Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hal yang Sebaiknya Diberikan pada Anak saat Masa Golden Age

3 min read
4 Hal yang Sebaiknya Diberikan pada Anak saat Masa Golden Age
ilustrasi anak membaca (unsplash.com/Stephen Andrews)
  • Masa golden age usia 0–5 tahun ditandai perkembangan otak pesat, sehingga orangtua perlu memberi nutrisi dan pengalaman belajar yang mendukung tumbuh kembang.
  • Asupan gizi seimbang, camilan sehat, cukup air, serta suplemen sesuai anjuran dokter mendukung perkembangan otak, fisik, imun, konsentrasi, daya ingat, dan mood anak.
  • Anak perlu stimulasi sensorik-motorik yang menyenangkan, lingkungan penuh kasih sayang, serta komunikasi rutin melalui cerita, nyanyian, dan dialog untuk membangun keterampilan sosial, emosi, dan bahasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masa golden age atau usia emas merupakan periode penting dalam proses perkembangan anak, yaitu di antara usia 0 sampai dengan 5 tahun. Pada fase ini, otak anak berkembang dengan sangat pesat dan mampu menyerap segala informasi dengan cepat, sehingga stimulasi yang tepat tentu akan menentukan kualitas tumbuh kembangnya di masa depan.

Dikarenakan fase golden age yang akan dialami anak, maka orangtua memiliki peran besar untuk memberikan asupan yang bukan hanya berupa nutrisi, namun juga terkait dengan pengalaman belajar agar bisa membentuk kecerdasan karakter dan juga keterampilan sosial yang dimiliki anak. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa hal penting berikut ini yang sebaiknya diberikan pada anak saat masa golden age, sehingga bisa menjadi pondasi bagi kehidupannya kelak.

  1. 1. Asupan gizi yang lengkap dan seimbang

    ilustrasi anak makan
    ilustrasi anak makan (pexels.com/Anna Shvets)

    Nutrisi yang baik tentu merupakan hal krusial untuk mendukung pertumbuhan otak, fisik, dan sistem imun pada anak selama masa golden age tersebut. Memberikan makanan bergizi seimbang, seperti lemak sehat, protein, karbohidrat kompleks, hingga vitamin dan mineral, dapat menunjang perkembangan yang optimal pada anak.

    Bukan hanya makanan pokok, namun anak juga perlu diberikan camilan sehat, air putih yang cukup, hingga suplemen yang sesuai dengan anjuran dokter apabila diperlukan. Gizi yang baik bukan hanya membawa dampak besar pada kekuatan fisik, namun juga terhadap konsentrasi, daya ingat, hingga mood yang dimiliki anak dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

  2. 2. Stimulasi sensorik dan motorik yang beragam

    ilustrasi anak mewarnai
    ilustrasi anak mewarnai (unsplash.com/Anita Jankovic)

    Anak usia dini memang harus memperoleh berbagai stimulasi untuk bisa merangsang panca indra dan juga kemampuan motoriknya, seperti bermain dengan tekstur benda, mendengarkan suara, hingga bergerak secara aktif. Kegiatan seperti meraba benda, bermain pasir, melukis, hingga berlari-lari kecil dianggap sebagai cara untuk mendukung perkembangan otak dan juga koordinasi tubuh yang dimiliki anak.

    Stimulasi yang baik memang semestinya dapat diberikan secara konsisten, menyenangkan, dan tanpa paksaan apa pun, sehingga anak akan tetap merasa nyaman dan tertarik untuk melakukan eksplorasi yang ada. Orangtua bisa memanfaatkan waktu bermain sebagai momen penting dalam membentuk daya imajinasi serta keterampilan alami yang dimiliki anak.

  3. 3. Lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang

    ilustrasi keluarga
    ilustrasi keluarga (unsplash.com/Hoi An Photographer)

    Rasa aman dan cinta yang dirasakan anak dari lingkungannya, terutama orangtua dan pengasuh, ternyata bisa membentuk rasa percaya diri dan juga kestabilan secara emosional. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang suportif biasanya akan cenderung lebih mudah dalam membentuk hubungan sosial dan juga bisa belajar dengan penuh kepercayaan diri.

    Memberikan pelukan, mendengarkan cerita anak, hingga menjawab rasa ingin tahunya dengan penuh kesabaran tentu bisa menjadi cara-cara sederhana yang dapat membawa dampak besar. Anak yang merasa dicintai tentu akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih stabil secara emosional dan mampu untuk bersikap terbuka terhadap segala pengalaman baru.

  4. 4. Pengembangan bahasa dan komunikasi sejak dini

    ilustrasi anak berbicara
    ilustrasi anak berbicara (unsplash.com/Kelli McClintock)

    Kemampuan berbicara dan memahami bahasa ternyata bisa berkembang pesat selama fase golden age tersebut berlangsung, sehingga penting bagi orangtua untuk secara rutin berkomunikasi dengan anak. Membacakan buku cerita, bernyanyi, hingga berdialog sederhana dapat membantu membentuk banyaknya kosakata dan struktur kalimat yang dimiliki anak sejak usia dini.

    Jangan sampai ragu untuk mengajak anak berdiskusi ringan terkait benda-benda yang ada di sekitarnya atau kegiatan yang mungkin sedang dilakukannya. Kemampuan bahasa yang kuat sejak kecil bisa menjadi landasan penting dalam berpikir logis untuk menyelesaikan masalah, hingga berinteraksi dengan orang lain pada saat tumbuh dewasa nanti.

    Golden age merupakan masa krusial yang tidak bisa diulang, sehingga setiap langkah pengasuhan tentu menjadi momen yang sangat berharga. Para orangtua tentunya harus lebih cermat mengenai hal yang diberikan pada anak saat masa golden age agar bisa membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berkarakter positif. Manfaatkan masa ini sebagai kesempatan emas untuk membentuk generasi masa depan yang unggul dan cerdas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More