Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Persiapan Blackout untuk Orangtua dengan Bayi dan Toddler, Catat!

5 Persiapan Blackout untuk Orangtua dengan Bayi dan Toddler, Catat!
ilustrasi menggendong bayi (pexels.com/helenalopes)
Share Article

Pemadaman listrik atau blackout bisa mengganggu stabilitas hidup, mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan hidup dasar mayoritas orang. Terlebih bagi keluarga yang memiliki bayi atau balita, efek pemadaman listrik bisa terasa lebih menyulitkan.

Berikut daftar persiapan menghadapi blackout untuk orangtua dengan bayi dan toddler. Simak dengan teliti, ya!

1. Amankan kebutuhan nutrisi dan hidrasi

ilustrasi botol susu bayi (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi botol susu bayi (pexels.com/Helena Lopes)

Kebutuhan nutrisi dan hidrasi si kecil harus jadi perhatian utama saat terjadi blackout. Siapkan makanan yang mudah dikonsumsi seperti roti, abon, dan biskuit. Jika ingin tetap memasak dengan bantuan penerangan seadanya dari lampu darurat, jaga jarak aman dengan si kecil agar tidak membahayakan. Pastikan stok air minum dalam kondisi aman, siapkan juga cadangan air panas dalam termos atau botol tahan panas untuk menyeduh susu dan makanan instan seperti bubur.

Untuk bayi yang masih berusia di bawah enam bulan dan hanya mengonsumsi ASI, maka kondisi ibu dan simpanan ASI perah dalam freezer juga harus diperhatikan. Dalam sebuah jurnal penelitian yang diterbitkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI perah dapat bertahan sampai 4-6 jam dalam suhu ruang dengan catatan disimpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat. (https://www.cdc.gov/breastfeeding/breast-milk-preparation-and-storage/handling-breastmilk.html)

Untuk ASI perah yang telanjur dibekukan dalam freezer, sebaiknya disimpan dalam cooler bag dan diberi ice gel. Dalam kondisi penyimpanan seperti ini, ASI perah bisa bertahan hingga 24 jam namun tetap harus dihangatkan terlebih dahulu sebelum diminumkan pada si kecil.

2. Perhatikan sirkulasi udara

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (freepik.com/freepik)

Ketergantungan pada penggunaan AC dan kipas angin bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat blackout terjadi. Perhatikan sirkulasi udara di rumah dengan membuka pintu dan jendela. Jika memungkinkan, sediakan kipas angin portable dengan tenaga baterai berkapasitas besar untuk menghindari si kecil mengalami kegerahan.

Hindari menggunakan pakaian tebal di cuaca panas. Pilihkan baju berbahan tipis dan adem untuk si kecil agar tetap nyaman bergerak.

3. Keperluan sanitasi untuk situasi darurat

Ilustrasi tisu basah
Ilustrasi tisu basah (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Beberapa rumah yang mengandalkan pompa air untuk mencukupi kebutuhan air bersih bakal kewalahan saat blackout terjadi. Jika aliran air ikut terhenti, perlengkapan sanitasi darurat harus disiapkan untuk menjaga kebersihan si kecil.

Siapkan tisu basah antibakteri dalam jumlah banyak untuk membersihkan diri setelah buang air, mengelap tangan setelah makan, hingga keperluan ganti popok. Siapkan juga tisu kering dan beberapa handuk bersih.

4. Perlengkapan medis sederhana

ilustrasi kotak P3K pribadi
ilustrasi kotak P3K pribadi (pixabay.com/Hans)

Perlengkapan yang satu ini tidak boleh ketinggalan, kotak P3K dan obat-obatan yang sering digunakan harus berada di tempat yang mudah dijangkau. Terlebih bagi anak tertentu yang perlu mengonsumi obat secara rutin, jangan sampai kebutuhannya terlewat saat terjadi situasi darurat.

Pemadaman listrik bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama dalam situasi tertentu. Kondisi ini bisa saja menimbulkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala, demam, hingga iritasi kulit. Menyiapkan perlengkapan medis sederhana jadi salah satu upaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan si kecil.

"“Cedera yang paling umum pada anak-anak biasanya disebabkan oleh terjatuh, terkena benda, gigitan dan sengatan, luka sayat dan lecet, luka bakar, serta keracunan,” ujarnya. “Kompres dingin instan sangat penting, begitu juga perban dan plester yang ramah anak, krim hidrokortison atau antihistamin yang dijual bebas untuk anak-anak, serta obat pereda nyeri khusus anak seperti Tylenol atau ibuprofen. Antiseptik yang tidak perih saat digunakan juga menjadi nilai tambah untuk anak-anak.” ungkap Nici Singletary, M.D., FACEP, co-chair di American Red Cross Scientific Advisory Council sekaligus profesor di Departemen Kedokteran Gawat Darurat di University of Virginia seperti dilansir dari laman abcnews.

5. Siapkan pencahayaan darurat yang aman

ilustrasi senter untuk penerangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi senter untuk penerangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Si kecil pasti tidak nyaman berada dalam suasana gelap terlalu lama. Pencahayaan darurat bisa jadi solusi selama blackout terjadi, namun pilihlah yang aman dan tidak berisiko untuk anak.

Hindari penggunaan lilin atau kayu bakar, karena nyala api bisa berbahaya untuk si kecil. Pilihlah senter atau lampu emergency bertenaga baterai sebagai penerangan darurat.

Berikut tadi daftar persiapan menghadapi blackout bagi orangtua yang memiliki bayi dan toddler. Keamanan dan kenyaman si kecil tetap harus diutamakan meski berada dalam kondisi darurat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Tips Membangun Kebiasaan Baik yang Bertahan Jangka Panjang

25 Mei 2026, 06:42 WIBLife