“Bahkan mengucapkan kegiatan sehari-hari yang sederhana, seperti mengganti popok atau mendudukkan anak di kursi mobil, membuat mereka terpapar bahasa sebanyak mungkin,” jelas Dr. Kristen Cook, MD, dokter anak di Ascension All Saints Hospital, Wisconsin, dikutip dari Parents.
5 Cara Membantu Bayi Mengenali Namanya Sendiri, Coba Praktikkan!

Salah satu momen yang dinantikan orangtua adalah ketika si kecil mulai menoleh atau memberikan respons saat namanya dipanggil. Kemampuan ini merupakan bagian dari perkembangan komunikasi bayi yang perlu dilatih secara bertahap. Kabar baiknya, orangtua bisa membantu bayi mengenali namanya melalui berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan sehari-hari.
Meski bayi belum memahami semua perkataan orang dewasa, ia dapat belajar mengenali bunyi, intonasi, dan pola bahasa yang sering didengarnya. Karena itu, orangtua bisa mendukung perkembangannya lewat percakapan, membaca buku, hingga bernyanyi bersama. Berikut cara yang bisa kamu coba!
1. Sering menyebut nama bayi

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/ivansamkov) Salah satu cara sederhana untuk membantu bayi mengenali namanya adalah dengan menyebut nama anak sesering mungkin dalam percakapan sehari-hari. Saat memanggilnya, usahakan melihat ke arah bayi agar ia dapat menghubungkan bunyi namanya dengan interaksi bersama orangtua.
Pengulangan membantu bayi semakin terbiasa mendengar bunyi namanya. Kamu bisa melakukannya ketika mengajak si kecil bermain, mengganti popok, atau sekadar menyapanya saat berada di dekatnya.
2. Ajak bayi berbicara

ilustrasi orangtua dan bayi (pexels.com/nappy) Walaupun bayi belum memahami arti semua perkataanmu, mengajaknya berbicara tetap bermanfaat bagi perkembangan bahasa. Kamu bisa menceritakan hal-hal sederhana, menyapanya, atau mengajaknya berinteraksi dengan mengubah intonasi suara agar percakapan terasa lebih menarik.
Kebiasaan ini membantu bayi terbiasa mendengar bahasa dan mengenali variasi bunyi dalam percakapan. Seiring waktu, interaksi tersebut dapat mendukung kemampuannya berkomunikasi.
3. Ceritakan kegiatan yang sedang kamu lakukan

ilustrasi balita dan bayi (unsplash.com/nate_dumlao) Apakah kamu pernah berbicara kepada bayi sambil menjelaskan kegiatan sederhana, seperti mengganti popok atau memasukkannya ke kursi mobil? Kebiasaan ini ternyata dapat membantu memperkenalkan lebih banyak bahasa kepada si kecil.
Kamu gak perlu menunggu bayi bisa memahami perkataanmu untuk mulai melakukan hal ini. Cukup ceritakan aktivitas yang sedang dilakukan dengan kalimat sederhana, misalnya saat memakaikan baju atau menyiapkan makanan. Dengan begitu, bayi memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendengar kata-kata dalam berbagai situasi.
4. Bacakan buku dan bernyanyi bersama

ilustrasi membacakan buku cerita pada anak sebelum tidur (pexels.com/paveldanilyuk) Membacakan buku dan menyanyikan lagu untuk bayi dapat memperkenalkannya pada kosakata yang lebih beragam. Kamu bisa memilih buku bergambar dengan kata-kata sederhana atau menyanyikan lagu anak yang memiliki pengulangan bunyi.
Selain mendukung perkembangan kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga membantu perkembangan otak bayi secara keseluruhan. Kamu bisa menjadikannya rutinitas harian, misalnya membaca buku sebelum tidur atau bernyanyi saat bermain bersama.
5. Bantu bayi melatih kemampuan bahasa ekspresif

ilustrasi seorang ibu melatih bayi sikat gigi (pexels.com/martproduction) Selain belajar memahami bahasa atau receptive language, bayi juga perlu mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif atau expressive language. Kemampuan ini berkaitan dengan cara seseorang menyampaikan keinginan dan berkomunikasi, baik melalui gerakan maupun kata-kata yang diucapkan.
“Bahasa ekspresif mengacu pada kemampuan untuk berkomunikasi, baik melalui gerakan maupun menggunakan kata-kata yang diucapkan,” jelas Dr. Cook.
Pada bayi, kemampuan ini dapat terlihat melalui berbagai respons sederhana. Ocehan, senyuman, gerakan tubuh, bahkan tangisan bukan sekadar perilaku menggemaskan, melainkan juga bagian dari proses belajar berkomunikasi. Orangtua dapat mendukungnya dengan merespons suara dan gerakan bayi, mengajaknya berinteraksi, serta memberinya kesempatan untuk mengekspresikan diri.
Membantu bayi mengenali namanya bisa dimulai melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Terus ajak si kecil berinteraksi dengan penuh perhatian dan berikan waktu baginya untuk belajar sesuai tahap perkembangannya.























