ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Vika Glitter)
Nilai Islam gak hanya terlihat ketika keluarga sedang melakukan ibadah. Cara orangtua menghadapi perbedaan pendapat, meminta maaf, menahan emosi, dan memperlakukan anggota keluarga juga menjadi pelajaran bagi anak. Ketika orangtua menunjukkan bahwa masalah bisa diselesaikan tanpa saling merendahkan, anak mendapatkan contoh nyata tentang akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Gak berarti orangtua harus selalu terlihat sempurna di depan anak. Ketika melakukan kesalahan, justru ada kesempatan untuk menunjukkan bahwa meminta maaf dan memperbaiki diri merupakan bagian dari kebaikan. Anak bisa belajar bahwa menjadi orang baik bukan berarti gak pernah salah, tetapi mau mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
Mengenalkan nilai Islam kepada anak gak harus selalu berupa nasihat panjang atau hafalan yang banyak. Rumah sendiri sudah menjadi tempat belajar yang sangat dekat karena anak melihat dan mengalami berbagai kebiasaan setiap hari. Apa yang dilakukan orangtua secara konsisten bisa meninggalkan kesan yang jauh lebih kuat daripada sekadar kata-kata.
Jadi, kamu gak perlu menunggu anak cukup besar untuk mulai mengenalkan nilai-nilai tersebut. Mulailah dari salam, rasa syukur, berbagi, ibadah, dan cara memperlakukan orang lain di rumah. Kebiasaan yang terlihat sederhana hari ini bisa menjadi bekal bagi anak untuk memahami bahwa nilai Islam bukan hanya sesuatu yang dipelajari, tetapi juga sesuatu yang dijalani.