Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kesalahan Orangtua dalam Mengatur Screen Time pada Anak

4 Kesalahan Orangtua dalam Mengatur Screen Time pada Anak
ilustrasi anak bermain HP (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya Sih
  • Banyak orangtua keliru fokus pada durasi screen time tanpa memperhatikan kualitas konten, padahal isi yang edukatif lebih penting untuk perkembangan anak.
  • Anak meniru perilaku orangtua dalam penggunaan gadget, sehingga contoh nyata dari kebiasaan layar yang sehat menjadi kunci pengaturan screen time yang efektif.
  • Ketidakkonsistenan aturan dan penggunaan gadget sebagai alat pengalihan emosi membuat anak sulit belajar mengatur diri serta memahami batasan digital dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di era digital seperti sekarang, screen time atau waktu yang dihabiskan anak di depan layar menjadi salah satu topik penting yang kerap dibahas dalam parenting modern. Meski teknologi memiliki banyak manfaat edukatif dan juga hiburan, pengaturannya yang keliru justru bisa membawa dampak negatif terhadap perkembangan anak.

Banyak orangtua yang berusaha membatasi screen time tanpa benar-benar memahami pendekatan yang efektif dan juga sesuai usia, sehingga justru bisa berujung pada kebiasaan digital yang tidak sehat sejak dini. Berikut ini merupakan beberapa kesalahan orangtua dalam mengatur screen time pada anak yang perlu dihindari.

1. Terlalu fokus pada jumlah waktu, bukan kualitas konten

ilustrasi anak bermain HP
ilustrasi anak bermain HP (pexels.com/Karolina Grabowska)

Banyak orangtua hanya menghitung soal berapa jam anak menggunakan gadget tanpa memperhatikan soal konten yang dikonsumsinya. Padahal menonton film edukatif selama 30 menit jelas lebih bermanfaat daripada hanya bermain game tanpa tujuan selama durasi yang sama.

Anak-anak sebetulnya dapat belajar banyak dari teknologi yang ada apabila benar-benar diarahkan pada konten yang mendidik sesuai dengan usianya. Oleh sebab itu, penting untuk tidak hanya membatasi waktu, tetapi juga memastikan isi dari screen time mereka bersifat positif dan juga membangun.

2. Tidak memberi contoh penggunaan layar yang sehat

ilustrasi anak bermain HP
ilustrasi anak bermain HP (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Anak-anak cenderung meniru perilaku dari orang dewasa yang ada di sekitarnya, termasuk dalam hal penggunaan gadget yang ada. Jika orangtua terus-menerus menatap ponsel tanpa memperhatikan sekitar, maka anak akan menganggap bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan boleh ditiru.

Mengatur screen time tidak akan efektif apabila orangtua tidak menerapkan aturan yang sama pada diri sendiri. Ciptakan kebiasaan bersama seperti family time yang bebas gadget agar anak pun dapat melihat secara langsung contoh penggunaan layar yang seimbang dari lingkungan terdekatnya.

3. Menggunakan gadget sebagai alat pengalihan

ilustrasi anak bermain HP
ilustrasi anak bermain HP (pexels.com/George Pak)

Memberikan gadget pada saat anak rewel, bosan, atau menangis mungkin terlihat praktis, namun bisa menimbulkan kebiasaan yang sangat bergantung pada layar untuk regulasi emosi. Jika ini dilakukan secara terus-menerus, maka anak tidak belajar bagaimana mengenali dan mengelola emosinya secara sehat.

Penggunaan gadget semestinya tidak menjadi solusi utama pada saat anak sedang sulit diatur. Sebagai gantinya, ajarkan anak untuk mengungkapkan perasaannya, seperti memberikan mereka pilihan untuk aktivitas lain, dan latihlah kemampuan sosial-emosional secara lebih bertahap.

4. Tidak konsisten dalam menerapkan aturan

ilustrasi anak bermain HP
ilustrasi anak bermain HP (unsplash.com/Christopher Ryan)

Banyak orangtua membuat aturan screen time, tapi tidak konsisten dalam menjalankannya ketika situasi berubah, seperti pada saat anak sakit atau liburan sekolah. Inkonsistensi seperti ini akan membuat anak bingung dan sulit menahan batasan yang sebenarnya.

Untuk memastikan bahwa aturan screen time bekerja dengan efektif, penting bagi orangtua untuk secara tegas dan tetap fleksibel dalam menjalankannya dengan bijak. Aturan yang konsisten tentu akan membantu anak untuk memahami struktur dan tanggung jawab digital, sekaligus meminimalisir risiko konflik dan negosiasi secara berlebihan.

Mengatur screen time bukan sekadar soal membatasi jam bermain gadget, tetapi juga tentang membangun kebiasaan digital yang sehat sejak dini. Dengan memahami kesalahan orangtua dalam mengatur screen time pada anak, kamu bisa menciptakan lingkungan yang seimbang antara teknologi dan kehidupan nyata. Jangan sampai menerapkan screen time yang tidak sesuai pada anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us