Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Jualan Jajanan Anak, Siapkan Strategi saat Libur Sekolah

4 min read
Tips Jualan Jajanan Anak, Siapkan Strategi saat Libur Sekolah
ilustrasi penjual jajanan (pexels.com/Firman Marek_Brew)
  • Usaha jajanan anak berpotensi menghasilkan cuan karena frekuensi jajan tinggi, tetapi pedagang perlu strategi agar mampu bertahan di tengah banyaknya pesaing.

  • Produk harus aman, berkualitas, dan dijual dengan harga terjangkau tanpa menurunkan mutu; porsi dapat disesuaikan dengan uang saku anak.

  • Penjual perlu memilih lokasi dekat anak-anak, bersikap ramah dan jujur, menawarkan hadiah sederhana, serta menyiapkan penjualan keliling, dari rumah, atau PO saat libur sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anak-anak sangat suka membeli jajanan apa saja. Ini membuat usaha berjualan jajanan anak punya potensi cuan yang tinggi. Dalam sekali jam istirahat sekolah saja, seorang murid dapat membeli lebih dari satu jajanan.

Belum nanti ketika jam istirahat kedua dan pulang sekolah. Bahkan ada anak yang sebelum bel masuk sekolah sudah jajan dulu. Begitu pula di sekitar rumah, anak yang telah kenyang makan di rumah juga tetap ingin jajan. Kalau kamu masih bingung mau usaha apa, berdagang makanan serta minuman dengan target pembeli anak-anak dapat dicoba.

Akan tetapi, strategi dibutuhkan untuk menjalankan usaha yang kelihatannya sepele ini. Kalau kamu cuma asal berdagang, bisa tak bertahan lama. Apalagi pesaingmu juga banyak. Ciptakan pelanggan cilik yang setia dan bangun kepercayaan orangtuanya dengan tips-tips jualan jajanan anak berikut ini, yuk!

  1. 1. Memastikan produk atau bahan bakunya aman

    berjualan jajanan
    ilustrasi berjualan jajanan anak (pexels.com/kevin yung)

    Ini sangat penting dalam setiap usaha makanan dan minuman. Meski jajanan anak murah, bukan berarti kualitasnya boleh diturunkan. Bahaya sekali apabila jajanan yang dijual olehmu tidak layak konsumsi. Anak bisa keracunan atau zat-zat berbahaya mengendap di tubuhnya dalam jangka panjang.

    Pastikan dirimu hanya menjual jajanan yang kamu sendiri mau memakannya. Untuk dagangan titipan atau yang tinggal kulakan, pahami betul komposisinya. Sekali makanan atau minuman yang dijual olehmu bikin anak sakit atau keracunan, orangtuanya dapat melaporkanmu ke pihak berwenang.

  2. 2. Harga terjangkau

    penjual jajanan
    ilustrasi penjual jajanan (pexels.com/kevin yung)

    Ada anak yang uang sakunya banyak sekali, bahkan melebihi jatah makan siang pekerja kantoran. Namun, tentu tidak banyak anak yang seberuntung itu. Mayoritas anak cuma membawa sedikit uang saku ketika bersekolah. Uang itu mesti cukup buat jajan di setiap jam istirahat.

    Anak jajan di lingkungan rumah pun kadang cuma membawa uang 5 ribu, bahkan 2 ribu rupiah. Artinya, kalau kamu mau dagangan laris, maka harganya harus terjangkau untuk kantong mungil mereka. Ingat, bukan kualitas yang diturunkan. Dirimu dapat memperkecil ukuran atau porsi.

  3. 3. Lokasi berjualan harus strategis

    anak jajan
    ilustrasi anak jajan (pexels.com/Zeynep Kahraman)

    Anak-anak tak seperti orang dewasa yang bisa membawa kendaraan sendiri untuk pergi ke tempat yang jauh. Cuma sesekali mereka diantar orangtua buat jajan. Oleh karena itu, lokasimu berjualan menjadi sangat menentukan laku atau tidaknya daganganmu.

    Pilih tempat berjualan yang paling dekat dengan titik berkumpulnya anak-anak. Seperti sekolah, taman bermain, atau di rumah saja jika di sekitar tempat tinggalmu banyak anak. Makin mudah anak-anak menjangkau warungmu, makin lancar juga perputaran uangmu.

  4. 4. Bisa bersikap ramah pada anak-anak

    anak jajan
    ilustrasi anak jajan (pexels.com/Afriansyah Lamato)

    Pedagang jajanan anak harus mampu menarik hati konsumennya. Konsumen dewasa saja tetap lebih menyukai penjual yang ramah daripada judes atau galak. Apalagi anak-anak, tentu mereka takut kalau dirimu bersikap dingin dan gak sabaran.

    Lebih bagus lagi jika kamu mampu bercanda dengan mereka. Untukmu yang cenderung pendiam, harus lebih berusaha supaya diammu gak terlihat menyeramkan. Sering-sering latihan berekspresi yang menyenangkan, seperti tersenyum di depan cermin, dapat membantu.

  5. 5. Kasih hadiah

    anak jajan minuman
    ilustrasi anak jajan minuman (pexels.com/Ian Taylor)

    Sebenarnya fokus anak tetap pada jajanan yang akan dinikmati secepatnya. Kalau rasanya enak, tentu mereka akan terus kembali lagi. Namun, lantaran di sekitarmu juga banyak pedagang jajanan anak, kamu perlu lebih kreatif. Salah satunya dengan pemberian hadiah.

    Untung yang tipis dari setiap jajanan tentu tak memungkinkanmu memberi hadiah mahal. Dirimu dapat menggunakan syarat pemberian hadiah sekalian untuk mendongkrak penjualan. Contohnya, beli minimal 2 jajanan sekaligus dapat stiker kecil dan berlaku kelipatannya. Atau, beli jajanan ukuran jumbo memperoleh ikat rambut.

  6. 6. Jadilah penjual yang jujur

    anak jajan
    ilustrasi anak jajan (pexels.com/Salheen Alagore)

    Semua pedagang wajib bersikap jujur terhadap pembelinya. Jangan mentang-mentang pembeli daganganmu anak-anak yang masih sangat polos, bahkan belum jago berhitung, lantas kamu memanfaatkannya demi keuntungan pribadi. Misalnya, dirimu gak kasih uang kembalian seperti seharusnya.

    Anak itu mungkin tak menyadari kecuranganmu. Akan tetapi, begitu orangtuanya mengendus kejanggalan uang saku anak ludes cepat sekali padahal jajanannya gak seberapa, pasti marah. Tamat sudah riwayatmu sebagai pedagang jajanan anak. Mereka tak lagi mengizinkan anaknya membeli jajanan darimu.

  7. 7. Antisipasi libur sekolah

    berjualan jajanan anak
    ilustrasi berjualan jajanan anak (pexels.com/Photomandi PK)

    Konsumen paling potensial untuk daganganmu adalah anak sekolah. Sekolah menjadi titik kumpul sekian ratus anak dari Senin sampai Jumat atau Sabtu. Lalu bagaimana nasibmu setiap libur sekolah?

    Untukmu yang hendak berjualan jajanan di sekitar sekolah, kamu harus menyiapkan cara supaya pendapatan tak terhenti sekalipun libur sekolah lumayan panjang. Misalnya, dengan cara kamu keliling menjajakan dagangan dan berjualan di rumah. Kamu juga bisa bikin PO jajanan anak buatan sendiri.

    Untuk ide terakhir, tentu dirimu mesti punya sebanyak mungkin kontak orangtua. Mereka yang bakal memesannya daripada repot bikin sendiri di rumah. Contohnya, pentol ayam frozen, donat, dan sebagainya.

    Berjualan jajanan anak memang untung per buah atau porsinya kecil. Oleh sebab itu, tips-tips jualan jajanan anak di atas bisa kamu terapkan. Selain itu, kamu harus bisa bermain pada area sehari dapat menjual berapa buah atau porsi. Sangat penting untukmu menjaring sebanyak mungkin pembeli.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More