3 Sisi Gelap Panggilan Sayang yang Sering Dianggap Tanda Cinta

- Panggilan sayang bisa menciptakan ilusi kedekatan emosional, padahal hubungan belum memiliki fondasi kepercayaan dan keterbukaan yang kuat.
- Kata-kata manis kadang digunakan untuk meremehkan emosi pasangan, membuat perasaan penting jadi seolah sepele dan menekan ekspresi jujur.
- Panggilan sayang juga sering dipakai untuk mengalihkan konflik tanpa menyelesaikan akar masalah, menciptakan harmoni semu dalam hubungan.
Panggilan sayang seperti “baby”, “sayang”, atau “beb” sering dianggap bukti kalau hubungan kamu penuh cinta. Kata-kata ini terdengar manis, hangat, dan bikin hati terasa dekat. Gak heran kalau banyak orang langsung merasa nyaman saat dipanggil dengan sebutan spesial.
Tapi sayangnya, panggilan sayang gak selalu berarti hubungan kamu benar-benar sehat, lho. Di balik kesannya yang romantis, ada beberapa sisi gelap yang sering luput disadari, dan kalau dibiarkan bisa bikin kamu terjebak dalam hubungan yang gak seimbang.
Yuk, pahami tiga sisi gelap panggilan sayang yang sering disalahartikan sebagai tanda cinta, supaya kamu bisa lebih peka membaca dinamika hubunganmu sendiri.
1. Ketika panggilan sayang menciptakan ilusi kedekatan

Di awal hubungan, dipanggil “baby” atau “babe” bisa terasa menyenangkan dan bikin kamu cepat merasa dekat. Masalahnya, kedekatan ini kadang hanya terasa di permukaan, bukan karena benar-benar dibangun dari kepercayaan dan keterbukaan. Dalam hubungan yang masih abu-abu atau berjalan terlalu cepat, panggilan sayang bisa menciptakan ilusi seolah kamu sudah punya ikatan emosional yang kuat. Padahal secara nyata, kamu mungkin belum benar-benar saling mengenal secara mendalam.
Menurut penelitian dalam jurnal BMC Psychology, bahasa emosional seperti panggilan sayang bisa memicu rasa terikat secara emosional meski fondasi hubungan belum kuat. Studi tersebut menemukan kaitan antara perilaku breadcrumbing dan ketidakamanan keterikatan, di mana bahasa manis dipakai untuk meniru kedekatan tanpa komitmen nyata. Kondisi ini bikin seseorang merasa dekat, walau pasangannya belum konsisten secara emosional. Akibatnya, kamu bisa terlanjur berharap pada seseorang yang sebenarnya belum siap hadir sepenuhnya.
Dalam situasi seperti ini, panggilan sayang jadi semacam “lem perekat” palsu. Kamu merasa ditemani, tapi tetap kesepian saat butuh kehadiran emosional yang nyata. Kalau kamu sering merasa dekat lewat kata-kata, tapi tidak lewat tindakan, ini sinyal penting untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi hubunganmu.
2. Ketika panggilan sayang berubah jadi bentuk meremehkan emosi

Panggilan sayang juga bisa terdengar manis saat digunakan di tengah konflik. Namun dalam beberapa kondisi, justru di situlah masalah muncul. Saat kamu menyampaikan rasa kesal atau kekecewaan, lalu dibalas dengan kalimat seperti “kamu capek ya, sayang” atau “jangan lebay, baby”, emosi kamu secara halus dikecilkan. Masalah yang kamu anggap penting jadi terasa sepele karena dibungkus bahasa manis.
Menurut penelitian dalam jurnal Motivation and Emotion, perlakuan infantilization atau memperlakukan pasangan seperti anak kecil adalah salah satu bentuk pelecehan emosional yang paling berdampak buruk pada kesehatan mental. Studi ini menunjukkan bahwa meremehkan emosi dengan bahasa lembut justru berkaitan dengan meningkatnya rasa marah, depresi, dan kehilangan kendali diri. Jadi meski terdengar penuh kasih, efeknya bisa sangat merusak dalam jangka panjang.
Kalau panggilan sayang sering muncul justru saat kamu ingin didengar, itu patut dipertanyakan. Hubungan yang sehat memberi ruang untuk emosi yang gak nyaman, bukan malah menutupinya dengan kata-kata manis. Cinta seharusnya bikin kamu merasa dipahami, bukan dibungkam secara halus.
3. Ketika panggilan sayang dipakai untuk mengalihkan masalah

Setelah konflik, sebagian orang memilih membanjiri pasangannya dengan kata-kata manis. Tujuannya bukan menyelesaikan masalah, tapi meredakan suasana secepat mungkin. Panggilan seperti “cinta”, “angel”, atau “my love” muncul tanpa ada pembahasan soal akar konflik. Sekilas terasa damai, tapi sebenarnya masalah hanya ditunda, bukan diselesaikan.
Menurut penelitian dalam jurnal Affective Science, manusia sering menggunakan strategi bahasa untuk menciptakan jarak psikologis saat merasa gak nyaman. Bahasa yang lebih abstrak atau emosional bisa membantu menenangkan diri, tapi juga menghambat keterlibatan mendalam dengan masalah yang ada. Dalam konteks hubungan, panggilan sayang bisa menjadi alat distraksi emosional supaya konflik gak perlu dibahas lebih jauh.
Kalau pola ini terus berulang, hubungan kamu bisa terlihat harmonis di luar, tapi rapuh di dalam. Kamu mungkin sering “baikan”, tapi jarang benar-benar selesai. Intimasi yang sehat bukan soal cepat berdamai, lho, tapi berani duduk bersama dalam ketidaknyamanan dan mencari solusi yang jujur.
Panggilan sayang bukanlah sesuatu yang salah, dan dalam hubungan yang sehat, justru bisa memperkuat ikatan emosional. Masalah muncul ketika kata-kata manis dipakai untuk menutupi jarak, meremehkan perasaan, atau menghindari tanggung jawab emosional. Kalau kamu sering merasa ditenangkan tapi jarang benar-benar dipahami, itu tanda untuk lebih waspada.
Hubungan yang sehat selalu memberi ruang untuk kejujuran, bukan hanya kenyamanan semu. Karena pada akhirnya, cinta bukan soal seberapa manis panggilannya, tapi seberapa dalam kamu dan pasangan saling hadir secara nyata.

![[QUIZ] Dari Mood, Ini Buku yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20250529/free-photo-of-woman-bed-bedroom-sitting-1e25446658b950fc41902308955be88a-3b9f796cd0d88640df9943171cda4ea7.jpeg)
![[QUIZ] Apa Buku yang Cocok untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250524/pexels-enzoelgalgo-2663851-535a16e7fb7bdc23245ff21afd8e8c4f-ff2fbd5bb71cb757268dd52c490db528.jpg)
![[QUIZ] Pembaca Buku Seperti Apakah Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20250602/pexels-olly-3768718-051168c531cac2e4e36a32f59533acc4-f34c91b9a1e1ead7122887f2f946c676.jpg)
![[QUIZ] Jika Lebaran di Kampung Upin dan Ipin, Apakah Tradisi yang Bikin Kamu Semangat?](https://image.idntimes.com/post/20250228/1000048816-48dd344493874130fba108ffa4c8d145-4bbd9bdc7d1746647438f46b9836a8ca.jpg)
![[QUIZ] Dari Zodiak, Apa Keberuntunganmu Bulan Ini?](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-photo-8359662-d1d5b73e706dec953faaf651f6eb0051-81887d949de9376c688d985e4805f92a.jpeg)
![[QUIZ] Cari Tahu Seperti Apa Kesialanmu di Bulan Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250602/brooke-cagle-xcgh5-qixc-unsplash-63fe775d1a715a08a15409d03619a64c-38ecc06ada22d7f3fa8c81cb20bc4455.jpg)
![[QUIZ] Kami Bisa Tahu Seperti Apa Isi Otakmu dari Pilihan Isi Tas Aja](https://image.idntimes.com/post/20250321/1000015492-dac00b17d8f57e4a0ccca546e5b51f7b-e0782ff2878c5a5a615b449582af3ee6.jpg)
![[QUIZ] Sebagai Introvert, Apakah Isi Pikiranmu setiap Bertemu Orang Baru?](https://image.idntimes.com/post/20250502/pexels-photo-6491484-e75c5656dd8b9be027075d1d1e25c091-6d4bc505b3db4534e04bcafc903e99a1.jpeg)
![[QUIZ] Dari Jenis Kulit, Kami Bisa Tebak Apa Masalah Terbesarmu](https://image.idntimes.com/post/20250324/pexels-polina-tankilevitch-5588005-5fc5264773d1bbf07bafaa8e9868c56c-6cd8ee60b82a72edc90631a857caff10.jpg)




![[QUIZ] Dari Kebiasaan saat Weekend, Kami Bisa Menebak Kematangan Pemikiranmu](https://image.idntimes.com/post/20250513/pexels-media-1549280-3c9296c30326a359cd62291a7a4a8913-5862151cca601f3931fe3362c319ceba.jpeg)



