Bear naik ke atas pohon untuk menghindari Masha (youtube.com/Masha and The Bear)
Setiap anak memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda sehingga pendekatan yang diberikan pun perlu disesuaikan. Anak dapat diarahkan untuk melakukan berbagai aktivitas yang membantu mengembangkan keterampilan sekaligus menyalurkan energinya. Dr. Papazyan, spesialis gangguan autisme, ADHD, dan gangguan belajar, menyarankan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin karena dapat membantu anak melepaskan energi, mengekspresikan emosi, dan melatih kemampuan mengatur diri.
Selain aktivitas fisik, anak juga dapat dikenalkan dengan kegiatan kreatif seperti menggambar dan melukis. Aktivitas tersebut dapat menjadi media bagi anak untuk mengekspresikan perasaan dengan cara yang menyenangkan. Pilihan lainnya, seperti permainan sensorik, bermain peran, hingga berbagai permainan interaktif juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak.
Berbagai pendekatan tersebut juga tercermin dalam keseharian Masha dan Bear. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk bergerak, mengeksplorasi, dan mencoba berbagai kegiatan, energi besar yang mereka miliki dapat disalurkan ke aktivitas yang positif.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua atau pengasuh untuk mendampingi anak dengan energi dan rasa ingin tahu yang besar. Rutinitas, interaksi sosial, serta aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan anak dapat membantu mereka tumbuh sekaligus belajar mengelola diri dengan lebih baik.