Ilustrasi merawat anak sakit (pexels.com/MART PRODUCTION)
Saat anak sakit, working parents harus menjalani dua peran sekaligus. Pagi hari sibuk menyelesaikan laporan, lalu malam harus begadang memantau kondisi anak. Rutinitas ini membuat tubuh cepat drop karena waktu istirahat yang berkurang. Banyak orangtua yang tetap memaksakan diri kuat meski sudah sangat kelelahan.
Belum lagi kalau anak sulit tidur atau terus rewel yang membuat energi terkuras. Kondisi ini membuat working parents lebih mudah stres dan sensitif karena tekanan datang dari berbagai arah. Meski begitu, banyak yang tetap bertahan demi memastikan pekerjaan berjalan dan anak tetap terurus. Dilema ini adalah bukti bahwa peran working parents memang butuh keiapan mental.
Menjadi working parents saat anak sakit bukan situasi yang mudah. Banyak dilema yang harus dihadapi dalam waktu bersamaan. Meski terlihat kuat dari luar, banyak orangtua yang sedang berjuang buat menyeimbangkan semua tanggung jawab. Gak heran kalau momen anak sakit menjadi fase paling melelahkan bagi working parents.
Ini adalah bentuk kasih sayang orangtua demi keluarganya. Setiap keputusan yang diambil berasal dari pertimbangan panjang dan keinginan memberikan yang terbaik. Jadi, lingkungan sekitar maupun tempat kerja harus lebih memahami kondisi working parents. Gak ada orangtua yang sempurna, tapi usaha mereka untuk tetap hadir layak dihargai.