Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Taman Safari Resmikan International Animal Photo & Video Competition 2026

Taman Safari Resmikan International Animal Photo & Video Competition 2026
International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 (dok. Taman Safari Indonesia)
Intinya Sih
  • Taman Safari Indonesia meluncurkan International Animal Photo & Video Competition 2026 bertema 'From Lens to Legacy' yang menekankan nilai edukasi dan konservasi di balik karya visual satwa.
  • IAPVC 2026 memperluas jangkauan hingga Asia Tenggara dan Australia dengan sembilan kategori kompetisi, menyoroti pentingnya narasi serta perspektif dalam fotografi dan videografi satwa liar.
  • Peluncuran IAPVC 2026 turut menghadirkan Komunitas Foto IAPVC sebagai wadah kreator visual untuk berbagi inspirasi, memperkuat pesan konservasi, dan membangun gerakan kolektif pecinta alam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Satu foto terkadang mampu menyampaikan lebih banyak cerita dibanding ribuan kata. Bukan hanya merekam momen, sebuah gambar juga bisa menjadi cara manusia memahami kehidupan, membangun empati, hingga menyadari hal-hal yang selama ini luput dari perhatian.

Hal itulah yang membuat fotografi satwa liar memiliki makna lebih dari sekadar karya visual. Di balik gambar hewan di habitatnya, ada cerita tentang kehidupan, keberagaman, dan pesan konservasi yang terus relevan dari waktu ke waktu.

1. Kompetisi fotografi satwa kini bukan sekadar soal hasil gambar terbaik

International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026
International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 (dok. Taman Safari Indonesia)

Selama bertahun-tahun, fotografi satwa liar identik dengan kemampuan teknis dan momen langka yang berhasil diabadikan. Namun seiring berkembangnya zaman, sebuah karya visual kini juga dinilai dari cerita yang dibawanya.

Memasuki usia ke-35, International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 dari Taman Safari Indonesia mengangkat tema From Lens to Legacy. Tema tersebut hadir untuk menunjukkan bahwa sebuah foto atau video tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi, tetapi juga dapat meninggalkan dampak yang lebih panjang.

Board Advisory Taman Safari Indonesia Group, Agus Santoso, menjelaskan bahwa setiap karya visual memiliki kekuatan untuk menginspirasi sekaligus menciptakan warisan kesadaran bagi generasi berikutnya.

"Setiap gambar memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan tercipta sebuah warisan kesadaran yang dapat berdampak bagi generasi mendatang," ujarnya, dalam rilis yang diterima IDN Times.

Pesan tersebut memperlihatkan bagaimana fotografi satwa kini bergerak melampaui estetika visual. Ada nilai edukasi dan pelestarian yang ikut dibawa melalui setiap karya.

2. Cerita tentang satwa kini menjangkau lebih banyak negara

International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026
International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 (dok. Taman Safari Indonesia)

Perkembangan teknologi membuat karya visual lebih mudah melintasi batas wilayah. Karena itu, pesan tentang konservasi juga dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas dibanding sebelumnya.

Tahun ini, IAPVC memperluas jangkauan kompetisi hingga kawasan Asia Tenggara dan Australia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi IAPVC sebagai salah satu kompetisi visual satwa liar berskala internasional.

Selain menghadirkan kompetisi foto dan video, IAPVC juga membuka sembilan kategori dalam Wildlife Photo Competition. Kehadiran kategori tersebut memberi ruang lebih besar bagi fotografer dan filmmaker untuk menampilkan kreativitas sekaligus sudut pandang mereka dalam menangkap keberagaman satwa liar.

Menariknya, yang dicari bukan hanya gambar yang indah. Perspektif, narasi, dan cara bercerita juga menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah karya.

3. Komunitas kreatif dan konservasi kini semakin berjalan beriringan

International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026
International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 (dok. Taman Safari Indonesia)

Di era media sosial, komunitas memiliki peran besar dalam membangun gerakan yang lebih luas. Bukan hanya tempat berkumpul, komunitas juga menjadi ruang berbagi inspirasi dan memperkuat minat yang sama.

Dalam peluncuran IAPVC 2026, Taman Safari Indonesia juga meresmikan Komunitas Foto IAPVC. Kehadirannya menjadi wadah bagi pecinta fotografi satwa dan alam untuk terus berkarya sekaligus menyebarkan pesan konservasi melalui medium visual.

"Kehadiran komunitas ini menjadi wadah bagi para pecinta fotografi satwa dan alam untuk terus berkarya, berbagi inspirasi, serta memperkuat pesan konservasi melalui visual," kata Agus Santoso.

Komunitas semacam ini menunjukkan bahwa fotografi satwa bukan hanya soal hobi personal. Di balik kamera, ada semangat kolektif untuk mengajak lebih banyak orang melihat alam dengan cara yang berbeda.

Setiap foto pun memiliki potensi meninggalkan jejak yang lebih besar daripada yang terlihat di permukaan. Sebab di balik satu frame, bisa tersimpan cerita yang menggerakkan kesadaran banyak orang. Kalau kamu menyukai fotografi, videografi, atau punya ketertarikan pada dunia satwa dan alam, mungkin ini saat yang tepat untuk melihat bagaimana sebuah karya visual dapat menjadi lebih dari sekadar gambar, tetapi juga sebuah warisan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More