ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/freepik)
Anak juga bisa belajar mandiri lewat tugas-tugas sederhana di rumah. Anak yang masih kecil mungkin bisa memasukkan pakaian kotor ke keranjang, membawa piringnya ke tempat cuci, atau menyimpan buku setelah selesai membaca. Jangan menunggu sampai dia cukup besar untuk mulai diberi tanggung jawab. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang justru membuatnya lebih terbiasa membantu dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.
Gak perlu berharap hasilnya langsung sempurna. Kalau pakaian masuk ke keranjang tapi posisinya berantakan, ya gak masalah. Kalau mainan sudah masuk kotak tetapi masih ada dua benda tertinggal, kamu gak perlu langsung menganggap tugasnya gagal. Berikan apresiasi pada usahanya, lalu perlahan ajarkan cara melakukannya lebih baik. Anak perlu tahu bahwa mencoba itu lebih penting daripada selalu menghasilkan sesuatu yang sempurna.
Mengajarkan anak mandiri memang membutuhkan kesabaran ekstra. Kadang, membiarkannya mencoba sendiri terasa jauh lebih lama daripada kalau kamu langsung mengerjakannya. Namun, waktu beberapa menit yang kamu berikan hari ini bisa menjadi latihan penting untuknya di kemudian hari. Anak belajar bahwa dia mampu melakukan sesuatu, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah sederhana tanpa selalu menunggu bantuan orang dewasa.
Jadi, kalau besok pagi anakmu ingin memakai sepatu sendiri meski prosesnya lama, coba tahan sedikit keinginan untuk mengambil alih. Duduk di dekatnya, beri kesempatan, dan bantu hanya ketika memang diperlukan. Gak apa-apa kalau hasilnya belum rapi atau masih banyak salahnya. Sebab, kemandirian gak tumbuh dari satu nasihat besar, tetapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang terus diberi ruang untuk dicoba setiap hari.