"Jika ada ruang untuk mengatur ulang posisi, sebaiknya susu dikemas dengan jarak antar kantong seminimal mungkin," kata Rebekah Huppert, RN, BSN, konselor pendidikan laktasi bersertifikat Mayo Clinic, seperti dikutip dari what to expect.
6 Hal yang Harus Dipersiapkan Busui saat Blackout, Selamatkan ASI

Belakangan istilah blackout sedang marak dan menjadi pembahasan, buntut dari terjadinya gangguan kelistrikan di beberapa wilayah di Sumatera. Dalam dunia ketenagalistrikan, istilah blackout merujuk pada kondisi padam listrik secara luas, yang terjadi akibat gangguan besar pada sistem jaringan listrik.
Pemadaman ini tentu berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, tak terkecuali bagi ibu yang sedang menyusui. Tentu saja, stok ASI di kulkas juga ikut menjadi korban, apalagi jika pemadaman berlangsung cukup lama. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan busui saat terjadi blackout. Kuncinya harus tetap tenang, ya!
1. Upaya menyelamatkan stok ASI saat pemadaman terjadi

Beberapa wilayah mungkin mendapat pemberitahuan kapan kira-kira pemadaman bakal dilakukan. Jika mendapatkan pemberitahuan ini lebih dulu, ibu menyusui bisa sedikit bernafas lega, karena ada jeda waktu untuk menyelamatkan stok ASI di kulkas yang sangat berharga.
Salah satu cara melindungi ASI beku sebelum terjadi pemadaman listrik adalah dengan menyusun ulang kantong ASI secara berdekatan. Kamu bisa menumpuk kantong-kantong tersebut, atau ditata bersebelahan dalam barisan.
2. Atur ulang posisi ASI di dalam freezer

Meskipun tidak mendapatkan pemberitahuan kapan akan terjadi pemadaman, ibu menysui tetap harus waspada dengan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Apalagi jika belakangan di wilayahnya sering terdampak pemadaman listrik yang cukup memakan waktu. Stok ASI beku di freezer harus diselamatkan.
Huppert menyarankan untuk mengelilingi stok ASI beku di freezer dengan sebanyak mungkin barang beku padat. Kamu bisa meletakkan barang beku lainnya di bawah, di atas, dan di sisi ASI. Sebab, jika terjadi pemadaman listrik, barang-barang lain di dalam freezer-mu pada dasarnya akan berfungsi sebagai kantong es untuk menjaga ASI tetap dingin.
3. Isi freezer dengan barang-barang beku

Walau tidak tahu apakah akan terjadi pemadaman listrik atau tidak, tapi tak ada salahnya untuk melakukan langkah antisipasi. Seperti dengan mengisi freezer sebagai tempat penyimpanan ASI dengan barang-barang beku.
"Pastikan lemari pembeku penuh dengan barang-barang beku, beli es kering atau bekukan wadah berisi air," saran April Danielle Fogleman, Ph.D., RDN, IBCLC, seorang profesor madya nutrisi dan spesialis penyuluhan serta peneliti utama tim riset dan pendidikan MILK di North Carolina State University, seperti dikutip dari what to expect.
Ia menambahkan, bahwa semakin banyak barang di dalam lemari pembekumu, maka semakin banyak hawa dingin yang akan dipancarkan. Ini akan sangat membantu menjaga ASI tetap beku saat listrik padam.
4. Simpan ASI dalam kantong khusus dengan udara seminimal mungkin

Ibu menyusui biasa menyimpan ASI hasil pumping di dalam kantong khusus dengan diberi label tanggal dan jam kapan ASI tersebut diambil dan disimpan. Tapi satu hal yang mungkin masih sering terlewatkan adalah mengusahakan ASI disimpan dalam kantong dengan udara seminimal mungkin.
"Saat membekukan ASI, usahakan agar udara di dalam kantong sesedikit mungkin," kata Leigh Anne O'Connor, konsultan laktasi bersertifikat dan pemimpin La Leche League, seperti dikutip dari what to expect.
Menurutnya, cara ini akan memungkinkanmu menyimpan ASI sedekat mungkin di freezer, yang juga menghemat ruang. Serta bisa jadi antisipasi ketika keadaan darurat terjadi, seperti listrik padam. Di mana ASI tersebut bisa bertahan lebih lama.
5. Berapa lama ASI beku bisa bertahan saat terjadi pemadaman listrik?

Lantas berapa lama sebenarnya stok ASI beku bisa bertahan ketika terjadi pemadaman listrik yang cukup memakan waktu? Hal ini sebenarnya masih sulit dipastikan, mengingat ada banyak faktor yang mempengaruhi ketahanan ASI beku. Seperti seberapa dingin freezer-mu, dan seberapa baik barang-barang lain membantu menjaga ASI tetap awet.
April Danielle Fogleman, Ph.D., RDN, IBCLC, menyarankanmu untuk membuka freezer sesring mungkin saat listrik padam. Cara ini dilakukan untuk menjaga agar isinya tetap dingin. Jika ASI telah sepenuhnya mencair selama pemadaman, kamu harus memakai atau membuangnya, kata Fogleman.
Setelah ASI mencair, ASI tersebut harus digunakan dalam waktu 24 jam, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Sementara jika ASI telah mencapai suhu ruang, ASI tersebut harus digunakan dalam waktu satu hingga dua jam, saran CDC.
6. Sediakan alat pompa dengan tenaga baterai untuk keadaan darurat

Tak ada salahnya untuk menyediakan pompa ASI dengan baterai di rumah. Ini sebagai antisipasi jika keadaan darurat, seperti mati listrik terjadi. Kamu tetap bisa melakukan pumping sesuai jadwal.
"Penting untuk terus memompa ASI seperti biasa untuk menjaga pasokannya dan mencegah masalah seperti saluran ASI tersumbat, pembengkakan payudara, atau bahkan mastitis," saran Huppert. "Jika memungkinkan, letakkan bayi di payudara untuk memompa ASI, meskipun kamu sebagian besar memompa dan menyusuinya dengan botol." lanjutnya.
Apalagi kamu baru saja selesai memompa ASI saat listrik padam, maka ASI tersebut bisa bertahan hingga empat jam. Jika hasilnya sedikit, kamu bisa langsung memberikannya pada bayimu agar ASI tidak perlu disimpan di dalam freezer lagi.
Pamadaman listrik bisa terjadi kapan saja, entah dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sementara itu, bagi ibu menyusui, stok ASI beku adalah barang yang sangat berharga, sebisa mungkin jangan sampai dibuang atau mubazir, apalagi gara-gara pemadaman listrik yang terlalu lama. Dengan melakukan langkah-langkah tadi, busui bisa lebih tenang, karena kondisi stok ASI beku dapat diselamatkan.


















