Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Pulih Setelah Bertemu Keluarga yang Bikin Lelah, Tenang!

ilustrasi keluarga piknik
ilustrasi keluarga piknik (pexels.com/askarabayev)
Intinya sih...
  • Beri jeda sebelum kembali ke rutinitas padat untuk memproses kelelahan dan menghindari stres berkepanjangan.
  • Luangkan waktu untuk refleksi diri agar emosi terstruktur dan dapat menentukan batasan yang lebih sehat ke depannya.
  • Prioritaskan self-care tanpa rasa bersalah untuk memulihkan rasa otonomi yang hilang dan mengembalikan harga diri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bertemu keluarga dalam waktu lama kerap meninggalkan kelelahan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional. Di balik hangatnya momen kebersamaan, dinamika keluarga yang kompleks dapat menguras energi tanpa disadari. Karena itu, memahami cara memulihkan diri menjadi langkah penting agar kondisi mental kembali seimbang.

Rasa lelah setelah pulang dari rumah keluarga bukan tanda kamu berlebihan atau kurang bersyukur. Ini merupakan respons wajar ketika tubuh dan emosi kembali berhadapan dengan pola lama yang memicu stres. Berikut beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk membantu memulihkan diri secara lebih sehat dan berkelanjutan.

1. Beri jeda sebelum kembali ke rutinitas padat

ilustrasi dinner keluarga
ilustrasi dinner keluarga (pexels.com/cottonbro)

Setelah bertemu keluarga, banyak orang langsung kembali ke jadwal yang padat tanpa memberi waktu istirahat. Padahal, tubuh dan pikiran masih dalam mode kelelahan akibat perjalanan dan interaksi emosional yang intens. Jika dipaksakan, kondisi ini justru bisa membuat stres berkepanjangan.

“Kita sering meremehkan betapa menuntutnya bersosialisasi dan bepergian, padahal keduanya sangat menguras energi,” jelas Janelle S. Peifer, PhD, seorang psikolog klinis, dikutip dari SELF.

Selain itu, Janelle juga menyarankan agar seseorang memberi ruang transisi sebelum kembali beraktivitas penuh. Memberi jeda sejenak membantu tubuh memproses kelelahan dan memulihkan energi secara perlahan.

2. Luangkan waktu untuk refleksi diri

ilustrasi makan bersama keluarga
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/askarabayev)

Meluangkan waktu untuk refleksi bisa membantu memahami emosi yang muncul setelah bertemu keluarga. Menuliskan pengalaman yang memicu emosi tertentu membuat perasaan terasa lebih terstruktur dan tidak menumpuk. Cara ini juga membantu melihat situasi dengan sudut pandang yang lebih objektif.

Kate Cummins, PsyD, psikolog klinis berlisensi, dikutip dari SELF, menyarankan refleksi singkat untuk memisahkan antara seseorang dan perilakunya. Ini membantumu merasa lebih berdaya dan memiliki kendali saat bertemu mereka lagi. Dari sini, kamu bisa mulai menentukan batasan yang lebih sehat ke depannya.

3. Prioritaskan self-care tanpa rasa bersalah

ilustrasi makan bersama keluarga
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/rdne)

Self-care sering dianggap sebagai kemewahan, padahal justru menjadi kebutuhan setelah kondisi mental terkuras. Aktivitas sederhana seperti membaca buku, mandi air hangat, atau menonton serial favorit bisa membantu menenangkan pikiran. Hal terpenting adalah memilih kegiatan yang benar-benar memberi rasa nyaman.

Menurut Dr. Cummins, merawat diri sendiri membantu memulihkan rasa otonomi yang sempat hilang. Ia juga menyebutkan, bahwa memprioritaskan diri sendiri dapat mengembalikan harga diri dan suasana hati. Dengan begitu, kamu tidak hanya merasa lebih baik, tetapi juga lebih siap menghadapi hari-hari berikutnya.

4. Bangun kembali rutinitas secara bertahap

ilustrasi memasak bersama dengan keluarga
ilustrasi memasak bersama dengan keluarga (.pexels.com/augustderichelieu)

Liburan dan kunjungan keluarga sering membuat rutinitas harian berantakan. Pola tidur berubah, jam makan tidak teratur, dan kebiasaan kecil yang biasanya menenangkan ikut terabaikan. Akibatnya, energi dan fokus pun ikut menurun.

“Saat kamu berinteraksi dengan orang lain, kamu memproses banyak sekali informasi. Jika jumlahnya terlalu banyak dalam waktu bersamaan, wajar jika kamu merasa kewalahan, sulit rileks, atau merasa benar-benar terkuras setelahnya,” ujar Laurie Helgoe, PhD, profesor klinis psikologi di Augsburg University, dikutip dari SELF.

Mulailah dengan rutinitas dasar seperti tidur tepat waktu dan kembali ke pola makan biasa. Setelah itu, perlahan tambahkan aktivitas lain seperti olahraga atau jadwal kerja. Rutinitas yang stabil membantu mengurangi beban mental karena tubuh tidak perlu terus-menerus beradaptasi.

Bertemu keluarga memang tidak selalu mudah, tetapi dampaknya bisa dikelola dengan cara yang tepat. Dengan memberi jeda, refleksi diri, self-care, dan rutinitas yang seimbang, proses pemulihan bisa terasa lebih ringan. Setidaknya, kamu bisa kembali menjadi versi diri yang lebih utuh sebelum pertemuan berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tips Efektif Mengatur Laundry Rumah Harian supaya Bebas Tumpukan

02 Feb 2026, 23:12 WIBLife