Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Orangtua Juga Butuh Hiburan, Bagaimana Menentukan yang Aman untuk Anak?

5 min read
Orangtua Juga Butuh Hiburan, Bagaimana Menentukan yang Aman untuk Anak?
ilustrasi parenting orang tua (freepik.com/freepik)
Share Article

Menjadi orangtua bukan berarti harus berhenti menikmati hiburan. Setelah seharian bekerja, mengurus rumah, mendampingi anak, dan menyelesaikan berbagai urusan keluarga, menonton film, mendengarkan musik, pergi ke acara tertentu, atau sekadar scrolling media sosial bisa menjadi cara untuk melepas penat.

Namun, ketika hiburan dilakukan bersama anak atau melibatkan anak secara langsung, ada hal lain yang perlu dipikirkan. Jadi, bagaimana menentukan hiburan yang tetap menyenangkan bagi orangtua tetapi aman untuk anak?

  1. 1. Jangan merasa bersalah karena orangtua juga butuh istirahat

    ilustrasi parenting (freepik.com/freepik)
    ilustrasi parenting (freepik.com/freepik)

    Kebutuhan orangtua untuk memiliki waktu sendiri bukan berarti kurang menyayangi anak. Justru, memiliki kesempatan untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membantu orangtua kembali menjalani rutinitas dengan energi yang lebih baik.

    Dr. Amanda "Bird" Hoffert Gilmartin, MD, FAAP, dokter spesialis anak dan anggota American Academy of Pediatrics, menjelaskan bahwa mengambil waktu untuk diri sendiri bukan sesuatu yang perlu dianggap sebagai kegagalan dalam mengasuh anak. Ini hal yang wajar.

    "Meluangkan waktu untuk diri sendiri tidak hanya bermanfaat bagimu, tetapi juga bagi anak-anak kamu. Jauh lebih mudah untuk mendukung mereka ketika kamu merasa segar kembali setelah jeda sejenak untuk memulihkan kondisi mental dan fisik. Tidak ada rasa malu, kegagalan, ataupun kurangnya kasih sayang dalam kebutuhan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri," ujarnya, dikutip dari laman HealthyChildren milik American Academy of Pediatrics.

    Jadi, orangtua tidak selalu harus mencari hiburan yang melibatkan anak. Jika memungkinkan, orangtua dapat bergantian menjaga anak dengan pasangan, keluarga, atau pengasuh yang dipercaya sehingga masing-masing memiliki waktu untuk beristirahat.

     

  2. 2. Sesuaikan hiburan dengan usia dan tahap perkembangan anak

    ilustrasi parenting (freepik.com/freepik)
    ilustrasi parenting (freepik.com/freepik)

    Hiburan yang dianggap biasa bagi orang dewasa belum tentu cocok untuk anak. Film dengan adegan kekerasan, pertunjukan dengan suara sangat keras, permainan yang terlalu menegangkan, atau konten yang mengandung tema dewasa dapat membuat anak merasa takut, bingung, atau terpapar sesuatu yang belum mampu mereka pahami.

    American Academy of Pediatrics menekankan bahwa pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan tahap perkembangan anak, bukan hanya durasi penggunaannya. Dalam panduan mereka, anak usia 2–5 tahun dianjurkan mendapatkan konten berkualitas dan orangtua sebaiknya ikut menonton serta membantu anak memahami apa yang mereka lihat. Orangtua juga sebaiknya memeriksa rating usia dan isi hiburan sebelum mengajak anak menikmatinya.

    "Kekerasan virtual adalah segala bentuk tindakan agresif yang mungkin diserap oleh anak kamu melalui TV, film, video gim, media sosial, dan saluran digital lainnya. Hal ini mencakup kekerasan yang disimulasikan dalam film-film blockbuster maupun video amatir, serta kekerasan dalam bentuk animasi yang terdapat pada kartun dan gim interaktif," kata dokter anak David L. Hill, MD, FAAP, yang mengingatkan bahwa kekerasan dapat hadir dalam berbagai bentuk media dikutip dari HealthyChildren.

  3. 3. Bukan cuma memperhatikan kontennya, tetapi juga lingkungannya

    ilustrasi parenting ibu dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi parenting ibu dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)

    Konten yang ramah anak belum tentu berarti seluruh pengalaman menontonnya aman. Orangtua juga perlu memperhatikan kondisi tempat hiburan. Misalnya, konser mungkin memiliki volume suara yang sangat tinggi, bioskop dapat berlangsung cukup lama dalam ruangan gelap, sedangkan acara luar ruangan mungkin memiliki kerumunan, cuaca panas, atau akses keluar-masuk yang terbatas.

    Dalam memilih aktivitas, orangtua dapat bertanya sederhana. Misalnya, apakah anak bisa merasa nyaman di tempat tersebut, apakah tersedia akses toilet, tempat istirahat, makanan dan minuman yang sesuai, serta apakah orangtua bisa dengan mudah membawa anak keluar jika ia mulai lelah atau kewalahan?

  4. 4. Kalau menggunakan layar, jangan hanya menghitung durasi

    ilustrasi parenting (pexels.com/PNW Production)
    ilustrasi parenting (pexels.com/PNW Production)

    Memperhitungkan durasi memang penting, tetapi kualitas dan konteks penggunaan media juga perlu diperhatikan. Dua anak bisa sama-sama menghabiskan satu jam di depan layar, tetapi pengalaman mereka dapat berbeda jika salah satunya menonton konten berkualitas bersama orangtua, sedangkan yang lain berpindah-pindah video tanpa pendampingan.

    American Academy of Pediatrics juga menekankan pentingnya shared media use, yaitu orangtua dan anak menggunakan media bersama. Pendekatan ini memungkinkan orangtua mengetahui apa yang ditonton anak sekaligus membuka kesempatan untuk membicarakan karakter, cerita, perilaku, dan nilai yang muncul dalam tontonan.

  5. 5. Buat aturan hiburan yang berlaku untuk orangtua dan anak

    ilustrasi parenting orang tua (freepik.com/freepik)
    ilustrasi parenting orang tua (freepik.com/freepik)

    Anak sering belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dilakukan orangtuanya. Karena itu, aturan seperti tidak menggunakan ponsel ketika makan atau tidak menonton layar menjelang tidur akan lebih mudah diterapkan jika orangtua juga berusaha mengikuti kebiasaan tersebut.

    Dalam kebijakan HealthyChildren tentang media, keluarga dianjurkan membuat family media plan yang mencakup aturan untuk anak sekaligus orangtua. Untuk anak kecil, AAP juga menyarankan adanya waktu dan tempat bebas layar, termasuk saat makan dan menjelang tidur.

    "Membuat family media plan dapat membantu kamua dan anak-anak menetapkan prioritas media yang paling penting bagi keluarga, selaras dengan nilai-nilai dan rutinitasmu. Kamu dapat kembali untuk merevisi rencana tersebut kapan pun diperlukan," dikutip dalam panduan HealthyChildren tentang How to Make a Family Media Plan.

    "Ingatlah, kamu adalah panutan penting dalam menerapkan kebiasaan digital yang sehat dan membangun hubungan yang sehat dengan teknologi," tambahnya.

    Pada akhirnya, orangtua tidak perlu memilih antara bersenang-senang atau menjadi orangtua yang bertanggung jawab. Keduanya bisa berjalan bersama selama hiburan dipilih dengan mempertimbangkan usia anak, keamanan tempat, kualitas konten, durasi, waktu tidur, aktivitas fisik, serta kebutuhan anak untuk tetap berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More