Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anakmu Suka Menggigit? Lakukan 5 Cara Ini untuk Menghentikannya

Anakmu Suka Menggigit? Lakukan 5 Cara Ini untuk Menghentikannya
ilustrasi orang tua dengan cucunya (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Balita seringkali menggigit saat marah, penasaran, atau frustasi.
  • Tentukan penyebab anak suka menggigit dan berikan teguran halus serta alihkan perhatiannya.
  • Validasi perasaan anak, ungkapkan kalimat penenang, dan berkonsultasi dengan dokter anak jika kebiasaan tersebut terus berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bayi maupun balita kerap menggunakan mulut dan giginya untuk mempelajari dunia sekitarnya. Namun, bagaimana jadinya jika ada beberapa momen yang menjadikan balitamu menggunakan mulut dan giginya untuk menggigit orang lain? Sebagai orang tua, tentunya kamu ingin menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Dilansir Parents, Aubyn Stahmer, psikolog klinis, mengungkapkan, bahwa balita sering kali menggigit saat sedang marah, penasaran, atau frustasi. Selain itu, ini mungkin juga dijadikan cara untuknya berkomunikasi tentang hal yang diinginkannya, mengingat kemampuan bahasanya masih sangat terbatas.

Meskipun hal tersebut wajar, namun ini bukanlah perilaku yang baik, apalagi jika anakmu menggigit balita lainnya. Dengan begitu, penting buat tahu cara menghentikan kebiasannya dengan beberapa tips di bawah.

1. Cari tahu penyebabnya

ilustrasi anak merajuk (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi anak merajuk (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah dengan mencari tahu penyebab anak suka menggigit. Caranya dengan memperhatikan sikap anak, apakah dia selalu menggigit orang yang sama? Apakah perilaku itu muncul saat ia merasa marah? Apakah anakmu menggigit saat teman bermainnya menyentuh mainan favoritnya?

Kate Eshleman, seorang psikolog anak, dikutip Cleveland Clinic, dengan mengetahui pemicu anak suka menggigit, ini akan memudahkan kamu untuk mencegahnya melakukan hal tersebut. Jadi, ketika pemicunya muncul, kamu bisa segera menjauhkan anak dari situasi tersebut.

2. Tegur dan alihkan perhatian anak

ilustrasi anak bermain dengan temannya (pexels.com/Alex Green)
ilustrasi anak bermain dengan temannya (pexels.com/Alex Green)

Selanjutnya, berikan anakmu teguran halus dan alihkan perhatiannya pada hal lain. Katrina Reynolds, perawat anak, dikutip Parents, menyarankan untuk menggunakan kata-kata halus dengan nada yang tegas tapi gak mengancam untuk menegurnya. Setelah itu, arahkan anak pada sesuatu yang bisa dilakukannya.

“Biarkan anakmu tahu bahwa ketika dia marah atau kesal, ada alternatif selain menggigit. Bantu ia untuk bisa mengungkapkan perasaan marahnya lewat kata-kata atau jadilah sosok yang membantu anak menyampaikan pesan terhadap apa yang dia rasakan," jelas Dr. Stahmer.

3. Hindari membentak dan menghukum anak

ilustrasi ibu dan anak perempuan (pexels.com/Matilda Wormwood)
ilustrasi ibu dan anak perempuan (pexels.com/Matilda Wormwood)

Meskipun kebiasaan menggigit orang lain adalah perilaku yang buruk, namun membentak dan menghukum balita atas perilakunya tersebut juga kurang tepat. Ia masih belum paham tentang hal-hal yang boleh dan gak boleh dilakukannya. Alih-alih berhenti, anak mungkin akan semakin kesal dan menjadi lebih agresif.

Daripada mengatakan, "Jangan menggigit temanmu" atau "Kamu gak boleh menggigit ibu dan ayah", Dr. Eshleman mengusulkan untuk berkata, "Kami gak menggigit " atau "Menggigit itu menyakitkan". Frasa pertama dan kedua perlu dihindari karena itu seolah memberikan izin kepada anak bahwa ia boleh menggigit orang lain selain teman dan orang tuanya.

4. Validasi perasaannya

ilustrasi ayah menggendong anaknya (pexels.com/Phil Nguyen)
ilustrasi ayah menggendong anaknya (pexels.com/Phil Nguyen)

Seperti yang sudah dijelaskan, pasti ada penyebab kenapa anak menggigit orang lain. sehingga orang tua perlu tahu dan paham dulu pemicunya. Setelah itu, Dr. Stahmer menganjurkan untuk memvalidasi perasaan anak. Katakan bahwa kamu paham dengan rasa kesal dan frustasinya.

Ungkapkan kalimat-kalimat penenang untuk meredakan emosi anak. Misalnya, "Mama/papa tahu rasanya kesal saat mainan favorit kamu diambil orang lain. Nanti kita minta padanya secara baik-baik". Setelah itu, kamu bisa memberinya pelukan hangat untuk membuatnya lebih tenang dan merasa diperhatikan.

5. Konsultasikan dengan dokter jika kebiasaan terus berlanjut hingga usia 3 - 4 tahun

ilustrasi konsultasi dengan dokter (pexels.com/Los Muertos Crew)
ilustrasi konsultasi dengan dokter (pexels.com/Los Muertos Crew)

Menurut Dr. Eshleman, kebiasaan menggigit biasanya akan berhenti secara sendirinya pada usia 3 hingga 4 tahun. Jika kebiasaan tersebut terus berlanjut dan malah semakin buruk seiring bertambahnya usia, maka berkonsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan untuk penanganan lebih lanjutnya.

"Dokter anak dapat memberikan penilaian dan saran pada setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebaiknya, kamu gak menunggu hingga anak berusia 4 tahun dan segera hubungi dokter jika anak menunjukan kondisi yang memburuk," pungkasnya.

Saat anak balita punya kebiasaan suka menggigit orang lain, yang terpenting dalam menghadapinya adalah tetap tenang dan tahan keinginan untuk menghukumnya. Setelah itu, kamu bisa ikuti tips-tips di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kori
EditorKori
Follow Us