Kamu tahu betul beratnya perjuangan untuk bisa punya rumah sendiri. Dirimu mungkin sudah berkali-kali menghubungi marketing perumahan dan mengecek lokasi. Namun, uang untuk DP belum juga terkumpul. Atau cicilannya masih kegedean untuk pendapatanmu. Dapat pula sekarang dirimu sudah mulai mencicilnya, tetapi beratnya bukan main-main. Pengeluaran untuk kebutuhan lain mesti diirit-irit biar kredit rumah gak macet. Sementara itu, ada teman atau saudaramu yang enak betul.
Dia dibelikan rumah oleh orangtuanya. Gajinya utuh, tak terpotong sama sekali buat biaya pembelian atau pembangunan rumah itu. Dirimu heran, kenapa ada orangtua mau membelikan rumah untuk setiap anaknya sekalipun mereka sendiri sudah atau mendekati pensiun? Keputusan orangtua membelikan rumah untuk setiap anaknya bukan hanya soal seberapa kaya mereka.
