Ilustrasi memberikan contoh penggunaan gadget (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Anak belajar banyak hal dengan mengamati perilaku orang di sekitarnya, termasuk kebiasaan orang tua dalam menggunakan gadget. Jika orang tua meminta anak berhenti bermain HP tetapi tetap sibuk melihat ponsel sendiri, anak bisa merasa aturan tersebut tidak adil. Karena itu, orang tua juga perlu menunjukkan kebiasaan penggunaan gadget yang sehat.
Cobalah menerapkan waktu tanpa gadget untuk seluruh keluarga, misalnya ketika makan bersama atau menjelang tidur. Orang tua dapat menyimpan ponsel dan benar-benar terlibat dalam percakapan atau aktivitas bersama anak. Keteladanan seperti ini membuat aturan screen time terasa sebagai kebiasaan keluarga, bukan sekadar larangan yang hanya berlaku untuk anak.
Membatasi screen time bukan berarti menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi. Tujuannya adalah membantu anak membangun kebiasaan menggunakan perangkat secara seimbang dan sesuai kebutuhan. Dengan membuat aturan bersama, memberikan peringatan, menghargai titik berhenti aktivitas, menyediakan kegiatan alternatif, serta memberikan contoh yang baik, proses mengurangi penggunaan gadget dapat dilakukan secara lebih positif.
Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesabaran. Anak mungkin membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan aturan baru, sehingga orang tua tidak perlu mengharapkan perubahan hanya dalam satu atau dua hari. Ketika batasan diterapkan dengan jelas sekaligus penuh empati, anak perlahan dapat belajar mengatur penggunaan gadget tanpa harus selalu berakhir dengan tantrum.