- Buah-buahan segar, salah satunya jenis beri.
- Ikan berlemak, seperti salmon atau sarden.
- Sayuran hijau, seperti brokoli atau kale.
- Telur.
- Biji-bijan atau kacang-kacangan.
- Teh dan kopi.
4 Tips Puasa saat Ujian, Simak Agar Tetap Fokus dan Berhasil!

- Makan teratur dengan nutrisi tepat
- Pilih makanan berkualitas untuk meningkatkan daya otak
- Penuhi asupan cairan untuk menjaga kesehatan
- Ubah rutinitas belajar: waktu dan metode belajar
- Manfaatkan waktu produktif di bulan Ramadan
- Cari alternatif dalam mengubah metode belajar
- Persiapkan kesehatan fisik dan mental
- Mengatur tidur malam selama 6-7 jam sehari
- Hindari tidur siang di atas jam 3 atau terlalu lama
Puasa bukan alasan kita untuk tidak menjalankan aktivitas sehari-hari, apalagi saat datangnya jadwal ujian. Apakah itu ujian sekolah, skripsi, dan lainnya, pikiran harus tetap fokus mengerjakan ujian meskipun sedang puasa.
Manajemen waktu belajar, makan, dan ibadah menjadi kunci utama untuk tetap sehat serta fokus saat ujian. Nah, buat kamu yang sedang menghadapi ujian di bulan Ramadan, ada beberapa tips puasa saat ujian. Simak di sini, yuk!
1. Makan teratur dengan nutrisi tepat

Ada dua waktu untuk makan di bulan Ramadan, yaitu saat sahur jam 3 pagi dan berbuka sekitar jam 6 sore. Di kedua waktu tersebut, perut pastinya terasa lapar hingga membuat kamu menyantap apapun di atas meja makan, tanpa memikirkan nutrisi yang tepat.
Karena ingin menghadapi ujian, kamu tak hanya perlu makan untuk mengisi energi, tetapi juga meningkatkan daya otak sehingga dapat membantu kamu dalam belajar. Menurut artikel Harvard Health bertajuk, "Foods linked to better brainpower" dan ditinjau oleh Howard E. LeWine, MD, Kepala Editor Medis, Harvard Health Publishing, mengungkapkan makanan yang baik untuk kualitas otak, di antaranya:
Selain makanan yang berkualitas, penuhi juga asupan cairan kamu. Semakin banyak air yang diminum setiap malam, semakin baik perasaanmu keesokan harinya.
2. Ubah rutinitas belajar: waktu dan metode belajar

Di bulan Ramadan kamu perlu meningkatkan ibadah. Maka dari itu, ubah rutinitas belajarmu. Buat rencana atau jadwal belajar agar semua aktivitas bisa kamu lakukan dengan seimbang, hingga untuk menghindari sistem 'kebut semalam' yang membuat hari-harimu tidak produktif. Berikut ada tips untuk membagi waktu dan metode belajar:
- Manfaatkan waktu produktif di bulan Ramadan
Kamu bisa manfaatkan waktu-waktu yang paling produktif, misalnya di jam setelah berbuka atau menjelang tidur untuk mempelajari materi ujian. Hindari juga belajar secara berlebihan di siang hari ketika tubuh berada dalam kondisi paling stres.
- Cari alternatif dalam mengubah metode belajar
Ada baiknya mempertimbangkan cara alternatif untuk belajar. Misalnya, menemukan teknik belajar yang lebih cepat dan mudah dipahami, seperti membuat flash cards atau poster.
Belajar lewat video pembelajaran atau aplikasi pelajaran tertentu juga bisa membantu. Lalu, coba ubah metode studi, seperti menggunakan teknik Pomodoro, yaitu belajar 25 menit, istirahat 5 menit, agar tidak terlalu lelah.
Jika punya kelompok belajar, suasana mungkin bisa jadi lebih baik. Kamu bisa tanya-jawab, lalu evaluasi materi dan soal-soal bersama. Belajar bersama bisa jadi bentuk dukungan mental, loh!
3. Persiapkan kesehatan fisik dan mental

Usahakan kamu mengatur tidur malam selama 6-7 jam sehari. Lalu, buat waktu tidur siang untuk mengganti kekurangan jam tidur di malam hari. Menurut Dr. Raj Dasgupta, seorang ahli paru, dokter perawatan kritis dan pengobatan tidur, tidur siang di waktu yang tepat dapat memperbaiki suasana hati.
"Jika tidak diatur tidur siangnya, bisa berakibat daya ingat yang buruk, mudah lelah, kantuk berlebihan, hingga jadi sulit berkonsentrasi," ujarnya, dikutip dari laman Today.
Waktu tidur siang yang baik antara jam 12-2 siang selama sekitar 20 menit. Hindari tidur siang di atas jam 3 atau terlalu lama. Selain tidak baik untuk kesehatan, kamu akan kekurangan waktu untuk belajar. Di sela-sela waktu, jangan lupa untuk melakukan peregangan ringan atau istirahat sejenak untuk mengurangi stres. Hindari juga media sosial dan layar komputer.
4. Tetapkan niat dan jangan lupa berdoa

Siapkan alat tulis atau hal-hal yang dibutukan lainnya sebelum tidur agar pagi harinya tidak panik. Apalagi, kamu harus sahur, salat subuh, lalu langsung berangkat ke tempat ujian.
Agar energi tidak terkuras, hindari juga aktivitas fisik berlebihan sebelum ujian berlangsung. Simpan energi untuk fokus mengerjakan soal atau menjawab pertanyaan dosen penguji.
Persiapan yang kamu lakukan saat menghadapi ujian ini tidak hanya membuat kamu sukses mengerjakan soal, tetapi menghindari potensi dosa di bulan Ramadan. Misalnya, mencontek atau melanggar aturan lainnya saat ujian berlangsung.
Selama minggu-minggu ujian, tetapkan niat yang kuat untuk belajar dan berhasil dalam ujian. Berdoa kepada Tuhan untuk diberi kemudahan dan keberhasilan dalam setiap langkah.
Nah, itulah beberapa tips puasa saat ujian yang bisa langsung kamu praktikkan. Atur waktu yang seimbang antara makan, istirahat, metode belajar, hingga jangan lupa berdoa saat ujian. Semoga tipsnya bermanfaat!


















