ilustrasi parenting (pexels.com/PNW Production)
Cara paling sederhana adalah memisahkan waktu hiburan orangtua dengan waktu tidur anak. Misalnya, setelah rutinitas bedtime selesai dan anak sudah tidur, orangtua bisa menggunakan waktu tersebut untuk menonton satu episode serial, membaca buku, bermain gim, mendengarkan podcast, atau sekadar scrolling media sosial.
Pembagian waktu seperti ini juga membantu anak memiliki rutinitas tidur yang lebih konsisten. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa pada anak 0-5 tahun, pola aktivitas dalam 24 jam perlu dilihat secara keseluruhan karena tidur, aktivitas fisik, dan waktu sedentari saling berkaitan. WHO juga menekankan pentingnya waktu tidur yang cukup dan berkualitas bagi perkembangan anak.
Namun, orangtua juga perlu berhati-hati agar hiburan setelah anak tidur tidak berubah menjadi begadang. Dr. Joanna Parga-Belinkie, MD, IBCLC, FAAP, seorang neonatolog dan anggota American Academy of Pediatrics Council on Communications and Media, menyarankan adanya batasan penggunaan teknologi di rumah, termasuk sebelum waktu tidur.
"Tetapkan waktu rutin tanpa teknologi: Sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, batasi penggunaan perangkat seperti TV, ponsel, komputer, gim, atau perangkat elektronik lainnya pada waktu-waktu tertentu. Jeda penggunaan teknologi yang lebih lama setiap harinya juga bermanfaat, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak yang masih sangat kecil," jelasnya dalam HealthyChildren.