
- Kebaikan yang tampak tulus tapi selalu mengarah ke satu tujuan
- Kedekatan yang sengaja dipercepat
Grooming sering muncul tanpa disadari karena dimulai dari perhatian kecil yang tampak biasa saja. Pelakunya perlahan membangun kedekatan untuk mengambil untung, pelaku biasanya punya kuasa yang lebih ketimbang korban (lebih tua secara usia, lebih pintar berbicara, lebih percaya diri, lebih berpengalaman, atau sekadar punya akses yang kamu belum punya).
Mereka bisa menyamar sebagai teman baru yang cepat klik, orang yang tiba-tiba tahu banyak soal kamu, atau sosok yang selalu ada sampai kamu lupa kapan mulai merasa nyaman. Semua dilakukan serapi mungkin agar kamu membuka “pintu” sendiri tanpa paksaan. Karena caranya pelan dan rapi, mengetahui taktik grooming yang gampang dikenali sejak dini jadi cara paling aman buat menjaga diri.
1. Pujian terus-menerus sampai kamu terbuai

Pelaku biasanya memulai dari hal paling aman yakni memanjakan kamu dengan pujian. Selalu ada alasan kenapa kamu dibilang paling menarik, paling cerdas, atau paling unik dibanding orang lain di sekitarmu. Lama-lama kamu merasa pendapatnya penting dan kamu ingin mempertahankan kesan baik itu.
Masalahnya muncul ketika sanjungan berubah nada menjadi penilaian. Tiba-tiba kamu merasa kurang cocok kalau memilih sesuatu yang tidak sejalan dengannya. Kalau kamu berargumen, ia bisa langsung mendinginkan suasana. Dari sini jelas, pujian bukan cara ia menghargai kamu, tapi cara ia mengikat kamu.
2. Kebaikan yang tampak tulus tapi selalu mengarah ke satu tujuan

Tipu muslihat groomers bisa dibilang cukup beragam. Ada pelaku yang tidak banyak bicara, tapi sigap memberi bantuan bahkan untuk hal yang kamu tidak minta. Kamu mungkin menganggapnya perhatian tulus, sampai kamu sadar kamu jadi kerap bertanya pada dia sebelum bertindak.
Ketika rutinnya sudah terbentuk, pelaku mulai ikut memberi komentar terhadap caramu mengambil keputusan. Kamu bisa dibuat merasa ide sendiri kurang matang atau tidak secerdas sarannya. Kalau kamu jadi berhenti menentukan langkah tanpa pikir panjang, itu tanda kamu sudah diarahkan pelan-pelan.
3. Kedekatan yang sengaja dipercepat

Pelaku sering membangun suasana seolah kalian sudah sahabat lama. Padahal faktanya, kalian baru kenal hitungan hari saja, lho. Ia cepat masuk ke topik pribadi, meminta kamu bercerita, dan mendengarkan seolah ia satu-satunya orang yang paham.
Setelah kamu membuka diri, barulah muncul permintaan kecil misal ikut ke suatu acara, meminjam sesuatu, atau menjaga rahasia yang membuat kamu tidak nyaman. Kalimat yang dipakai biasanya terdengar santai, seperti “masa sih enggak bisa bantu aku sedikit?” Ia akan terus memanipulasi kamu lewat berbagai cara.
4. Komentar yang tampak sepele tapi menggerogoti keyakinanmu

Taktik berikutnya muncul dalam bentuk komentar seolah bercanda namun membuatmu ragu pada dirimu sendiri. Pelaku bisa menyebut pilihanmu kurang pas, seleramu kurang keren, atau lingkunganmu tidak cukup baik. Awalnya kamu pasti menganggap bahwa pendapatnya sekadar masukan biasa saja.
Lantas, seiring berjalan waktu kamu mulai mengubah gaya hidup supaya lebih “pas” di matanya. Begitu kamu berbeda pandangan sedikit saja, pelaku akan membuatmu merasa lebay atau salah paham. Kamu lalu diam dan mengikutinya, dan itulah yang ia inginkan sejak awal.
5. Kamu merasa waktumu bukan milikmu lagi

Tahap terakhir datang ketika waktu yang kamu miliki mulai hilang tanpa kamu sadari. Pelaku meminta kabar terlalu sering, bertanya sedang di mana, bersama siapa, atau menyindir kalau kamu sibuk dengan orang lain. Nada yang dipakai tetap lembut, seolah ia hanya peduli.
Tanpa terasa, kamu mulai berhenti melakukan hal-hal favoritmu, mengurangi pertemanan, dan mempertimbangkan reaksinya sebelum berbuat sesuatu. Kalau kamu merasa hidupmu tiba-tiba bergantung pada satu orang, itu bukan kebetulan, kok. Ada proses yang sudah berjalan jauh sebelum kamu sadar kalau kamu merupakan korban grooming.
Grooming bisa menjebak siapa pun karena dimulai dengan hal-hal yang terlihat baik. Dengan melihat tanda-tanda serta memahami taktik grooming yang gampang dikenali, kamu tidak mudah kehilangan pijakan dalam hubungan apa pun. Jadi, dari semua ini, mana yang paling mungkin luput dari perhatian banyak orang?


















