Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belajar dari Masha, Pentingnya Membiarkan Anak Mencoba Sendiri

3 min read
Belajar dari Masha, Pentingnya Membiarkan Anak Mencoba Sendiri
Cuplikan Masha and The Bear (youtube.com/@MashaBearINDONESIA)
  • Memberi anak ruang mencoba dalam batas aman membantu membangun kepercayaan diri, karena mereka belajar berani memulai meski hasilnya belum sempurna.
  • Eksplorasi langsung memelihara rasa ingin tahu dan memperluas pemahaman anak tentang dunia, melalui pengalaman yang memunculkan pertanyaan serta proses belajar menyenangkan.
  • Aktivitas mandiri dan fisik, seperti bermain, bergerak, atau merapikan mainan, melatih motorik, koordinasi, keseimbangan, serta kemandirian tanpa orangtua mengambil alih semua proses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Parenting di zaman sekarang memang serba tricky. Orangtua ingin anak tumbuh dengan aman karena pengaruh dari luar semakin beragam dan gak semuanya baik untuk mereka. Tapi kalau terlalu dijaga, anak juga bisa kehilangan kesempatan untuk mengenal dunia dengan caranya sendiri. Sebab, ada banyak hal yang gak cukup hanya dijelaskan atau dilarang, tetapi perlu dirasakan dan dicoba langsung supaya anak benar-benar mengerti

Sosok Masha bisa jadi contoh anak yang lincah, antusias, penuh rasa ingin tahu, dan gak takut mencoba hal baru. Meski tetap perlu batasan, ada banyak hal yang justru baru bisa dipahami anak lewat pengalaman. Lalu, apa saja yang membuat kesempatan mencoba baik untuk anak?

  1. 1. Anak jadi lebih percaya diri dan gak takut mencoba

    Cuplikan Masha and The Bear
    Cuplikan Masha and The Bear (youtube.com/@MashaBearINDONESIA)

    Banyak hal terasa menakutkan justru karena kita belum pernah mencobanya. Begitu juga dengan anak. Kalau setiap kali ingin melakukan sesuatu mereka langsung dilarang atau dibantu, anak bisa terbiasa berpikir bahwa dirinya belum mampu. Sebaliknya, ketika diberi ruang untuk mencoba, perlahan muncul keyakinan bahwa mereka bisa menghadapi sesuatu yang awalnya terasa asing.

    Masha bisa menjadi contoh bagaimana rasa percaya diri tumbuh dari keberanian untuk mencoba. Ia selalu antusias menghadapi hal baru meski hasilnya gak selalu sempurna. Dari sini, anak bisa belajar bahwa gak apa-apa merasa penasaran, gak apa-apa belum bisa, dan yang paling penting adalah berani memulai. Sebab, rasa percaya diri gak selalu datang sebelum mencoba, tetapi sering kali justru tumbuh setelahnya.

  2. 2. Merangsang rasa ingin tahu dan memperluas wawasan

    Cuplikan Masha and The Bear
    Cuplikan Masha and The Bear (youtube.com/@MashaBearINDONESIA)

    Anak memang punya rasa penasaran yang besar. Mereka ingin tahu kenapa sesuatu bisa terjadi, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang akan terjadi kalau mereka melakukan sesuatu. Rasa ingin tahu seperti inilah yang perlu dipelihara, bukan langsung dipadamkan dengan larangan setiap kali anak mulai bereksplorasi.

    Masha memperlihatkan rasa penasaran itu dengan begitu natural. Ia antusias melihat sesuatu yang baru dan ingin mengalaminya secara langsung. Ketika anak diberi kesempatan mengeksplorasi dalam batas yang aman, mereka gak cuma mendapatkan pengalaman, tetapi juga memperluas pemahaman tentang dunia di sekitarnya. Dari satu pertanyaan, bisa muncul pertanyaan lain yang membuat proses belajar terasa jauh lebih menyenangkan.

  3. 3. Mengembangkan keterampilan motorik lewat pengalaman langsung

    Cuplikan Masha and The Bear
    Cuplikan Masha and The Bear (youtube.com/@MashaBearINDONESIA)

    Mencoba hal baru gak selalu soal berpikir dan mencari tahu. Anak juga belajar menggunakan tubuhnya ketika mereka berlari, memanjat, mengambil sesuatu, bermain, atau melakukan aktivitas sederhana sendiri. Gerakan-gerakan tersebut membantu melatih koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan motorik mereka secara alami.

    Sisi Masha yang aktif dan lincah juga menggambarkan bagaimana anak membutuhkan ruang untuk bergerak. Selama berada dalam lingkungan yang aman dan tetap mendapat pengawasan, aktivitas fisik bisa menjadi bagian dari proses belajar. Anak gak cuma duduk mendengarkan arahan, tetapi belajar mengenali kemampuan tubuhnya lewat pengalaman langsung.

  4. 4. Melatih kemandirian sejak hal-hal kecil

    Cuplikan Masha and The Bear
    Cuplikan Masha and The Bear (youtube.com/@MashaBearINDONESIA)

    Memberi anak kesempatan mencoba sendiri juga menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian. Mereka bisa mulai dari hal sederhana seperti memilih pakaian, merapikan mainan, mencoba makan sendiri, atau mencari solusi ketika menghadapi kesulitan kecil. Mungkin hasilnya belum sempurna, tetapi prosesnya jauh lebih penting.

    Seperti Masha yang gak selalu menunggu orang lain untuk melakukan sesuatu, anak juga perlu merasakan bahwa mereka punya kemampuan untuk mengambil tindakan sendiri. Orangtua tetap punya peran untuk menjaga batas dan memastikan semuanya aman, tetapi gak harus mengambil alih setiap proses. Karena semakin sering anak diberi kesempatan untuk mencoba, semakin banyak pula pengalaman yang bisa menjadi bekal ketika mereka tumbuh besar.

    Menjaga anak bukan berarti harus selalu memegang tangannya di setiap langkah. Sesekali, lepaskan sedikit agar mereka bisa berjalan, mencoba, dan menemukan sendiri bahwa dunia ternyata gak seseram yang mereka bayangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More